Perlengkapan Kedokteran

Kenalan dengan Instrument Kateter untuk Mahasiswa Kedokteran

Kenalan dengan Instrument Kateter untuk Mahasiswa Kedokteran

Halo, sejawat calon dokter! Di stase klinik maupun saat latihan skill lab, kamu pasti akan sangat sering bersinggungan dengan prosedur kateterisasi urine. Tindakan medis ini bertujuan untuk membantu mengosongkan kandung kemih pasien yang tidak mampu buang air kecil secara normal.

Namun, sebelum mahir melakukan insersi atau pemasangannya, kamu wajib mengenali instrument kateter itu sendiri. Ada berbagai jenis dan bahan kateter yang dirancang secara spesifik sesuai dengan indikasi medis pasien. Mari kita kenalan lebih jauh dengan alat vital yang satu ini.

 

 

Jenis-Jenis Kateter Urine

Pemilihan jenis selang kateter sangat memengaruhi kenyamanan, efektivitas terapi, dan keselamatan pasienmu nanti. Jenis pertama yang paling umum kamu temui di bangsal adalah indwelling catheter atau yang lebih akrab disebut sebagai kateter Foley.

Kateter ini dilengkapi dengan balon kecil di ujungnya yang bisa dikembangkan sebagai fiksasi agar selang tidak terlepas dari leher kandung kemih.

Alat ini dirancang untuk penggunaan jangka waktu yang lebih lama, sehingga sangat ideal untuk memantau output cairan pasien rawat inap. Selain tipe menetap, ada kondisi di mana pasien hanya membutuhkan pengosongan kandung kemih sesaat.

Berikut adalah beberapa jenis instrument kateter yang wajib kamu ketahui peruntukannya:

  1. Indwelling catheter atau kateter Foley untuk pemasangan jangka panjang
  2. Intermittent catheter atau kateter Nelaton untuk pengosongan urine sekali pakai
  3. Kateter kondom atau eksternal khusus pria untuk meminimalisasi risiko infeksi invasif

 

 

Ukuran dan Pemilihan Material

Selain mengenali ragam jenisnya, kamu juga harus paham cara membaca ukuran selang pada instrument kateter. Ukuran diameter kateter menggunakan skala French (Fr), di mana semakin besar angkanya maka semakin besar pula diameter selangnya.

Ukuran standar untuk pasien dewasa biasanya berkisar antara 14 Fr hingga 16 Fr, sedangkan pada anak-anak menggunakan ukuran yang jauh lebih kecil. Memilih ukuran yang presisi akan meminimalisasi trauma, nyeri, dan luka pada mukosa uretra saat selang didorong masuk.

Material pembuatan kateter juga menjadi pertimbangan klinis yang tidak kalah penting untuk kamu evaluasi sebelum tindakan. Mayoritas kateter yang beredar terbuat dari bahan lateks karena sifatnya yang sangat lentur, fleksibel, dan harganya terjangkau.

Namun, jika pasienmu memiliki riwayat alergi terhadap lateks, kamu wajib beralih menggunakan kateter berbahan seratus persen silikon. Material silikon ini cenderung sedikit lebih kaku namun sangat biokompatibel dan aman untuk jaringan tubuh manusia dalam pemakaian jangka panjang.

 

 

 

Kesimpulan

Mengenali jenis, ukuran, dan material instrument kateter adalah langkah fundamental sebelum kamu melakukan tindakan klinis yang invasif. Jangan sampai kamu salah memilih alat karena bisa berakibat fatal pada kenyamanan dan memicu komplikasi pada pasien.

Teruslah mengeksplorasi dan mengenali berbagai alat kesehatan di ruang skill lab agar kamu tidak canggung saat harus merawat pasien di rumah sakit sesungguhnya.

Untuk melengkapi kebutuhan instrument kateter dan perlengkapan alat medis skill lab lainnya, kamu bisa langsung menghubungi WhatsApp Medtools di nomor berikut ini:  

Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!

 

Penuhi tas medismu dengan instrumen kesehatan yang lengkap dan berkualitas, Dok!

Checkout Paket Kateter Teman di sini!

 

Penulis: Andika Chris Ardiansyah

 

Daftar Pustaka

Halodoc. Ini Jenis Kateter dan Prosedur untuk Menggunakannya. Diakses dari halodoc.com/artikel/ini-jenis-kateter-dan-prosedur-untuk-menggunakannya.

Halodoc. Alat Kateter: Panduan Praktis dan Lengkap. Diakses dari halodoc.com/artikel/alat-kateter-panduan-praktis-dan-lengkap.Alodokter. Mengenali Jenis Kateter dan Prosedur Penggunaannya.

Diakses dari alodokter.com/mengenali-jenis-kateter-dan-prosedur-penggunaannya.Medical News Today. What to know about urinary catheters. Diakses dari medicalnewstoday.com/articles/324187.

Bagikan Artikel:

1 Chat Tentang Artikel Ini!