Bagi Bro Sis yang sedang berada di fase preklinik, rutinitas ujian blok di setiap akhir modul (Basic Science maupun Clinical Science) pasti sudah menjadi siklus yang mendebarkan. Setelah berminggu-minggu dijejali materi kuliah pakar, tutorial PBL (Problem Based Learning), hingga praktikum laboratorium, semuanya akan diuji dalam satu ujian penentu: CBT (Computer Based Test).
Ujian CBT preklinik biasanya berisi ratusan soal pilihan ganda berformat vignette (kasus klinis pendek) yang harus diselesaikan dengan cepat. Tekanan dari tumpukan materi anatomi, fisiologi, hingga patologi sering kali membuat mahasiswa kewalahan. Tidak heran jika target utama setiap mahasiswa adalah lulus One Shot (lulus dalam satu kali ujian tanpa harus ikut remedial).
Agar Bro Sis tidak terjebak dalam metode belajar "Sistem Kebut Semalam" yang melelahkan, kita perlu menggunakan strategi belajar yang terbukti secara ilmiah. Mari kita bedah konsep Learning Pyramid dan terapkan 5 strategi jitu di bawah ini!
Memahami Konsep Piramida Belajar (Learning Pyramid)

Sebelum menyusun strategi, Bro Sis wajib memahami Learning Pyramid (Piramida Belajar) yang dipopulerkan oleh National Training Laboratories. Konsep ini menjelaskan seberapa banyak informasi yang mampu diingat otak manusia berdasarkan metode belajarnya:
Jika selama ini Bro Sis hanya mengandalkan metode pasif seperti membaca textbook atau slide dosen (yang retensinya hanya 10-20%), wajar jika banyak materi yang menguap saat ujian CBT.
Untuk memaksimalkan daya ingat dan menembus target One Shot, terapkan strategi berikut:
Sebelum menerapkan Piramida Belajar, ketahui dulu insting alami otak Bro Sis dalam menyerap informasi. Terdapat 4 gaya belajar utama atau VARK (Visual, Auditory, Reading/Writing, Kinesthetic):
Tinggalkan kebiasaan membaca ulang (rereading) atau sekadar menstabilo teks. Beralihlah ke Active Recall (memaksa otak memanggil informasi). Saat selesai membaca satu topik penyakit, tutup buku tersebut dan cobalah tuliskan kembali apa yang Bro Sis ingat.
Kombinasikan dengan Spaced Repetition (pengulangan berjarak), yakni mengulang materi yang sulit pada interval waktu tertentu (misal: H+1, H+3, H+7) menggunakan aplikasi flashcard digital.
Sesuai dengan puncak Piramida Belajar, metode paling ampuh untuk mengunci memori hingga 90% adalah dengan "mengajarkan materi kepada orang lain". Buatlah kelompok belajar kecil beranggotakan 3-4 orang.Bagilah topik blok kepada setiap anggota, lalu jadwalkan sesi di mana masing-masing orang harus mempresentasikan dan mengajarkan topiknya kepada teman yang lain.
Saat Bro Sis bisa menjelaskan mekanisme patofisiologi suatu penyakit dengan bahasa yang sederhana, itu tandanya materi tersebut sudah tertanam kuat di otak.
CBT adalah ujian berbasis kasus. Mengerjakan Try Out (TO) atau mengupas bank soal tahun-tahun sebelumnya termasuk dalam kategori Practice Doing (retensi 75%). Namun, jangan hanya sekadar menghafal kunci jawaban (karena soal pasti akan dimodifikasi dosen). Lakukan pembahasan tuntas untuk setiap opsi.
Cari tahu mengapa opsi A benar dan apa indikasi klinis dari opsi B, C, D, dan E. Ini akan melatih insting Bro Sis dalam mengenali keyword atau gejala khas (patognomonis) pada setiap soal vignette.
Terkadang mahasiswa terlalu asyik membaca penyakit langka hingga melupakan dasar-dasar penyakit umum. Selalu pelajari materi dengan berpatokan pada Learning Objective (Tujuan Pembelajaran) yang ada di Buku Rancangan Pengajaran (BRP) dari kampus.
Jika sebuah penyakit ditargetkan memiliki tingkat kompetensi 4 (lulusan dokter harus bisa mendiagnosis dan mengobati secara mandiri), maka gali materinya dalam-dalam.
Memahami skenario kasus di soal CBT sering kali membingungkan jika Bro Sis tidak pernah melihat bentuk aslinya. Untuk menunjang gaya belajar visual dan kinestetik di rumah, siapkan perlengkapan medis dasar. Memeriksa bunyi napas dengan stetoskop di skill lab akan sangat membantu Bro Sis mengingat teori penyakit paru!
Butuh pendampingan ekstra untuk menaklukkan soal-soal CBT? Medtools Academy siap membantu! Klik button di bawah ini untuk info program bimbingan belajar kedokteran yang komprehensif, dan wujudkan target lulus ujian blok One Shot bersama ahlinya!
Hubungi Whatsapp MEDTOOLS ACADEMY di sini!
Penulis : Dr. Stellon Salim, MKK
1. Masters K. Medical Education: Theory and Practice. 2nd ed. London: Elsevier; 2021.
2. Setiawan A, Rahmawati D. Penerapan Model Learning Pyramid dan Evaluasi VARK pada Mahasiswa Kedokteran Tahap Preklinik. Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia. 2022; 14(2): 112-119.
3. Hakim L, Kusuma W. Panduan Sukses Menghadapi Ujian CBT dan OSCE Kedokteran Dasar. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press; 2020.\