Halo, sejawat calon dokter! Saat memasuki stase neurologi, pemeriksaan sistem saraf tepi dan fungsi motorik menjadi keterampilan klinis yang wajib kamu kuasai di luar kepala.
Salah satu komponen paling krusial dalam pemeriksaan ini adalah evaluasi refleks fisiologis untuk mendeteksi integritas lengkung refleks pada medula spinalis pasien.
Pemeriksaan refleks sangat penting untuk membantu membedakan apakah seorang pasien mengalami lesi saraf pusat (Upper Motor Neuron) atau lesi saraf tepi (Lower Motor Neuron).
Berikut adalah 6 jenis refleks fisiologis dasar yang wajib kamu pahami untuk menaklukkan ujian OSCE saraf:
Pada anggota gerak atas, terdapat tiga jenis pemeriksaan refleks tendon dalam yang paling sering diujikan. Pertama adalah refleks bisep yang bertujuan untuk mengevaluasi saraf servikal lima dan enam (C5-C6).
Kamu harus memposisikan lengan pasien dalam keadaan semifleksi, lalu letakkan ibu jarimu di atas tendon bisep dan ketuk menggunakan palu refleks. Respons fisiologis yang diharapkan dari ketukan ini adalah kontraksi otot bisep yang menyebabkan gerakan fleksi pada siku pasien.
Kedua adalah refleks trisep yang berfungsi untuk menilai integritas persarafan servikal tujuh dan delapan (C7-C8). Fleksikan lengan pasien dengan santai di depan perut atau dada, lalu ketuk tendon trisep tepat di atas tulang olekranon untuk memicu respons ekstensi lengan bawah.
Ketiga adalah refleks brakioradialis untuk mengevaluasi akar saraf C5-C6. Ketukan lembut pada area prosesus stiloideus radius akan memicu respons supinasi dan sedikit fleksi pada lengan bawah.
Beranjak ke anggota gerak bawah, refleks patella atau knee-jerk reflex adalah primadona yang paling sering dilakukan bahkan oleh dokter umum di klinik. Refleks ini mengevaluasi lengkung refleks saraf lumbal dua hingga empat (L2-L4).
Pasien dibiarkan duduk santai dengan kaki menggantung bebas, kemudian kamu mengetuk tendon patella tepat di bawah tulang tempurung lutut. Respons normalnya adalah kontraksi otot kuadriseps femoris yang membuat tungkai bawah menyentak refleks ke arah depan atau ekstensi.
Selanjutnya adalah refleks Achilles atau ankle-jerk reflex yang bertugas menilai integritas persarafan sakral satu dan dua (S1-S2). Untuk memunculkan refleks ini, dorsofleksikan telapak kaki pasien sedikit demi sedikit untuk meregangkan tendonnya.
Setelah itu, ketuk tendon Achilles di area belakang pergelangan kaki tepat di atas tumit. Respons fisiologis normal yang akan terlihat adalah plantarfleksi kaki secara tiba-tiba akibat kontraksi otot gastroknemius.
Selain refleks tendon dalam, pemeriksaan refleks superfisial pada dinding perut juga merupakan bagian krusial dari 6 jenis refleks fisiologis esensial. Refleks kulit ini berguna untuk mengevaluasi jaras saraf tulang belakang setinggi torakal tujuh hingga dua belas (T7-T12).
Pasien diminta berbaring telentang dan rileks, lalu kamu menggores kulit dinding perut dari arah lateral menuju medial ke arah umbilikus. Gunakanlah ujung tumpul dari gagang palu refleks agar kulit pasien tidak terluka.
Goresan ini harus dilakukan secara sistematis pada keempat kuadran perut secara bergantian. Respons fisiologis yang normal adalah pusar atau umbilikus akan bergerak mencong ke arah area yang digores akibat kontraksi asimetris dari otot dinding perut.
Hilangnya refleks ini pada kedua sisi tubuh bisa menjadi petunjuk awal adanya lesi piramidal atau kerusakan pada traktus kortikospinal.
Menguasai teknik pemeriksaan keenam jenis refleks fisiologis ini membutuhkan pemahaman neuroanatomi dan latihan muscle memory tangan yang sangat baik.
Ayunan palu refleks yang tepat sasaran dan berayun bebas bertumpu pada pergelangan tangan akan menghasilkan interpretasi klinis yang akurat.
Jangan lupa untuk selalu membandingkan respons refleks antara sisi kanan dan kiri tubuh pasien untuk mencari tahu letak kelemahannya. Teruslah berlatih bersama rekan sejawat agar tanganmu semakin luwes saat berhadapan dengan penguji atau pasien yang sebenarnya.
Untuk menajamkan kemampuan pemeriksaan neurologismu, persiapan OSCE, atau pendalaman materi stase klinis lainnya, kamu bisa mendaftar kelas bimbingan via WhatsApp Medtools Academy di nomor berikut ini:
Hubungi Whatsapp MEDTOOLS ACADEMY di sini!
Penulis: dr. Stellon Salim, MKK
Halodoc. (n.d.). Refleks Fisiologis: Cek Kesehatan Sarafmu. Diakses dari https://www.halodoc.com/artikel/refleks-fisiologis-cek-kesehatan-sarafmuAlomedika. (n.d.). Pemeriksaan Refleks Fisiologis: Teknik.
Diakses dari https://www.alomedika.com/tindakan-medis/neurologi/pemeriksaan-refleks-fisiologis/teknikUltimate Privat. (n.d.). 6 Jenis Refleks Fisiologis yang Wajib Dipahami: Cara Kerja dan Fungsinya.
Diakses dari https://www.ultimateprivat.co.id/6-jenis-refleks-fisiologis-yang-wajib-dipahami-cara-kerja-dan-fungsinya/Scribd. (n.d.). REFLEKS. Diakses dari https://www.scribd.com/doc/240567847/REFLEKS-docx