OSCE Preparation

Checklist Skill Lab Pemeriksaan Dasar THT untuk Mahasiswa Kedokteran

Checklist Skill Lab Pemeriksaan Dasar THT untuk Mahasiswa Kedokteran

Halo, sejawat calon dokter! Memasuki blok THT-KL (Telinga Hidung Tenggorok - Kepala Leher), keterampilan pemeriksaan fisik dasar menjadi modal utama yang sangat krusial. Pemeriksaan ini menuntut ketelitian visual di rongga atau saluran yang sempit dan gelap dengan bantuan pencahayaan terarah.

Di ruang ujian OSCE, penguji akan menilai caramu menggunakan alat bantu seperti lampu kepala, otoskop, dan spekulum hidung secara tepat dan aman. Mari kita ulas panduan langkah demi langkah agar kamu tampil percaya diri dan sistematis saat memeriksa pasien.

 

 

Persiapan Alat dan Lampu Kepala

Sebelum memulai pemeriksaan, pastikan seluruh alat yang dibutuhkan sudah tersedia dan berfungsi dengan baik di meja instrumen. Lakukan anamnesis singkat, cuci tangan enam langkah WHO, dan minta informed consent kepada pasien sebelum menyentuhnya.

Komponen paling vital dalam pemeriksaan THT adalah pemakaian lampu kepala (headlamp) yang benar untuk menghasilkan fokus cahaya yang optimal. Pastikan tabung lampu berada tepat di antara kedua mata agar arah pandangan dan arah jatuhnya cahaya bisa sejajar tanpa terhalang.

Berikut adalah alat-alat yang wajib kamu siapkan di meja kerjamu:

  1. Lampu kepala atau headlamp
  2. Otoskop dengan berbagai ukuran corong telinga
  3. Spekulum hidung (Tudicum)
  4. Spatel lidah atau tongue depressor
  5. Garpu tala frekuensi 512 Hz
  6. Pinset bayonet dan aplikator kapas

 

 

Pemeriksaan Telinga (Otoskopi)

Pemeriksaan telinga selalu dimulai dengan inspeksi dan palpasi area aurikula, preaurikuler, hingga tulang mastoid untuk mencari tanda peradangan atau nyeri tekan.

Setelah itu, gunakan otoskop atau lampu kepala dengan corong telinga untuk memvisualisasikan liang telinga (kanalis akustikus eksternus). Cara memegang aurikula sangat penting, tarik daun telinga ke arah atas dan belakang (postero-superior) pada orang dewasa untuk meluruskan anatomi liang telinga.

Saat alat sudah masuk, kamu harus mengevaluasi keadaan selaput gendang atau membran timpani secara saksama.

Berikut urutan evaluasi membran timpani yang tidak boleh terlewat:

  1. Perhatikan keutuhan membran timpani apakah intak atau terdapat perforasi
  2. Nilai warna membran timpani apakah putih mutiara, hiperemis, atau keruh
  3. Amati ada atau tidaknya pantulan refleks cahaya pada kuadran antero-inferior
  4. Evaluasi posisi membran timpani apakah normal, retraksi ke dalam, atau bulging ke luar

 

 

Pemeriksaan Hidung (Rhinoskopi Anterior)

Beralih ke hidung, mulailah dengan inspeksi bentuk luar hidung dan palpasi area sinus paranasal (frontalis, etmoidalis, maksilaris) untuk mengecek nyeri tekan. Langkah selanjutnya adalah rhinoskopi anterior menggunakan spekulum hidung yang dipegang menggunakan tangan kiri atau tangan non-dominan.

Masukkan spekulum dalam keadaan tertutup rapat, lalu buka bilahnya perlahan saat alat sudah berada di dalam rongga vestibulum nasi. Arahkan cahaya lampu kepala tepat ke dalam cavum nasi agar struktur internalnya terlihat jelas, lalu keluarkan spekulum dalam keadaan sedikit terbuka untuk mencegah bulu hidung pasien terjepit.

Berikut adalah hal-hal yang wajib kamu evaluasi pada rongga hidung:

  1. Keadaan mukosa hidung apakah hiperemis, pucat, atau kebiruan (livid)
  2. Ukuran konka inferior dan media serta warnanya
  3. Ada atau tidaknya sekret, krusta, maupun kelainan massa seperti polip
  4. Posisi tulang septum nasi apakah lurus di tengah atau terdapat deviasi

 

 

Pemeriksaan Tenggorok dan Rongga Mulut

Pemeriksaan tenggorok melibatkan evaluasi rongga mulut, mukosa pipi, palatum, lidah, hingga area orofaring. Gunakan spatel lidah yang dipegang dengan tangan kiri untuk menekan lidah pasien, sementara lampu kepala menyorot lurus ke rongga mulut.

Tekan lidah dengan lembut pada dua pertiga bagian depan agar pasien tidak merasa mual atau memicu refleks muntah (gag reflex). Mintalah pasien untuk menyebutkan "Aaa" dengan santai guna melihat pergerakan palatum mole dan uvula ke atas.

Berikut poin penting yang harus dinilai pada rongga mulut dan tenggorok:

  1. Keadaan kebersihan mukosa oral, gigi geligi, dan lidah
  2. Posisi uvula yang harus berada simetris di tengah
  3. Ukuran tonsil palatina dari T1 hingga T4 serta keberadaan detritus atau pelebaran kripta
  4. Warna mukosa dinding posterior faring dan keberadaan lendir post nasal drip

 

 

 

Kesimpulan

Menguasai checklist pemeriksaan dasar THT sangat bergantung pada kedisiplinan dan pembiasaan postur tubuh yang ergonomis saat bertugas.

Kunci utamanya adalah keluwesan dalam mengatur arah cahaya dari headlamp serta kelembutan manipulasi saat memasukkan instrumen ke dalam rongga hidung dan telinga pasien.

Perbanyaklah jam terbang latihan di ruang skill lab bersama probandus agar gerakan tanganmu semakin presisi dan sistematis.

Untuk kebutuhan pembelajaran materi skill lab, persiapan evaluasi ujian OSCE, atau pendalaman kompetensi klinis kedokteran lainnya, kamu bisa langsung menghubungi WhatsApp Medtools Academy di nomor berikut ini: 

Hubungi Whatsapp MEDTOOLS ACADEMY di sini!

 

Penulis: dr. Stellon Salim, MKK

 

 

Daftar Pustaka

 

Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. (2018). Manual Skills Lab Semester 5: Pemeriksaan Telinga Hidung Tenggorok. Surakarta: Laboratorium Keterampilan Klinis FK UNS. Diakses dari skillslab.fk.uns.ac.id.Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. (2019). Manual Skills Lab Semester 2: Pemeriksaan THT Dasar. Surakarta: Laboratorium Keterampilan Klinis FK UNS. Diakses dari skillslab.fk.uns.ac.id.Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. (2020). Ceklis THT Dasar. Surakarta: Laboratorium Keterampilan Klinis FK UNS. Diakses dari skillslab.fk.uns.ac.id.Universitas Muhammadiyah Surakarta. Skill Lab Pemeriksaan Fisik THT. Diakses dari studocu.id.Scribd. Checklist Pemeriksaan THT. Diakses dari id.scribd.com.

 

Bagikan Artikel:

1 Chat Tentang Artikel Ini!