OSCE Preparation

Alat-Alat yang Wajib Kamu Punya untuk Skill Lab THT

Alat-Alat yang Wajib Kamu Punya untuk Skill Lab THT

Skill lab THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorok) merupakan salah satu stase praktikum krusial yang akan kamu hadapi pada semester 5 atau 6. Di sini, kamu tidak hanya belajar anatomi dan penyakitnya, tetapi juga cara mendiagnosis, melakukan tata laksana awal, hingga mengedukasi pasien.

Karena area pemeriksaan THT melibatkan rongga tubuh yang sempit dan minim cahaya, kamu membutuhkan seperangkat alat khusus. Pada artikel ini, Medi akan membahas daftar alat yang wajib kamu miliki agar lancar berlatih dan sukses lulus ujian OSCE skill lab THT! Let's go!

1. Otoskop

Otoskop adalah alat genggam berbentuk seperti pena besar dengan corong (speculum) dan lampu di ujungnya.

  • Fungsi: Digunakan untuk mengeksplorasi liang telinga (kanalis akustikus eksternus) dan melihat kondisi gendang telinga (membran timpani).
  • Pentingnya di Klinik: Gendang telinga adalah "jendela" untuk melihat kondisi telinga tengah. Dengan otoskop, kamu bisa mendiagnosis kondisi abnormal seperti infeksi (Otitis Media), penumpukan cairan, atau perforasi (robekan) pada membran timpani.

2. Garpu Tala (Tuning Fork)

Garpu tala adalah instrumen berujung dua jari gigi metal yang dapat beresonansi dan menghasilkan frekuensi suara tertentu jika diketukkan. Untuk pemeriksaan THT, frekuensi standar yang paling sering digunakan adalah 512 Hz.

  • Fungsi: Membantu dokter membedakan jenis gangguan pendengaran pasien, apakah itu Tuli Konduktif (gangguan hantaran suara) atau Tuli Sensorineural (gangguan saraf).
  • Penggunaan: Alat ini adalah kunci utama untuk melakukan tes pendengaran dasar seperti Tes Rinne, Tes Weber, dan Tes Schwabach.

3. Spatula Lidah (Tongue Depressor / Tongue Spatel)

Sesuai namanya, ini adalah alat pipih yang digunakan untuk menekan lidah pasien ke bawah.

  • Fungsi: Membuka pandangan agar kamu bisa melihat kondisi rongga mulut, tonsil (amandel), dan faring (tenggorok belakang) dengan jelas tanpa terhalang oleh pangkal lidah.
  • Jenis:
  1. Spatula Lidah Kayu: Bersifat disposable (sekali pakai langsung buang).
  2. Spatula Lidah Stainless Steel: Lebih kuat dan bisa digunakan berkali-kali, namun wajib disterilisasi dengan baik setelah digunakan.

4. Kaca Laring (Laryngeal Mirror)

Alat ini memiliki bentuk seperti sumpit dengan kaca kecil bersudut di bagian ujungnya, mirip seperti kaca pemeriksaan dokter gigi.

  • Fungsi: Digunakan untuk dua prosedur utama:
  1. Laringoskopi Indirek: Mengamati anatomi laring dan pergerakan pita suara di area tenggorok bawah.
  2. Rinoskopi Posterior: Memeriksa rongga hidung bagian belakang (nasofaring) dengan cara memasukkan kaca menghadap ke atas lewat belakang anak tekak (uvula).

5. THT Set Ekstraktor (Set Instrumen Dasar THT)

THT Set adalah dompet atau pouch yang berisi sekumpulan instrumen baja nirkarat (stainless steel) yang didesain khusus untuk manuver di area THT, seperti ekstraksi benda asing atau membersihkan kotoran telinga (serumen).

Dalam satu set standar, biasanya terdiri dari instrumen berikut:

  • Vienna Nasal Speculum (Spekulum untuk membuka lubang hidung)
  • Jansen Nasal Forceps (Pinset hidung)
  • Wilde Ear Forceps (Pinset telinga/Pinset bayonet)
  • Ear Speculum (Corong telinga berbagai ukuran)
  • Hartmann Ear Forceps (Pinset buaya untuk telinga)
  • Cotton Applicator (Aplikator kapas untuk membersihkan liang telinga/hidung)
  • Cerumen Hook (Pengait untuk menarik kotoran telinga keras)
  • Cerumen Ring (Cincin untuk mengeluarkan kotoran telinga)
  • Tongue Spatel (Penekan lidah logam)

 

Kesimpulan

Berlatih pemeriksaan fisik THT sangat membutuhkan jam terbang (muscle memory), terutama dalam memegang otoskop atau memasukkan kaca laring tanpa memicu refleks muntah (gag reflex) pada pasien. Memiliki alat-alat THT sendiri akan sangat memudahkanmu untuk berlatih kapan saja di rumah, baik bersama teman sejawat maupun menggunakan manekin, sehingga kamu lebih pede saat ujian OSCE nanti!

Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!

 

Penulis: Andika Chris Ardiansyah

Peninjau: dr. Stellon Salim

#prepareadoctor

 

Daftar Pustaka:

Soepardi, E. A., et al. (2012). Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala & Leher. Edisi ke-7. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Bickley, L. S. (2017). Bates' Guide to Physical Examination and History Taking. Lippincott Williams & Wilkins.

Bagikan Artikel:

1 Chat Tentang Artikel Ini!