Perlengkapan Kedokteran

Oftalmoskop Riester e-scope: Review Lengkap, Spesifikasi, dan Fungsi Aperture

Oftalmoskop Riester e-scope: Review Lengkap, Spesifikasi, dan Fungsi Aperture

Pernah mendengar istilah Funduskopi? Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat kondisi segmen posterior mata, seperti retina, diskus optik, hingga pembuluh darah. Di semester 5 atau saat memasuki stase Mata, Bro Sis akan sangat sering melakukan tindakan ini.

Untuk melakukan funduskopi yang akurat, dibutuhkan alat bernama Oftalmoskop. Salah satu merk yang menjadi gold standard bagi mahasiswa kedokteran dan dokter umum karena kualitas optiknya adalah Riester e-scope (seri 2121-200). Yuk, kita bedah spesifikasinya!

 

Mengenal Riester e-scope 2121-200

Oftalmoskop Riester seri e-scope merupakan produk orisinal asal Jerman. Alat ini dirancang portabel namun memiliki performa optik yang setara dengan alat pemeriksaan di ruang spesialis. Dengan teknologi pencahayaan yang efisien, alat ini mampu memberikan visualisasi fundus yang jernih untuk mendeteksi berbagai kelainan seperti retinopati diabetik atau hipertensif.

Fitur dan Spesifikasi Unggulan:

1. Material dan Desain Ergonomis

Badan alat terbuat dari bahan metal dan plastik berkualitas tinggi yang tahan banting. Dilengkapi dengan penjepit logam (metal clip) seperti pulpen, sehingga sangat praktis untuk diselipkan di saku jas putih Bro Sis.

2. Teknologi Pencahayaan LED 3.7 V

Berbeda dengan lampu xenon biasa yang cepat panas, e-scope menggunakan 3.7 V LED (pencahayaan kuning/putih hangat). Cahaya ini sangat ideal karena tidak menyilaukan pasien secara berlebihan namun memberikan kontras warna yang natural pada jaringan retina.

3. Roda Dioptri (Lensa Korektif)

Terdapat roda dioptri yang dapat diputar untuk menyesuaikan fokus antara mata pemeriksa dan pasien. Terdiri dari 18 lensa korektif dengan rentang +20 hingga -20 dioptri. Hal ini sangat membantu jika pemeriksa atau pasien memiliki kelainan refraksi (mata minus atau plus).

 

Memahami 6 Aperture Cahaya pada Riester

Keunggulan utama Riester 2121-200 adalah ketersediaan 6 jenis aperture yang bisa diganti sesuai kebutuhan diagnosis:

  • Small Circle: Untuk pemeriksaan pada pupil yang belum dilebarkan (miosis).
  • Large Circle: Untuk pemeriksaan fundus secara umum pada pupil yang sudah dilebarkan (midriasis).
  • Semi-circle: Digunakan untuk mengurangi pantulan cahaya (glare) pada pupil yang sempit.
  • Fixation Star: Dilengkapi garis silang (+) untuk menentukan titik fiksasi eksentrik pada pasien.
  • Red-free Filter (Hijau): Berfungsi meningkatkan kontras saat melihat pembuluh darah dan perdarahan kecil (mikroaneurisma).
  • Blue Filter: Digunakan bersama cairan fluoresens untuk mendeteksi adanya abrasi kornea atau luka pada permukaan mata.

 

Cara Penggunaan Singkat

  1. Masukkan 2 baterai AA pada gagang.
  2. Nyalakan alat melalui tombol geser on/off.
  3. Atur roda dioptri ke angka 0 sebagai titik awal.
  4. Pilih aperture (biasanya large circle untuk pemula).
  5. Lakukan pemeriksaan dengan menempelkan eyepiece pada mata Bro Sis, lalu arahkan cahaya ke pupil pasien dari jarak dekat.

Kelengkapan Produk:

Setiap pembelian unit original biasanya mencakup:

  • Unit kepala dan gagang oftalmoskop.
  • Hard case atau pouch pelindung yang elegan.
  • Buku panduan resmi Riester.

 

Kesimpulan

Oftalmoskop Riester e-scope adalah investasi jangka panjang. Kualitas lensa Jerman memastikan Bro Sis tidak cepat lelah saat melakukan auskultasi mata dan memberikan hasil diagnosis yang lebih valid.

Tertarik memiliki Oftalmoskop Riester original untuk persiapan Skill Lab atau stase Mata? Bro Sis bisa mendapatkannya dengan garansi resmi hanya di @MEDTOOLS.ID! atau Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!

Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!

 

Penulis: Andika Chris Ardiansyah

Peninjau: dr. Stellon Salim)

 

Daftar Pustaka

Bickley, L. S., Szilagyi, P. G., & Hoffman, R. M. (2021). Bates' Guide to Physical Examination and History Taking (13th ed.). Wolters Kluwer.

James, B., Bron, A. J., & Parulekar, M. V. (2017). Lecture Notes: Ophthalmology (12th ed.). Wiley-Blackwell.

Kementerian Kesehatan RI. (2022). Standar Kompetensi Dokter Indonesia: Pemeriksaan Mata dan Adneksa.

Paulsen, F., & Waschke, J. (2018). Sobotta Atlas of Human Anatomy (16th ed.). Elsevier.

Riester GmbH. (2023). E-scope Ophthalmoscope Instruction Manual. Ulm, Germany.

Bagikan Artikel:

1 Chat Tentang Artikel Ini!