Bagi kamu mahasiswa kedokteran atau tenaga medis pemula, saat mempelajari modul penanganan gawat darurat darurat (PPGD), salah satu alat yang akan sangat sering kamu temui adalah kain mitella.
Alat sederhana ini memiliki peran yang sangat krusial dalam pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Yuk, kita kenali lebih jauh apa itu mitella, jenis-jenisnya, fungsi utamanya, dan tentu saja, bagaimana cara menggunakannya dengan teknik yang tepat!
Mitella adalah pembalut medis berbentuk segitiga siku-siku sama kaki yang umumnya terbuat dari kain berwarna putih. Alat ini adalah perlengkapan wajib dalam tas pertolongan pertama. Fungsi utamanya adalah sebagai penyangga lengan (gandongan) yang cedera, pembalut kepala, hingga pengikat bidai. Mitella sangat diandalkan dalam situasi darurat untuk menstabilkan anggota tubuh pasien yang terluka sebelum mereka mendapatkan penanganan radiologi atau bedah lebih lanjut.
Berdasarkan bahan material dan peruntukannya, mitella dapat dibedakan menjadi tiga jenis utama:
Dalam praktik klinis, mitella memiliki tiga fungsi pertolongan pertama yang sangat penting:
Menggunakan mitella tidak boleh asal ikat. Berikut adalah 4 langkah standar medis untuk memasang mitella pada lengan yang cedera:
Pastikan kain mitella dalam kondisi bersih. Tenangkan pasien dan minta mereka untuk duduk tegak. Bantu pasien memegang lengan yang cedera secara perlahan dan letakkan menyilang di depan dada mereka (posisi siku ditekuk sekitar 90 derajat).
Buka lipatan mitella secara penuh hingga membentuk segitiga. Selipkan perlahan satu ujung kain mitella ke bawah lengan pasien yang cedera, lalu tarik ujung tersebut ke atas menuju bahu yang sehat (bahu yang berlawanan). Biarkan sisa kain menjuntai ke bawah menutupi lengan yang cedera.
Tarik ujung bawah kain mitella ke atas, melewati siku dan lengan yang cedera, menuju bahu di sisi yang cedera. Pertemukan kedua ujung kain tersebut di belakang leher pasien (atau sedikit menyamping ke arah bahu yang sehat agar simpul tidak menekan tulang belakang leher), lalu ikat dengan simpul mati ganda yang kuat.
Pastikan posisi tangan sedikit lebih tinggi dari siku untuk mencegah pembengkakan (edema) akibat penumpukan darah. Rapikan sisa sudut kain yang berada di area siku; kamu bisa melipatnya ke depan dan menyematkannya menggunakan peniti agar rapi dan menopang siku dengan sempurna.
Dengan memahami fungsi medis dan menguasai cara penggunaan mitella, kamu sebagai calon tenaga medis dapat memberikan pertolongan pertama yang cepat, efektif, dan aman. Ingat, teori saja tidak cukup. Teruslah melakukan simulasi praktik langsung bersama teman sejawat agar pergerakan tanganmu semakin luwes saat menghadapi kondisi gawat darurat sesungguhnya.
Kamu butuh kain mitella, arm sling, atau tas first aid kit lengkap untuk kebutuhan latihan lab skill dan praktik klinis? Langsung saja hubungi Medtools.id melalui WhatsApp (Medi). Tim kami selalu siap menyediakan peralatan medis berkualitas standar rumah sakit untuk menunjang perjalananmu menjadi tenaga medis yang andal!
Semangat terus belajarnya, calon tenaga medis profesional!
Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!
Penulis: Andika Chris Ardiansyah
Peninjau: dr. Stellon Salim
Alodokter. (n.d.). Prinsip Dasar dan Peralatan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan.
Fitinline. (n.d.). Mengenal Kain Mitella dan Fungsinya.
Kumparan. (n.d.). Penggunaan Mitella pada Pertolongan Pertama.
Medicalogy. (n.d.). Jenis-jenis Pembalut Luka dan Mitella.
Repsi Gama. (n.d.). Modul Penanganan Gawat Darurat: Balut Bidai.