Setelah berhasil menjadi mahasiswa kedokteran, Kamu harus mempersiapkan berbagai hal. Mulai dari menyiapkan mental untuk beradaptasi dengan mata kuliah di kampus, membiasakan diri dengan jadwal kuliah yang padat, mempersiapkan alat kedokteran, hingga mempersiapkan buku kuliah seperti buku anatomi yang sangat krusial bagi mahasiswa baru di fakultas kedokteran!
Banyak memang yang harus disiapkan, tapi jangan sampai membuat Kamu kebingungan. Untuk mahasiswa baru, kamu bisa mulai dengan mempersiapkan buku-buku kuliah dasar, contohnya buku anatomi. Anatomi sendiri adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari tentang susunan atau struktur tubuh manusia secara detail, dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Bagi para mahasiswa FK, anatomi sering dianggap sebagai "momok" mata kuliah yang paling ditakutkan. Banyak mahasiswa kesulitan dengan situasi pembelajaran yang belum pernah mereka dapatkan saat di bangku sekolah dulu. Menurut Fairus dalam penelitiannya, pembelajaran di kedokteran ini lebih padat, rumit, lebih banyak menghafal, dan sulit dipahami di awal.
Bayangkan saja, dalam anatomi satu tangan saja terdapat materi otot (dari yang besar hingga yang terkecil), materi tulang dengan segala tonjolan dan lekukannya, hingga materi pembuluh darah dan saraf yang perlu dipelajari serta dihafalkan. Itu baru satu tangan, belum bagian tubuh lainnya yang jauh lebih kompleks.
"Momok" paling menakutkan sebenarnya ada di akhir pembelajaran, yaitu ujian anatomi. Ujian ini biasanya berupa ujian tertulis dan ujian tentamen (ujian praktik mengidentifikasi struktur anatomi asli yang ditunjuk dengan jarum dalam waktu yang sangat singkat sembari berpindah tempat). Apabila tidak lulus, mahasiswa biasanya diminta untuk mengikuti remedial dan mengulang ujian.
Untuk mempermudah Bro Sis dalam menaklukkan materi ini, Medi punya 4 rekomendasi buku atlas anatomi legendaris yang wajib Bro Sis pertimbangkan:
1. Sobotta
Sobotta merupakan buku anatomi yang sangat terkenal dan melegenda di Indonesia. Buku ini menggunakan Bahasa Latin dalam nomenklatur (penamaan) anatominya. Hal ini sangat cocok dengan mayoritas Fakultas Kedokteran di Indonesia yang masih menggunakan nomenklatur Bahasa Latin dalam ujian, misalnya a. radialis anterior, dan lain-lain.
Gambar susunan anatomi yang disajikan dalam buku Sobotta sangat detail, menarik dengan beragam warna, dan disertai penjelasan singkat tentang makna medis dari struktur tersebut. Sobotta (Edisi 23) umumnya terbagi menjadi tiga seri buku, yaitu General Anatomy and Musculoskeletal, Head, Neck and Neuroanatomy, dan Internal Organ.
- Estimasi Harga: Rp 1.000.000 – Rp 2.000.000 (Biasanya sudah termasuk bonus buku tabel untuk mempermudah menghafal otot, sendi, dan persarafan).
2. Netter
Atlas of Human Anatomy karya Frank H. Netter adalah buku anatomi yang menggunakan nomenklatur anatomi Bahasa Inggris atau terminologi internasional yang umum digunakan saat ini, misalnya anterior radial artery, fallopian tube, dan lain-lain. Buku ini sangat bagus untuk membiasakan Bro Sis mengenali istilah kedokteran internasional yang akan sering dipakai dalam praktik klinik sehari-hari.
Buku ini dipenuhi dengan gambar-gambar hasil ilustrasi lukisan tangan Frank H. Netter, yang kebetulan juga merupakan seorang ahli bedah di Amerika Serikat. Menariknya, Netter’s Atlas of Human Anatomy memberikan rangkuman semua sistem organ dari kepala hingga ujung jari, ringkasan berbagai insersi otot, serta contoh studi kasus klinis yang dilengkapi pencitraan X-Ray, MRI, dan CT scan.
- Estimasi Harga: Rp 500.000 – Rp 700.000.
3. Gray’s Anatomy
Menemukan rekomendasi buku atlas anatomi yang bahasanya ramah untuk mahasiswa baru mungkin terasa susah. Namun, buku Gray’s Anatomy siap membantu Bro Sis memahami setiap bagian tubuh dengan pendekatan yang sistematis.
Terdapat beberapa macam jenis edisi buku Gray’s Anatomy, seperti edisi Student (atlas dan textbook untuk mahasiswa), edisi Review Book (untuk mengulang dan latihan soal anatomi), hingga edisi tebal khusus untuk dokter spesialis bedah.
- Estimasi Harga: Rp 500.000 – Rp 800.000 (untuk edisi mahasiswa).
4. Yokochi
Buku atlas anatomi yang satu ini sangat berbeda dengan ketiga atlas di atas. Color Atlas of Anatomy karya Rohen dan Yokochi ini menggunakan foto cadaver (mayat asli yang telah diawetkan dan dibedah) sebagai media visual pembelajaran. Tentu saja hal ini sangat menarik sekaligus menantang, karena gambar yang ditampilkan benar-benar persis 100% dengan kenyataan yang akan Bro Sis hadapi di ruang laboratorium anatomi.
Buku ini memberikan poin-poin yang melatih memori visual secara nyata. Yokochi sangat cocok digunakan bagi mahasiswa yang sedang bersiap menghadapi ujian tentamen maupun bagi dokter yang ingin mengingat kembali materi cadaver namun tidak memiliki akses untuk mengunjungi laboratorium anatomi.
Estimasi Harga: Rp 1.500.000 – Rp 2.000.000.
Kesimpulan
Dengan menggunakan buku-buku referensi di atas, Kamu akan jauh lebih mudah dalam mempelajari dan memvisualisasikan struktur anatomi tubuh manusia. Dari keempat buku ini,Kamu tinggal menyesuaikan saja dengan gaya belajar, budget, dan yang paling penting: sesuaikan dengan nomenklatur dan buku wajib yang ditentukan oleh dosen atau universitas masing-masing!
Penulis: Muhammad Faris (Mahasiswa Kedokteran UII)
Peninjau: Andika Chris Ardiansyah
Daftar Pustaka
Elsevier. (2023). Netter’s Atlas of Human Anatomy. Diakses pada 20 Januari 2024, dari https://elsevier.health/en-US/medstudents/book-spotlight-atlas-of-human-anatomy
Fairus, F. N., Titaley, C. R., & Manuputty, A. G. (2023). Academic and Adaptation Difficulties of Medical Students With Low Academic Achievement In The First Two Years. The Indonesian Journal of Medical Education, Vol. 12 (No. 2), June 2023.
Koas2Doctor. (2021). Rekomendasi Buku Anatomi Untuk Mahasiswa Baru. Diakses pada 20 Januari 2024, dari https://koas2doctor.com/id/rekomendasi-buku-anatomi-untuk-mahasiswa-baru/