Halo! Dalam dunia medis, tangan adalah perantara utama penyebaran mikroba. Semua kegiatan medis, mulai dari palpasi sederhana, pemasangan infus, hingga tindakan bedah, wajib diawali dengan cuci tangan.
World Health Organization (WHO) telah menetapkan standar hand hygiene yang bertujuan memastikan seluruh permukaan tangan, termasuk area yang sering terlewat seperti sela jari dan bawah kuku, benar-benar bersih dari patogen.
Prosedur mencuci tangan dengan air dan sabun (handwash) membutuhkan waktu sekitar 40-60 detik. Berikut adalah langkah-langkah yang harus kamu kuasai:
Jika tangan tidak tampak kotor secara kasat mata, kamu bisa menggunakan handrub berbahan dasar alkohol (hand sanitizer). Namun, perlu diingat bahwa penggunaan sabun dan air mengalir tetap jauh lebih efektif untuk membunuh spora tertentu (seperti C. difficile).
Berdasarkan studi, komposisi hand sanitizer yang paling efektif untuk kamu gunakan adalah yang mengandung:
Diskusi: Sebagai mahasiswa kedokteran, bolehkah kita hanya menggunakan hand sanitizer sebelum tindakan medis? Jawabannya: Tergantung tindakannya. Untuk pemeriksaan fisik rutin tanpa luka terbuka, handrub diperbolehkan. Namun, untuk tindakan invasif atau jika tangan terpapar cairan tubuh pasien, mencuci tangan dengan sabun (handwash) adalah keharusan!
Menguasai 6 langkah cuci tangan WHO bukan hanya soal lulus ujian OSCE, tapi soal integritasmu dalam menjaga keselamatan pasien. Pastikan kamu selalu menerapkan "5 Moments of Hand Hygiene" saat di rumah sakit nanti. Ingat, tangan yang bersih adalah langkah awal dari penyembuhan pasienmu!
Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!
Penulis: Andika Chris Ardiansyah
Peninjau: dr. Stellon Salim
World Health Organization. (2009). WHO Guidelines on Hand Hygiene in Health Care.
CDC. (2020). Hand Hygiene in Healthcare Settings.
NCBI. Hand Hygiene: Back to the Basics of Infection Control.