Siapa di sini yang sebentar lagi akan masuk ke materi sirkumsisi? Sirkumsisi, atau yang lebih dikenal sebagai khitan/sunat, secara medis adalah prosedur pemotongan sebagian atau seluruh kulit penutup (preputium) penis hingga glans penis dan corona radiata terlihat jelas.
Selain alasan budaya dan agama, sirkumsisi sangat penting untuk menjaga higienitas. Preputium yang tidak disunat seringkali menjadi tempat penumpukan smegma, yang jika tidak dibersihkan dengan baik, dapat menjadi media pertumbuhan bakteri penyebab infeksi.
Agar kamu mahir saat ujian OSCE nanti, yuk kita kenali instrumen apa saja yang wajib kamu siapkan untuk latihan!
Sirkumsisi membutuhkan sekumpulan instrumen bedah minor yang memiliki fungsi spesifik. Berikut adalah isi dari sirkumsisi set yang ideal:
Anestesi blok atau infiltrasi adalah tahap paling krusial. Biasanya kamu akan menggunakan spuit ukuran 1 cc atau 3 cc untuk menyuntikkan lidokain di area pangkal penis (saraf dorsal penis).
Untuk sirkumsisi, kamu wajib menggunakan benang yang dapat diserap oleh tubuh (absorbable), yaitu Catgut Chromic. Dengan benang ini, pasien tidak perlu kembali ke dokter hanya untuk angkat jahitan, karena benang akan menyatu dengan jaringan.
Untuk menjaga prinsip aseptik, area tindakan harus dibatasi dengan duk bolong. Hal ini memastikan hanya area penis yang terpapar, sementara area sekitarnya tetap steril.
Setelah prosedur selesai, luka harus ditutup rapi menggunakan kasa steril dan plester (seperti Hypafix) untuk melindunginya dari kontaminasi luar dan menjaganya tetap kering.
Tentu saja, kamu butuh media latihan yang realistis! Menggunakan manekin sirkumsisi memungkinkan kamu melatih koordinasi tangan, teknik memotong, hingga cara menjahit (hecting) berkali-kali sampai mahir tanpa risiko melukai pasien asli.
Mahir melakukan sirkumsisi memerlukan jam terbang dan pemahaman alat yang mendalam. Dengan menyiapkan instrumen yang lengkap dan berlatih rutin menggunakan manekin, kamu akan lebih percaya diri saat menghadapi ujian OSCE maupun saat melakukan tindakan di lapangan nanti. Selalu ingat prinsip sterilitas, karena area genitalia sangat sensitif terhadap infeksi.
Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!
Penulis: Andika Chris Ardiansyah
Peninjau: dr. Stellon Salim
Snodgrass, W. T. (2013). Pediatric Urology: Evidence for Optimal Care. Springer.
Purnomo, B. B. (2014). Dasar-Dasar Urologi. Sagung Seto.
World Health Organization. (2009). Manual for Male Circumcision under Local Anaesthesia.