Dalam materi PPGD, kapas adalah instrumen habis pakai yang esensial. Kapas digunakan mulai dari desinfeksi area penusukan infus, membersihkan debris pada luka, hingga menjadi bantalan dalam pembidaian.
Namun, taukah kamu kalau tiap bentuk kapas memiliki karakteristik serapan yang berbeda? Memahami jenis-jenis kapas medis akan membantumu bekerja lebih cepat dan tepat saat simulasi skill lab maupun di lapangan nanti. Yuk, kita bahas jenis-jenisnya!
Kapas bulat atau cotton balls adalah jenis yang paling sering kamu temui di baki instrumen. Kapas ini biasanya dibentuk bulat kecil agar mudah dijepit menggunakan pinset anatomis.
Kapas gulung hadir dalam bentuk lembaran panjang yang digulung rapat. Kapas ini biasanya harus dipotong atau digunting sesuai kebutuhan sebelum digunakan.
Dalam dunia medis, cotton bud yang panjang dan steril sering disebut sebagai cotton-tipped applicator atau swab.
Kapas medis adalah komponen pendukung yang krusial dalam prosedur aseptik dan penanganan luka. Sebagai calon dokter, kamu harus bisa menentukan kapan menggunakan kapas bulat untuk tindakan presisi dan kapan menggunakan kapas gulung untuk proteksi luka yang lebih luas. Penggunaan kapas yang tepat tidak hanya menjaga sterilitas, tetapi juga meningkatkan kenyamanan pasien selama prosedur gawat darurat.
Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!
Penulis: Andika Chris Ardiansyah
Peninjau: dr. Stellon Salim
Potter, P. A., & Perry, A. G. (2020). Fundamentals of Nursing. Elsevier.
World Health Organization. (2010). WHO Best Practices for Injections and Related Procedures Toolkit.
American Red Cross. (2021). First Aid/CPR/AED Care & First Aid Healthcare Provider Handbook.