Perlengkapan Kedokteran

Daftar Alat yang Dibutuhkan untuk Prosedur Pemasangan Kateter Urine

Daftar Alat yang Dibutuhkan untuk Prosedur Pemasangan Kateter Urine

Pemasangan kateter merupakan prosedur medis berupa pemasangan selang fleksibel ke dalam kandung kemih melalui uretra. Tujuannya adalah untuk membantu pengosongan urine pada pasien yang mengalami retensi urine, memantau output urine pada pasien kritis, hingga meminimalkan risiko kerusakan ginjal akibat penumpukan cairan.

Di bangku perkuliahan, kamu biasanya akan mempelajari keterampilan ini pada blok sistem urogenital. Karena prosedur ini bersifat invasif, pemahaman alat dan sterilitas adalah kunci utama. Yuk, simak alat-alat yang kamu butuhkan untuk latihan!

 

Daftar Alat Utama Pemasangan Kateter

1. Selang Kateter (Foley Catheter)

Selang ini adalah komponen utama yang akan masuk ke kandung kemih. Jenis yang paling sering digunakan untuk latihan adalah kateter dua cabang (2-way). Berdasarkan bahannya, kateter dibagi menjadi:

  • Kateter Lateks: Ekonomis, digunakan untuk jangka pendek (< 3 minggu).
  • Kateter Silikon: Lebih lentur dan minim iritasi, bisa digunakan 2–3 bulan.
  • Kateter Plastik & Logam: Biasanya digunakan untuk prosedur khusus atau jangka sangat pendek.

2. Lubricating Jelly (Water-Based)

Agar proses pemasangan tidak melukai uretra, kamu memerlukan pelumas berbahan dasar air. Jelly ini membantu selang meluncur dengan lancar dan mengurangi rasa nyeri pada pasien.

3. Urine Bag

Berfungsi sebagai wadah penampung urine yang keluar dari selang. Urine bag dilengkapi dengan skala ukur untuk memantau volume urine pasien secara akurat.

4. Spuit (5-10 cc) & Aqua Steril

Dalam pemasangan kateter, kamu butuh spuit berisi air steril (Aqua Pro Injeksi). Cairan ini digunakan untuk mengisi balon di ujung kateter setelah selang masuk ke kandung kemih. Balon yang mengembang ini berfungsi sebagai pengunci agar kateter tidak merosot keluar.

5. Set Steril (Pinset, Duk Bolong, & Kassa)

Pemasangan kateter wajib dilakukan secara aseptik. Pinset digunakan untuk memegang selang tanpa menyentuhnya langsung dengan tangan, sementara duk bolong digunakan untuk membatasi area steril saat tindakan.

6. Micropore (Plester)

Setelah prosedur selesai, gunakan micropore untuk memfiksasi selang kateter pada paha pasien agar tidak tertarik secara tidak sengaja yang bisa menyebabkan trauma pada uretra.

 

Kesimpulan

Pemasangan kateter adalah keterampilan teknis yang menuntut ketelitian dan kepatuhan pada protokol sterilitas. Pemilihan ukuran kateter yang tepat serta penggunaan pelumas yang cukup sangat menentukan kenyamanan pasien dan keberhasilan prosedur. Sebagai mahasiswa kedokteran, pastikan kamu memahami fungsi tiap komponen alat di atas agar saat ujian skill lab nanti, kamu bisa melakukan tindakan secara sistematis dan aman bagi pasien.

Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!

 

Penulis: Tim Medtools.id

Daftar Pustaka:

Bickley, L. S. (2017). Bates' Guide to Physical Examination and History Taking. Lippincott Williams & Wilkins.

Potter, P. A., & Perry, A. G. (2020). Fundamentals of Nursing. Elsevier.

Thomsen, T. W., & Setnik, G. S. (2006). Male Urethral Catheterization. New England Journal of Medicine.

Bagikan Artikel:

1 Chat Tentang Artikel Ini!