Di dunia kedokteran, keterampilan melakukan Bedah Minor dan Hecting (penjahitan luka) adalah kompetensi dasar yang wajib dikuasai oleh setiap dokter umum. Tujuan utama dari hecting adalah untuk menyatukan kembali tepi luka secara anatomis, menghentikan perdarahan, mencegah infeksi, dan meminimalkan jaringan parut (estetika kosmetik).
Saat Kamu memasuki stase Ilmu Bedah di masa kepaniteraan klinik (koas), Kamu akan sering diminta menjadi asisten operasi. Di ruang operasi (OK) atau di ruang IGD, dokter konsulen bedah akan meminta instrumen dengan menyebutkan nama spesifiknya secara cepat. Mengingat alat bedah bentuknya mirip-mirip tapi fungsinya berbeda jauh, memberikan alat yang salah bisa berakibat fatal!
Agar Kamu tidak bingung atau freeze saat diminta mengambil alat, yuk kenalan dengan instrumen bedah dasar (Minor Set) berikut ini!
Scalpel adalah instrumen utama untuk membuat sayatan (insisi) pada jaringan. Alat ini terdiri dari dua bagian yang bisa dilepas-pasang: gagang (Handle/Bistouri) dan mata pisau (Blade/Mess). Mata pisau memiliki nomor yang menandakan bentuk dan fungsinya:
Di meja operasi, gunting tidak hanya satu macam. Menggunakan gunting yang salah bisa merusak jaringan atau menumpulkan alat.
Ini adalah "bintang utama" saat proses hecting. Sekilas bentuknya mirip gunting atau klem, tetapi rahangnya lebih pendek, tebal, dan bagian dalamnya bertekstur kasar (biasanya ada celah memanjang). Fungsinya mutlak hanya satu: untuk menjepit jarum bedah (suture needle) dengan kuat agar tidak tergelincir saat menembus kulit yang alot.
Pinset digunakan oleh tangan non-dominan Kamu (biasanya tangan kiri) untuk memegang, menarik, atau menstabilkan jaringan saat tangan kanan memegang Needle Holder.
Klem memiliki mekanisme pengunci (ratchet) pada gagangnya.
Ini adalah tang panjang yang ujungnya berbentuk oval dan berlubang. Fungsinya adalah untuk menjepit kassa steril (saat mendisinfeksi area operasi dengan povidone iodine) atau digunakan oleh perawat sirkuler untuk mengambil instrumen steril dari bak instrumen tanpa menyentuhnya langsung.
Untuk mahir melakukan teknik jahitan dasar seperti Simple Interrupted, Vertical Mattress, hingga Subcuticular Suture, Kamu butuh jam terbang. Dulu, mahasiswa berlatih menggunakan kulit pisang atau paha ayam. Sekarang, Kamu wajib menggunakan Suture Pad! Media berbahan silikon ini dirancang memiliki 3 lapisan yang mensimulasikan anatomi kulit manusia asli (Epidermis, Dermis, dan Subkutan/Lemak), sehingga sensasi tarikan benangnya sangat realistis.
Mengetahui nama alat dari buku teks saja tidak cukup. Muscle memory atau memori otot tanganmu harus dilatih dengan sering memegang dan memutar instrumen-instrumen tersebut secara langsung.
Biar persiapan Skill Lab dan Koas-mu makin matang, Kamu wajib punya Minor Set sendiri di rumah! Kamu bisa mendapatkan Paket Hecting Set Lengkap (sudah termasuk Needle Holder, Pinset, Scalpel, Benang, hingga Suture Pad berbagai model luka) dengan kualitas setara instrumen rumah sakit. Nggak usah pusing nyari, langsung aja Hubungi WhatsApp Medtools di sini dan amankan Hecting Kit Kamu dengan diskon spesial mahasiswa sekarang juga!
Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini
Penulis Asli: Andika Chris Ardiansyah
Peninjau: dr. Stellon Salim
Bickley LS, Szilagyi PG, Hoffman RM. (2021). Bates' Guide to Physical Examination and History Taking (13th ed.). Wolters Kluwer.
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman Standar Prosedur Operasional Keperawatan Bedah. Jakarta: Kemenkes RI.
Townsend CM, Beauchamp RD, Evers BM, Mattox KL. (2021). Sabiston Textbook of Surgery: The Biological Basis of Modern Surgical Practice (21st ed.). Elsevier.
Zollinger RM, Ellison EC. (2011). Zollinger's Atlas of Surgical Operations (9th ed.).