OSCE Preparation

6 Langkah Cuci Tangan yang Benar Sesuai Standar WHO

6 Langkah Cuci Tangan yang Benar Sesuai Standar WHO

Halo! Dalam dunia medis, tangan adalah perantara utama penyebaran mikroba. Semua kegiatan medis, mulai dari palpasi sederhana, pemasangan infus, hingga tindakan bedah, wajib diawali dengan cuci tangan.

World Health Organization (WHO) telah menetapkan standar hand hygiene yang bertujuan memastikan seluruh permukaan tangan, termasuk area yang sering terlewat seperti sela jari dan bawah kuku, benar-benar bersih dari patogen.

 

Panduan 6 Langkah Mencuci Tangan Menurut WHO

Prosedur mencuci tangan dengan air dan sabun (handwash) membutuhkan waktu sekitar 40-60 detik. Berikut adalah langkah-langkah yang harus kamu kuasai:

  1. Basahi tangan dengan air mengalir dan tuangkan sabun secukupnya hingga menutupi seluruh permukaan tangan.
  2. Langkah 1: Gosok kedua telapak tangan dengan gerakan memutar.
  3. Langkah 2: Gosok punggung tangan kiri dengan telapak tangan kanan (jari saling berpautan), dan lakukan hal yang sama pada tangan sebaliknya.
  4. Langkah 3: Gosok kedua telapak tangan dengan jari-jari yang saling berpautan untuk membersihkan sela-sela jari.
  5. Langkah 4: Letakkan punggung jari pada telapak tangan satunya dengan jari saling mengunci (gerakan mengunci).
  6. Langkah 5: Jempol kiri digosok memutar oleh telapak kanan, dan sebaliknya.
  7. Langkah 6: Gosok ujung jari/kuku kanan secara memutar di telapak tangan kiri, dan sebaliknya.
  8. Bilas dengan air mengalir, keringkan dengan tisu sekali pakai, dan gunakan tisu tersebut untuk menutup keran agar tanganmu tidak terkontaminasi lagi.

 

Bagaimana Jika Tidak Ada Air dan Sabun?

Jika tangan tidak tampak kotor secara kasat mata, kamu bisa menggunakan handrub berbahan dasar alkohol (hand sanitizer). Namun, perlu diingat bahwa penggunaan sabun dan air mengalir tetap jauh lebih efektif untuk membunuh spora tertentu (seperti C. difficile).

Berdasarkan studi, komposisi hand sanitizer yang paling efektif untuk kamu gunakan adalah yang mengandung:

  • 60% hingga 85% etanol.
  • 60% hingga 80% isopropanol.

Diskusi: Sebagai mahasiswa kedokteran, bolehkah kita hanya menggunakan hand sanitizer sebelum tindakan medis? Jawabannya: Tergantung tindakannya. Untuk pemeriksaan fisik rutin tanpa luka terbuka, handrub diperbolehkan. Namun, untuk tindakan invasif atau jika tangan terpapar cairan tubuh pasien, mencuci tangan dengan sabun (handwash) adalah keharusan!

 

Kesimpulan

Menguasai 6 langkah cuci tangan WHO bukan hanya soal lulus ujian OSCE, tapi soal integritasmu dalam menjaga keselamatan pasien. Pastikan kamu selalu menerapkan "5 Moments of Hand Hygiene" saat di rumah sakit nanti. Ingat, tangan yang bersih adalah langkah awal dari penyembuhan pasienmu!

Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!

Penulis: Andika Chris Ardiansyah

Peninjau: dr. Stellon Salim

Daftar Pustaka:

World Health Organization. (2009). WHO Guidelines on Hand Hygiene in Health Care.

CDC. (2020). Hand Hygiene in Healthcare Settings.

NCBI. Hand Hygiene: Back to the Basics of Infection Control.

Bagikan Artikel:

1 Chat Tentang Artikel Ini!