Halo, sejawat calon dokter! Memasuki blok sistem respirasi atau pulmonologi, keterampilan melakukan pemeriksaan fisik paru adalah modal wajib sebelum turun ke klinik. Berbeda dengan abdomen yang menggunakan urutan IAPP, pemeriksaan dada kembali menggunakan urutan klasik yaitu Inspeksi, Palpasi, Perkusi, dan Auskultasi (IPPA).
Menguasai dasar keterampilan ini akan sangat membantumu dalam mendiagnosis berbagai kasus seperti asma, pneumonia, hingga efusi pleura. Pada artikel bagian pertama ini, kita akan fokus membedah tahapan persiapan pasien, teknik inspeksi, dan cara melakukan palpasi dada secara sistematis.

Langkah paling awal yang tidak boleh terlewatkan dalam setiap ujian OSCE adalah melakukan informed consent. Jelaskan tujuan pemeriksaan kepada pasien dengan bahasa yang mudah dipahami. Pemeriksaan paru idealnya dilakukan dengan pasien dalam posisi duduk, agar seluruh area dada depan, punggung, dan samping punggung dapat dievaluasi secara menyeluruh.
Namun, jika kondisi fisik pasien tidak memungkinkan untuk duduk mandiri, pemeriksaan tetap bisa dilakukan dalam posisi berbaring telentang. Pastikan pencahayaan ruangan cukup terang agar kelainan pada dinding dada tidak luput dari pandangan matamu.
Tahap inspeksi pada pemeriksaan fisik pulmonologi dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu inspeksi statis dan inspeksi dinamis. Pada inspeksi statis, perhatikan bentuk dada pasien secara keseluruhan saat sedang tidak mengambil napas dalam.
Nilai apakah bentuknya tampak normal, cembung seperti tong (barrel chest), menonjol ke depan (pigeon chest), atau justru mencekung ke dalam (funnel chest).
Perhatikan juga kelainan tulang belakang seperti kifosis atau skoliosis yang dapat mengganggu pengembangan kapasitas paru. Selain itu, evaluasi kondisi kulit di area dada untuk mencari adanya luka bekas operasi, pelebaran pembuluh darah vena, atau tanda-tanda peradangan.
Setelah itu, lanjutkan dengan inspeksi dinamis untuk menilai pergerakan dinding dada saat pasien bernapas. Hitung frekuensi napas (respiratory rate) secara diam-diam dalam satu menit penuh, dan perhatikan apakah ritmenya teratur atau terdapat pola napas abnormal.
Nilai kesimetrisan pergerakan dada kanan dan kiri saat pasien menarik napas (inspirasi) maupun membuang napas (ekspirasi). Amati juga apakah terdapat tanda-tanda sesak napas seperti retraksi sela iga atau penarikan dinding dada ke dalam. Terakhir, perhatikan penggunaan otot bantu napas di leher atau adanya pernapasan cuping hidung.
Palpasi dilakukan untuk mengonfirmasi temuan dari inspeksi statis dan dinamis dengan menggunakan indra perabaan tangan. Mulailah dengan menekan area dinding dada secara ringan untuk mencari letak nyeri tekan, benjolan massa abnormal, atau krepitasi (sensasi derik udara di bawah kulit).
Setelah itu, letakkan kedua telapak tanganmu di punggung pasien untuk menilai kesimetrisan ekspansi dada. Mintalah pasien menarik napas dalam, dan perhatikan pergerakan ibu jarimu. Normalnya, kedua ibu jari pemeriksa akan meregang dengan jarak yang sama ke arah luar antara sisi kanan dan kiri.
Bagian terpenting dari palpasi paru adalah pemeriksaan fremitus taktil atau vokal. Letakkan permukaan palmar atau ulnar dari kedua telapak tanganmu di dinding dada kanan dan kiri pasien secara simetris.
Mintalah pasien untuk mengucapkan kata "tujuh-tujuh" atau "sembilan-puluh-sembilan" dengan nada yang jelas dan berulang-ulang.
Rasakan getaran yang merambat ke tanganmu dari atas hingga bawah dada, baik di bagian depan maupun di area punggung. Penurunan getaran fremitus biasanya menandakan adanya cairan atau udara di rongga pleura, sedangkan peningkatannya bisa mengindikasikan adanya konsolidasi paru seperti pada pneumonia.
Menguasai inspeksi dan palpasi adalah fondasi krusial yang akan memandu temuanmu di tahap perkusi dan auskultasi selanjutnya. Pemahaman anatomi klinis serta kepekaan visual dan taktil sangat diperlukan agar tidak ada tanda klinis halus yang terlewatkan.
Menguasai teknik pemeriksaan fisik paru memerlukan jam terbang dan pemahaman klinis yang solid. Untuk mendalami materi pembelajaran skill lab kedokteran, persiapan ujian OSCE, atau berdiskusi seputar ilmu klinis secara komprehensif, kamu bisa bergabung dan menghubungi WhatsApp Medtools Academy di nomor berikut ini:
Hubungi Whatsapp MEDTOOLS ACADEMY di sini!
Jangan lupa untuk terus melatih feeling perabaanmu, dan nantikan pembahasan teknik perkusi serta auskultasi paru di artikel Part 2!
Penulis: dr. Stellon Salim, MKK
"Semangat Terus Belajarnya Dok!"
• Studocu. Pemeriksaan Fisik Paru. Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala.
• Repository UKI. Modul Instruktur Skills Lab Blok 7: Sistem Respirasi. Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia.
• Scribd. SKill Lab Sistem Respi Blok 7. Kumpulan Dokumen Klinis Mahasiswa.
• Dokumen.tips. Pemeriksaan Lab Skill Modul Kelainan Paru.
• Bickley, L. S., Szilagyi, P. G., & Hoffman, R. M. (2021). Bates' Guide to Physical Examination and History Taking, 13th Edition. Wolters Kluwer.