Saat masa preklinik, kita mungkin lebih sering fokus pada teknik pemasangan agar lulus ujian skill lab. Namun, taukah kamu kalau selang kateter memiliki banyak jenis? Memilih jenis kateter yang salah tidak hanya membuat pasien tidak nyaman, tapi juga bisa meningkatkan risiko infeksi atau trauma uretra.
Yuk, kita pelajari klasifikasi kateter urine berdasarkan bahan pembuatan dan kebutuhan penggunaannya!
Bahan pembuat kateter menentukan seberapa lama alat tersebut boleh menetap di dalam tubuh pasien:
Selain bahan, kateter juga dibedakan berdasarkan cara dan durasi penggunaannya:
Ini adalah kateter sekali pakai. Selang dimasukkan hanya untuk mengeluarkan urine saat itu juga, lalu segera dilepas setelah kandung kemih kosong.
Ini adalah jenis kateter menetap yang paling sering kamu temui di RS. Kateter ini memiliki balon di ujungnya yang diisi air steril agar selang tidak lepas.
Sesuai namanya, kateter ini tidak dimasukkan ke dalam uretra, melainkan dipasang di bagian luar penis seperti kondom.
Memahami jenis kateter adalah bagian dari kompetensi klinis yang akan sangat berguna saat kamu menjalani stase koas nanti. Pemilihan bahan kateter (lateks vs silikon) dan metode penggunaan (intermiten vs indwelling) harus selalu disesuaikan dengan diagnosis, durasi pemakaian, serta kondisi alergi pasien. Ketepatan dalam memilih jenis kateter akan sangat membantu dalam meningkatkan kualitas hidup dan kenyamanan pasienmu.
Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!
Penulis: Andika Chris Ardiansyah
Peninjau: dr. Stellon Salim
Siloam Hospitals. (2023). Mengenal Kateter Urine: Fungsi, Jenis, dan Prosedurnya.
Alodokter. (2022). Mengenal Kateter Urine Beserta Jenis dan Kondisi yang Memerlukannya.
Potter, P. A., & Perry, A. G. (2020). Fundamentals of Nursing. Elsevier Health Sciences.