Alat Kesehatan

Jenis-Jenis Alat Pemeriksaan THT dan Fungsinya!

Jenis-Jenis Alat Pemeriksaan THT dan Fungsinya!

Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) adalah bagian tubuh yang memainkan peran vital dalam komunikasi, pernapasan, dan keseimbangan. Bagi kamu mahasiswa kedokteran, memahami instrumen THT bukan sekadar untuk lulus Skill Lab, tapi merupakan modal utama untuk melakukan diagnosis yang tepat pada organ-organ yang strukturnya sempit dan tersembunyi ini.

Pada artikel ini, Medi akan membahas berbagai jenis alat THT yang akan sering kamu temui dalam praktik klinik beserta fungsinya masing-masing.

 

Daftar Alat Pemeriksaan THT Dasar

1. Otoskop

Otoskop berbentuk seperti senter kecil dengan corong (speculum) di ujungnya. Alat ini dilengkapi dengan sumber cahaya dan lensa pembesar.

  • Fungsi: Untuk melihat saluran telinga luar (ear canal) dan integritas membran timpani (gendang telinga) secara jelas.

2. Rinoskop (Spekulum Hidung)

Rinoskop (biasanya berupa spekulum hidung manual) digunakan untuk melebarkan lubang hidung agar cahaya bisa masuk lebih maksimal.

  • Fungsi: Memeriksa rongga hidung bagian dalam, melihat septum (sekat hidung), dan kondisi konka (inferior meatus) apakah ada peradangan atau polip.

3. Laringoskop

Laringoskop terdiri dari dua komponen utama: Handle (pegangan) dan Blade (bilah).

  • Fungsi: Digunakan untuk melihat laring (kotak suara) secara langsung. Dalam kondisi darurat, alat ini sangat vital untuk membantu proses intubasi (pemasangan selang napas).

4. Spatel Lidah (Tongue Depressor)

Alat sederhana ini bisa terbuat dari logam atau kayu sekali pakai.

  • Fungsi: Menekan lidah ke bawah agar kamu bisa melihat orofaring, tonsil, dan uvula pasien dengan lebih jelas tanpa terhalang lidah.

5. Pinset Bayonet (Nasal Forceps)

Pinset ini memiliki desain yang menekuk seperti sangkur (bayonet) agar tangan pemeriksa tidak menutupi pandangan saat bekerja di lubang hidung yang sempit.

  • Fungsi: Menjepit kassa atau mengambil benda asing (corpus alienum) di dalam hidung atau telinga.

6. Kaca Laring (Laryngeal Mirror)

Berbentuk cermin kecil bertangkai panjang. Sebelum digunakan, kaca ini biasanya dipanaskan sedikit agar tidak berembun saat masuk ke mulut pasien.

  • Fungsi: Untuk melakukan teknik Laringoskopi Indirek, yaitu melihat pantulan struktur laring dan faring tanpa memasukkan alat besar ke tenggorokan.

7. Hartmann Alligator (Ear Forceps)

Alat ini memiliki ujung yang sangat kecil dengan mekanisme seperti mulut buaya.

  • Fungsi: Sangat efektif untuk menjepit dan menarik benda asing atau kotoran telinga yang keras di area yang sangat dalam dan sempit.

 

Kesimpulan

Setiap instrumen THT dirancang secara spesifik untuk menjangkau struktur anatomi yang sulit dilihat secara kasat mata. Sebagai calon dokter, mahir menggunakan alat-alat ini akan sangat membantumu dalam melakukan pemeriksaan fisik yang komprehensif. Pastikan kamu terus berlatih koordinasi tangan dan mata agar pemeriksaan tetap nyaman bagi pasien.

Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!

Penulis: Tim Medtools.id

Daftar Pustaka:

Adams, G. L., Boies, L. R., & Higler, P. A. (2012). Boies Buku Ajar Penyakit THT. EGC.

Bickley, L. S. (2017). Bates' Guide to Physical Examination and History Taking. Lippincott Williams & Wilkins.

Probst, R., Grevers, G., & Iro, H. (2017). Basic Otorhinolaryngology: A Step-by-Step Learning Guide. Thieme.

Bagikan Artikel:

1 Chat Tentang Artikel Ini!