Perlengkapan Kedokteran

Apa Itu Foley Catheter dan Bagaimana Penggunaannya: Panduan Mahasiswa Kedokteran

Apa Itu Foley Catheter dan Bagaimana Penggunaannya: Panduan Mahasiswa Kedokteran

Halo, sejawat calon dokter! Memasuki stase klinis atau saat berlatih di ruang skill lab, prosedur pemasangan kateter urine adalah salah satu kompetensi dasar yang wajib kamu kuasai secara mumpuni. Alat medis yang paling sering digunakan untuk tindakan ini adalah Foley catheter atau kateter Foley.

Alat ini dinamai dari penemunya, dr. Frederic Foley, dan hingga kini telah menjadi standar emas untuk drainase urine di seluruh dunia. Memahami struktur, indikasi, dan cara penggunaannya sangat krusial agar kamu dapat melakukan tindakan dengan aman dan meminimalkan risiko infeksi pada pasien.

 

 

Anatomi dan Fungsi Kateter Foley

Kateter Foley adalah jenis kateter menetap (indwelling catheter) berupa selang lentur yang dimasukkan melalui uretra menuju kandung kemih pasien. Ujung kateter ini dilengkapi dengan balon kecil yang dapat dikembangkan untuk menahannya agar tidak terlepas keluar dengan sendirinya.

Secara umum, kateter medis ini terbuat dari bahan lateks, silikon, atau bahan berlapis Teflon yang dirancang aman bagi jaringan tubuh. Pada bagian pangkalnya, terdapat dua atau tiga cabang (lumen) yang memiliki fungsi berbeda-beda tergantung jenisnya.

Desain yang unik ini memungkinkan pengaliran urine secara terus-menerus tanpa harus memasang ulang selang setiap kali pasien merasa ingin berkemih.

Jenis yang paling umum kamu jumpai di bangsal rumah sakit adalah kateter dua cabang (2-way catheter). Satu cabang besar digunakan untuk mengalirkan urine dari kandung kemih menuju kantong penampung (urine bag), sedangkan cabang yang lebih kecil dilengkapi katup khusus untuk memasukkan cairan guna mengembangkan balon fiksasi.

Sementara itu, terdapat juga kateter tiga cabang (3-way catheter) yang memiliki satu lumen tambahan khusus untuk keperluan irigasi. Tipe tiga cabang ini sangat esensial digunakan pada pasien pasca-operasi urologi (seperti operasi prostat) untuk membilas bekuan darah secara terus-menerus dari dalam kandung kemih.

 

 

Indikasi Klinis Pemasangan

Sebagai tenaga medis profesional, kamu tidak boleh sembarangan memasang kateter tanpa adanya indikasi medis yang dipertanggungjawabkan karena tingginya risiko infeksi saluran kemih (CAUTI).

Penggunaan kateter Foley hanya diindikasikan pada kondisi klinis tertentu yang memang benar-benar membutuhkan drainase urine secara menetap. Pemahaman terkait indikasi ini akan sering ditanyakan oleh dokter konsulen saat kamu menjalani masa kepaniteraan klinik.

Berikut adalah beberapa indikasi utama penggunaannya:

  • Penanganan retensi urine akut atau obstruksi saluran kemih (misalnya karena pembesaran prostat).
  • Pemantauan output urine (urine output) secara presisi dan ketat pada pasien sakit kritis di ruang ICU.
  • Tindakan bedah yang memakan waktu lama atau operasi khusus pada area urologi, ginekologi, dan panggul.
  • Membantu proses penyembuhan luka terbuka pada area sakral atau perineum pada pasien yang mengalami inkontinensia urine.
  • Kebutuhan irigasi kandung kemih secara kontinu atau evakuasi bekuan darah.

 

Pemilihan Ukuran Kateter (Skala French)

Pemilihan ukuran kateter yang tepat juga menjadi kunci kenyamanan bagi pasien dan keberhasilan prosedur yang kamu lakukan. Ukuran ketebalan kateter Foley dinyatakan menggunakan skala French (Fr), di mana ukuran 1 Fr bernilai setara dengan sepertiga milimeter (0,33 mm).

Untuk pasien dewasa pada umumnya, ukuran standar yang paling sering dan aman digunakan berkisar antara 14 Fr hingga 16 Fr. Dokter bedah urologi terkadang akan meminta ukuran yang lebih besar, seperti 20 Fr hingga 24 Fr, khusus untuk pasien yang membutuhkan evakuasi bekuan darah masif dari kandung kemih.

Sebaliknya, ukuran selang yang lebih kecil akan dikhususkan bagi pasien anak-anak atau individu dewasa yang diketahui memiliki riwayat penyempitan uretra (striktur).

 

 

Bagaimana Cara Penggunaannya?

Saat melakukan prosedur insersi kateter di ruang skill lab maupun pada pasien nyata, penerapan prinsip aseptik adalah hal mutlak yang tidak bisa ditawar. Kamu harus selalu menggunakan sarung tangan steril (sterile gloves) dan membersihkan area meatus uretra menggunakan cairan antiseptik seperti povidone-iodine sebelum memasukkan selang.

Pastikan juga kamu telah melumasi ujung kateter dengan jeli anestesi (lidocaine gel) secukupnya agar pasien tidak merasa terlalu nyeri saat benda asing tersebut melewati saluran uretra.

Masukkan dan dorong selang secara perlahan hingga ujungnya dipastikan masuk ke kandung kemih, yang ditandai dengan adanya aliran urine keluar dari lumen drainase.

Setelah urine dipastikan mengalir dengan lancar, langkah krusial selanjutnya adalah mengembangkan balon fiksasi yang ada di dalam kandung kemih. Gunakan air steril (sterile water atau aquadest) sesuai dengan volume maksimal yang tertera pada katup cabang, biasanya berkisar antara 10 hingga 30 cc.

Sangat dilarang mengembangkan balon menggunakan cairan Normal Saline (NaCl) karena garam di dalamnya memiliki risiko mengkristal dan menyumbat katup balon di kemudian hari.

Terakhir, tarik selang secara perlahan ke arah luar hingga terasa tahanan dari area leher kandung kemih, lalu segera sambungkan pangkal selang ke kantong penampung urine.

 

 

Kesimpulan

Tindakan kateterisasi urine menggunakan Foley catheter adalah skill medis yang membutuhkan tingkat ketelitian dan rasa empati yang sangat tinggi terhadap pasien.

Dengan memahami anatomi, indikasi klinis, cara memilih ukuran French yang sesuai, serta teknik insersi yang steril, kamu akan semakin percaya diri saat menghadapi ujian kompetensi OSCE maupun saat praktik di rumah sakit.

Jangan pernah ragu untuk terus mengulang latihan prosedur ini menggunakan mannequin terlebih dahulu agar insting klinis dan ketangkasan tanganmu semakin terlatih.

Untuk melengkapi kebutuhan perlengkapan skill lab medis dasar, mannequin latihan kateterisasi, dan alat kesehatan lainnya, kamu bisa langsung mendapatkannya di Medtools. Kami menyediakan berbagai macam produk medis berkualitas yang dirancang khusus sesuai standar klinis untuk menunjang kebutuhan belajar mahasiswa kedokteran.

Silakan hubungi kami untuk informasi pemesanan dan ketersediaan produk melalui WhatsApp Medtools di nomor berikut ini: 

Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!

 

Penulis: Andika Chris Ardiansyah

 

Daftar Pustaka

Cleveland Clinic. (n.d.). Foley Catheter: What It Is, Purpose & Care. Diakses dari https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/foley-catheter Halodoc. (n.d.). Kateter Foley: Fungsi, Jenis, dan Perawatan Simpel.

Diakses dari https://www.halodoc.com/artikel/kateter-foley-fungsi-jenis-dan-perawatan-simpel?srsltid=AfmBOoolA6vuXuq6N8WaoQpL_1A97aNo4FbpL_yBEY44u94_Wvu2sKqYMemorial Sloan Kettering Cancer Center. (n.d.). About Your Urinary Foley Catheter.

Diakses dari https://www.mskcc.org/cancer-care/patient-education/urinary-foley-catheter Royal College of Surgeons of England. (2023). Foley Catheter History and Usage.

Diakses dari https://publishing.rcseng.ac.uk/doi/10.1308/rcsann.2023.0003 Bara Sehat Jaya. (n.d.). Mengenal Foley Catheter dan Penggunaannya. Diakses dari https://barasehatjaya.com/foley-catheter/

Bagikan Artikel:

1 Chat Tentang Artikel Ini!