Perlengkapan Kedokteran

Jenis-Jenis Pisau Bedah dan Kegunaannya: Panduan Lengkap Mahasiswa Kedokteran

Jenis-Jenis Pisau Bedah dan Kegunaannya: Panduan Lengkap Mahasiswa Kedokteran

Halo, sejawat calon dokter! Memasuki stase bedah atau saat latihan di ruang skill lab, salah satu alat yang paling pertama akan kamu pegang adalah pisau bedah atau scalpel. Meskipun terlihat sederhana, instrumen ini memiliki variasi yang sangat spesifik tergantung pada jenis jaringan yang akan diinsisi.

Sebagai mahasiswa kedokteran, memahami perbedaan antara berbagai nomor blade dan handle bukan hanya soal menghafal, tetapi tentang presisi dan keamanan saat melakukan tindakan operatif.

Mari kita bedah satu per satu komponen penting dari instrumen bedah utama ini agar kamu semakin mahir saat koas nanti.

 

 

Anatomi Scalpel: Perbedaan Handle dan Blade

Secara umum, pisau bedah modern terdiri dari dua bagian utama, yaitu gagang (handle) dan mata pisau (blade) yang bersifat sekali pakai atau disposable. Pemisahan ini bertujuan agar ketajaman pisau selalu terjaga pada setiap prosedur serta memudahkan proses sterilisasi gagang yang terbuat dari bahan stainless steel.

Di rumah sakit, kamu akan sering menjumpai gagang nomor 3 dan nomor 4 sebagai standar utama yang digunakan dalam berbagai prosedur pembedahan. Memahami pasangan yang tepat antara gagang dan mata pisau sangat krusial karena setiap nomor gagang memiliki slot pengunci yang berbeda ukuran.

Gagang nomor 3 biasanya memiliki ukuran yang lebih kecil dan ramping, sehingga dirancang untuk memegang mata pisau berukuran kecil seperti nomor 10, 11, 12, dan 15. Sementara itu, gagang nomor 4 memiliki bentuk yang lebih besar dan kokoh untuk menampung mata pisau berukuran besar seperti nomor 20 hingga 25 yang digunakan untuk jaringan tebal.

Selain itu, terdapat pula gagang nomor 7 yang berbentuk panjang dan tipis, biasanya dipilih untuk melakukan insisi di area yang sempit atau dalam. Pemilihan gagang yang tepat akan memberikan kontrol dan ergonomi yang maksimal bagi seorang klinisi saat melakukan manuver pembedahan.

 

 

Karakteristik Blade Kecil (Nomor 10, 11, 12, dan 15)

Mata pisau nomor 10 merupakan jenis yang paling umum digunakan dalam prosedur bedah untuk membuat insisi kulit yang relatif besar dan lurus. Bentuknya yang memiliki bagian perut melengkung (curved cutting edge) memungkinkan distribusi tekanan yang merata saat memotong jaringan adiposa atau dermis.

Bagi kamu yang baru belajar di skill lab, mata pisau ini adalah pilihan standar untuk melatih gerakan tangan dalam membuat garis insisi yang presisi. Gunakanlah bagian "perut" pisau ini untuk memotong, bukan bagian ujungnya, agar kedalaman insisi tetap konsisten.

Berbeda dengan nomor 10, mata pisau nomor 11 memiliki bentuk segitiga yang sangat runcing dan tajam di bagian ujungnya. Pisau ini dirancang khusus untuk tindakan stab incision, seperti saat melakukan prosedur insisi dan drainase abses atau melakukan punksi pembuluh darah.

Sementara itu, nomor 12 memiliki bentuk melengkung seperti sabit yang sering digunakan untuk memotong jahitan atau dalam prosedur tonsilektomi. Terakhir, mata pisau nomor 15 adalah versi kecil dari nomor 10, yang sangat ideal untuk tindakan bedah plastik atau insisi pada area kecil seperti kelopak mata atau tangan.

 

 

Karakteristik Blade Besar (Nomor 20, 21, dan 22)

Saat kamu berada di meja operasi untuk tindakan bedah mayor, seperti laparotomi pada area abdomen yang luas, mata pisau berukuran besar akan menjadi pilihan utama. Blade nomor 20, 21, dan 22 memiliki bentuk yang mirip dengan nomor 10, namun dengan dimensi yang jauh lebih besar dan kuat.

Karena ukurannya yang besar, mata pisau ini memerlukan tenaga yang lebih stabil dan gagang nomor 4 yang kokoh untuk mengontrolnya. Penggunaan pisau ini biasanya dikhususkan untuk memotong jaringan yang tebal dan melakukan insisi kulit yang panjang dalam sekali tarikan.

Mata pisau besar ini jarang digunakan untuk tindakan yang memerlukan ketelitian mikro karena dimensinya yang kurang fleksibel untuk area sempit. Seorang operator harus sangat berhati-hati saat mengayunkan pisau ini karena ketajamannya dapat menembus lapisan jaringan yang lebih dalam dengan sangat cepat.

Sebagai asisten operasi, pastikan kamu selalu memperhatikan arah mata pisau ini saat diserahkan oleh perawat instrumen kepada dokter bedah. Pemahaman mengenai kegunaan blade besar ini akan membantumu mengantisipasi langkah-langkah selanjutnya yang akan diambil oleh dokter konsulen selama prosedur berlangsung.

 

 

Material dan Keamanan Penggunaan

Mata pisau bedah umumnya terbuat dari dua jenis material utama, yaitu carbon steel dan stainless steel. Carbon steel dikenal karena ketajamannya yang luar biasa, namun lebih rentan terhadap korosi jika tidak disimpan dengan benar.

Di sisi lain, stainless steel lebih tahan terhadap karat dan sering digunakan dalam prosedur bedah standar karena keseimbangan antara ketajaman dan daya tahannya.

Apapun materialnya, prinsip utama yang harus kamu pegang adalah safety first, mengingat pisau bedah adalah salah satu penyebab utama kecelakaan kerja berupa tertusuk benda tajam (sharps injury) di ruang operasi.

Berikut adalah ringkasan panduan penggunaan pisau bedah yang aman bagi mahasiswa kedokteran:

  • Selalu gunakan needle holder atau klem untuk memasang dan melepas mata pisau dari gagangnya, jangan pernah menggunakan tangan kosong.
  • Gunakan teknik neutral zone saat menyerahkan pisau bedah kepada rekan sejawat untuk menghindari risiko luka sayat secara tidak sengaja.
  • Pastikan mata pisau dibuang ke dalam sharps container segera setelah prosedur selesai atau jika pisau sudah mulai tumpul.
  • Pilihlah ukuran pisau yang paling sesuai dengan jenis jaringan; jangan memaksakan pisau kecil untuk jaringan yang sangat tebal karena risiko pisau patah.

 

 

Kesimpulan

Memahami jenis-jenis pisau bedah serta pasangannya adalah kompetensi dasar yang akan sangat mempermudah langkahmu di dunia klinis. Setiap nomor pisau diciptakan dengan tujuan spesifik untuk membantu dokter memberikan hasil pembedahan yang paling optimal dan minim trauma bagi pasien.

Teruslah asah kemampuanmu dalam mengenali instrumen ini dan jangan ragu untuk berlatih teknik insisi yang benar selama masa pembelajaran.

Untuk melengkapi kebutuhan persiapan pemeriksaan skill lab bedah dasar, latihan teknik penjahitan luka (hecting), dan peralatan medis dasar lainnya, kamu bisa langsung mendapatkannya di Medtools.

Kami menyediakan berbagai macam produk dan alat kesehatan berkualitas sesuai standar medis yang dirancang khusus untuk menunjang kebutuhan mahasiswa kedokteran.

Silakan hubungi kami untuk informasi pemesanan dan ketersediaan produk melalui WhatsApp Medtools di nomor berikut ini: 

Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!

 

Penulis: andka chris ardiansyah

 

Daftar Pustaka

Wrangler Surgical. (n.d.). Types of Surgical Scalpels: A Comprehensive Guide. Diakses dari https://wranglersurgical.com/types-of-surgical-scalpels/ NCBI - National Center for Biotechnology Information. (2018). Surgical Blades: Materials and Geometric Considerations.

Diakses dari https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6128153/ Rigor Instruments. (n.d.). Different Types of Surgical Knives According to Their Use.

Diakses dari https://rigorinstruments.com/surgical-knives/different-types-of-surgical-knives-according-to-their-use/ Myco Medical. (n.d.). Your Guide to Surgical Blade Sizes, Shapes, and Materials.

Diakses dari https://www.mycomedical.com/post/your-guide-to-surgical-blade-sizes-shapes-and-materials Cipta Medika News. (2019). Kenali Pisau Bedah dan Fungsinya dalam Dunia Kedokteran.

Diakses dari https://news.ciptamedika.com/2019/02/15/kenali-pisau-bedah-dan-fungsinya/

 

Bagikan Artikel:

1 Chat Tentang Artikel Ini!