Halo, sejawat calon dokter! Memasuki blok THT-KL (Telinga Hidung Tenggorok - Kepala Leher), keterampilan pemeriksaan fisik dasar menjadi modal utama yang sangat krusial. Pemeriksaan ini menuntut ketelitian visual di rongga atau saluran yang sempit dan gelap dengan bantuan pencahayaan terarah.
Di ruang ujian OSCE, penguji akan menilai caramu menggunakan alat bantu seperti lampu kepala, otoskop, dan spekulum hidung secara tepat dan aman. Mari kita ulas panduan langkah demi langkah agar kamu tampil percaya diri dan sistematis saat memeriksa pasien.

Sebelum memulai pemeriksaan, pastikan seluruh alat yang dibutuhkan sudah tersedia dan berfungsi dengan baik di meja instrumen. Lakukan anamnesis singkat, cuci tangan enam langkah WHO, dan minta informed consent kepada pasien sebelum menyentuhnya.
Komponen paling vital dalam pemeriksaan THT adalah pemakaian lampu kepala (headlamp) yang benar untuk menghasilkan fokus cahaya yang optimal. Pastikan tabung lampu berada tepat di antara kedua mata agar arah pandangan dan arah jatuhnya cahaya bisa sejajar tanpa terhalang.
Berikut adalah alat-alat yang wajib kamu siapkan di meja kerjamu:
Pemeriksaan telinga selalu dimulai dengan inspeksi dan palpasi area aurikula, preaurikuler, hingga tulang mastoid untuk mencari tanda peradangan atau nyeri tekan.
Setelah itu, gunakan otoskop atau lampu kepala dengan corong telinga untuk memvisualisasikan liang telinga (kanalis akustikus eksternus). Cara memegang aurikula sangat penting, tarik daun telinga ke arah atas dan belakang (postero-superior) pada orang dewasa untuk meluruskan anatomi liang telinga.
Saat alat sudah masuk, kamu harus mengevaluasi keadaan selaput gendang atau membran timpani secara saksama.
Berikut urutan evaluasi membran timpani yang tidak boleh terlewat:
Beralih ke hidung, mulailah dengan inspeksi bentuk luar hidung dan palpasi area sinus paranasal (frontalis, etmoidalis, maksilaris) untuk mengecek nyeri tekan. Langkah selanjutnya adalah rhinoskopi anterior menggunakan spekulum hidung yang dipegang menggunakan tangan kiri atau tangan non-dominan.
Masukkan spekulum dalam keadaan tertutup rapat, lalu buka bilahnya perlahan saat alat sudah berada di dalam rongga vestibulum nasi. Arahkan cahaya lampu kepala tepat ke dalam cavum nasi agar struktur internalnya terlihat jelas, lalu keluarkan spekulum dalam keadaan sedikit terbuka untuk mencegah bulu hidung pasien terjepit.
Berikut adalah hal-hal yang wajib kamu evaluasi pada rongga hidung:
Pemeriksaan tenggorok melibatkan evaluasi rongga mulut, mukosa pipi, palatum, lidah, hingga area orofaring. Gunakan spatel lidah yang dipegang dengan tangan kiri untuk menekan lidah pasien, sementara lampu kepala menyorot lurus ke rongga mulut.
Tekan lidah dengan lembut pada dua pertiga bagian depan agar pasien tidak merasa mual atau memicu refleks muntah (gag reflex). Mintalah pasien untuk menyebutkan "Aaa" dengan santai guna melihat pergerakan palatum mole dan uvula ke atas.
Berikut poin penting yang harus dinilai pada rongga mulut dan tenggorok:
Menguasai checklist pemeriksaan dasar THT sangat bergantung pada kedisiplinan dan pembiasaan postur tubuh yang ergonomis saat bertugas.
Kunci utamanya adalah keluwesan dalam mengatur arah cahaya dari headlamp serta kelembutan manipulasi saat memasukkan instrumen ke dalam rongga hidung dan telinga pasien.
Perbanyaklah jam terbang latihan di ruang skill lab bersama probandus agar gerakan tanganmu semakin presisi dan sistematis.
Untuk kebutuhan pembelajaran materi skill lab, persiapan evaluasi ujian OSCE, atau pendalaman kompetensi klinis kedokteran lainnya, kamu bisa langsung menghubungi WhatsApp Medtools Academy di nomor berikut ini:
Hubungi Whatsapp MEDTOOLS ACADEMY di sini!
Penulis: dr. Stellon Salim, MKK
Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. (2018). Manual Skills Lab Semester 5: Pemeriksaan Telinga Hidung Tenggorok. Surakarta: Laboratorium Keterampilan Klinis FK UNS. Diakses dari skillslab.fk.uns.ac.id.Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. (2019). Manual Skills Lab Semester 2: Pemeriksaan THT Dasar. Surakarta: Laboratorium Keterampilan Klinis FK UNS. Diakses dari skillslab.fk.uns.ac.id.Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. (2020). Ceklis THT Dasar. Surakarta: Laboratorium Keterampilan Klinis FK UNS. Diakses dari skillslab.fk.uns.ac.id.Universitas Muhammadiyah Surakarta. Skill Lab Pemeriksaan Fisik THT. Diakses dari studocu.id.Scribd. Checklist Pemeriksaan THT. Diakses dari id.scribd.com.