Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) adalah bagian tubuh yang memainkan peran vital dalam komunikasi, pernapasan, dan keseimbangan. Bagi kamu mahasiswa kedokteran, memahami instrumen THT bukan sekadar untuk lulus Skill Lab, tapi merupakan modal utama untuk melakukan diagnosis yang tepat pada organ-organ yang strukturnya sempit dan tersembunyi ini.
Pada artikel ini, Medi akan membahas berbagai jenis alat THT yang akan sering kamu temui dalam praktik klinik beserta fungsinya masing-masing.
Otoskop berbentuk seperti senter kecil dengan corong (speculum) di ujungnya. Alat ini dilengkapi dengan sumber cahaya dan lensa pembesar.
Rinoskop (biasanya berupa spekulum hidung manual) digunakan untuk melebarkan lubang hidung agar cahaya bisa masuk lebih maksimal.
Laringoskop terdiri dari dua komponen utama: Handle (pegangan) dan Blade (bilah).
Alat sederhana ini bisa terbuat dari logam atau kayu sekali pakai.
Pinset ini memiliki desain yang menekuk seperti sangkur (bayonet) agar tangan pemeriksa tidak menutupi pandangan saat bekerja di lubang hidung yang sempit.
Berbentuk cermin kecil bertangkai panjang. Sebelum digunakan, kaca ini biasanya dipanaskan sedikit agar tidak berembun saat masuk ke mulut pasien.
Alat ini memiliki ujung yang sangat kecil dengan mekanisme seperti mulut buaya.
Setiap instrumen THT dirancang secara spesifik untuk menjangkau struktur anatomi yang sulit dilihat secara kasat mata. Sebagai calon dokter, mahir menggunakan alat-alat ini akan sangat membantumu dalam melakukan pemeriksaan fisik yang komprehensif. Pastikan kamu terus berlatih koordinasi tangan dan mata agar pemeriksaan tetap nyaman bagi pasien.
Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!
Penulis: Tim Medtools.id
Adams, G. L., Boies, L. R., & Higler, P. A. (2012). Boies Buku Ajar Penyakit THT. EGC.
Bickley, L. S. (2017). Bates' Guide to Physical Examination and History Taking. Lippincott Williams & Wilkins.
Probst, R., Grevers, G., & Iro, H. (2017). Basic Otorhinolaryngology: A Step-by-Step Learning Guide. Thieme.