Perlengkapan Kedokteran

Jenis-Jenis Garpu Tala Berdasarkan Hz-nya!

Jenis-Jenis Garpu Tala Berdasarkan Hz-nya!

Saat belajar materi THT, kamu pasti akan sering bertemu dengan garpu tala. Alat diagnostik ini berbentuk seperti garpu dengan dua kaki (prongs) yang menghasilkan nada murni pada frekuensi tertentu saat digetarkan.

Di dunia medis, garpu tala bukan sekadar alat penghasil suara, melainkan instrumen penting untuk membedakan jenis tuli (konduktif vs sensorineural) serta menilai sensasi getar pada saraf. Namun, taukah kamu kalau tiap ukuran garpu tala memiliki nilai Hz (Hertz) yang berbeda fungsinya? Yuk, kita bahas satu per satu!

 

Jenis-Jenis Garpu Tala Berdasarkan Frekuensinya

1. 128 Hz (Frekuensi Rendah)

  • Penggunaan Utama: Lebih sering digunakan untuk pemeriksaan neurologis.
  • Karakteristik: Karena getarannya yang kuat, garpu tala ini digunakan untuk menguji sensasi getaran (vibratory sense) pada tulang panjang atau sendi, seperti pada pemeriksaan pasien diabetes untuk mendeteksi neuropati perifer.

2. 256 Hz

  • Penggunaan Utama: Digunakan untuk tes pendengaran awal (Rinne & Weber).
  • Karakteristik: Frekuensinya berada di ambang bawah pendengaran percakapan manusia. Meski bisa untuk tes pendengaran, nada yang dihasilkan terkadang masih terlalu terasa sebagai "getaran" fisik daripada suara jernih.

3. 512 Hz (Standard Emas THT)

  • Penggunaan Utama: Paling sering digunakan untuk tes Rinne, Weber, dan Schwabach.
  • Karakteristik: Ini adalah frekuensi yang paling ideal karena tidak terlalu rendah (yang bisa dirasakan sebagai getaran kulit) dan tidak terlalu tinggi (yang cepat hilang suaranya). Nada ini merepresentasikan frekuensi percakapan manusia sehari-hari.

4. 1024 Hz & 2048 Hz (Frekuensi Tinggi)

  • Penggunaan Utama: Digunakan untuk mengecek batas atas pendengaran.
  • Karakteristik: Suaranya sangat melengking dan cepat menghilang. Jarang digunakan dalam praktik klinis dasar, namun penting untuk diagnostik khusus pada gangguan pendengaran nada tinggi.

 

6 Jenis Tes Garpu Tala yang Wajib Kamu Kuasai

Setelah tahu jenis Hz-nya, kamu juga harus hafal 6 tes dasar ini untuk persiapan OSCE:

  1. Tes Batas Atas & Bawah: Menentukan rentang frekuensi yang masih bisa didengar pasien.
  2. Tes Rinne: Membandingkan hantaran udara (AC) dan hantaran tulang (BC) pada satu telinga.
  3. Tes Weber: Membandingkan hantaran tulang antara telinga kanan dan kiri untuk mencari lateralisasi.
  4. Tes Schwabach: Membandingkan hantaran tulang pasien dengan pemeriksa (yang dianggap normal).
  5. Tes Bing (Tes Oklusi): Menilai efek penutupan liang telinga luar terhadap intensitas suara yang didengar melalui tulang.
  6. Tes Stenger: Digunakan untuk mendeteksi simulasi (tuli bohong-bohongan/anorganik) pada satu telinga.

Kesimpulan

Memilih garpu tala dengan frekuensi yang tepat adalah kunci akurasi diagnosis. Untuk pemeriksaan pendengaran standar, pastikan kamu menggunakan 512 Hz agar hasilnya valid dan objektif. Pemahaman mendalam tentang cara kerja tiap tes garpu tala akan sangat membantumu memberikan penanganan yang tepat bagi pasien dengan gangguan pendengaran maupun neurologis.

Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!

Penulis: Andika Chris Ardiansyah

Peninjau: dr. Stellon Salim

 

 

Daftar Pustaka:

Adams, G. L., Boies, L. R., & Higler, P. A. (2012). Boies Buku Ajar Penyakit THT. EGC.

Bickley, L. S. (2017). Bates' Guide to Physical Examination and History Taking. Lippincott Williams & Wilkins.

Soepardi, E. A., dkk. (2017). Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala & Leher. FKUI.

Bagikan Artikel:

1 Chat Tentang Artikel Ini!