OSCE Preparation

Checklist Skill Lab Pemeriksaan Dasar Mata untuk Mahasiswa Kedokteran

Checklist Skill Lab Pemeriksaan Dasar Mata untuk Mahasiswa Kedokteran

keterampilan klinis yang wajib kamu kuasai adalah pemeriksaan dasar mata. Organ mata memiliki struktur anatomi yang sangat kompleks namun ukurannya kecil, sehingga membutuhkan ketelitian ekstra saat diperiksa secara fisik.

Pada ujian OSCE, penguji akan menilai kemahiranmu menggunakan instrumen dasar dan sistematika kerjamu dalam mengevaluasi fungsi visual pasien.

Oleh karena itu, mari kita bedah panduan langkah demi langkah agar kamu bisa melakukan pemeriksaan mata secara terstruktur dan komprehensif.

 

Persiapan Alat dan Tajam Penglihatan

Pemeriksaan mata selalu diawali dengan evaluasi fungsi tajam penglihatan atau visus sebelum melakukan manipulasi fisik pada bola mata pasien. Persiapkan alat-alat dasar di meja kerjamu, seperti Snellen chart, occluder atau penutup mata, penlight atau senter medis, dan trial frame jika tersedia.

Lakukan cuci tangan enam langkah WHO, sapa pasien dengan ramah, dan jangan lupa lakukan informed consent terkait prosedur yang akan dilakukan. Pemeriksaan visus dilakukan pada satu mata secara bergantian, umumnya dimulai dari mata kanan atau mata yang tidak memiliki keluhan visual.

Berikut adalah urutan langkah pemeriksaan tajam penglihatan dasar:

  1. Posisikan pasien duduk nyaman pada jarak enam meter dari Snellen chart
  2. Tutup salah satu mata pasien menggunakan occluder tanpa menekan bola mata
  3. Minta pasien membaca huruf dari baris terbesar hingga baris terkecil yang masih bisa terbaca dengan jelas
  4. Catat hasil visus dalam bentuk fraksi sesuai baris terakhir yang terbaca
  5. Lakukan uji hitung jari pada jarak satu hingga enam meter jika pasien tidak bisa membaca huruf terbesar
  6. Gunakan uji lambaian tangan jika pasien tidak bisa menghitung jari sama sekali
  7. Lakukan uji persepsi cahaya dengan penlight sebagai langkah terakhir evaluasi tajam penglihatan

 

 

Inspeksi Segmen Anterior Mata

Setelah fungsi penglihatan dinilai, langkah selanjutnya adalah melakukan inspeksi pada struktur segmen anterior bola mata dan adneksa sekitarnya. Kamu akan sangat bergantung pada penlight untuk memberikan pencahayaan fokal pada area mata yang sedang dievaluasi.

Mintalah pasien untuk melihat lurus ke depan, ke atas, atau ke bawah sesuai dengan struktur anatomi yang ingin kamu periksa secara detail. Evaluasi ini bertujuan untuk mencari adanya tanda kemerahan, sekret, kelainan bentuk, atau kekeruhan pada media refraksi.

Perhatikan panduan observasi segmen anterior berikut ini agar tidak ada yang terlewat saat ujian:

  1. Amati kesimetrisan kelopak mata, kebersihan bulu mata, dan kelenjar air mata
  2. Tarik kelopak mata ke bawah untuk menilai konjungtiva tarsal dan bulbar dari tanda anemis atau hiperemis
  3. Arahkan senter dari samping untuk menilai kejernihan kornea dan kedalaman bilik mata depan
  4. Perhatikan warna iris dan pastikan bentuknya bulat sempurna tanpa adanya sinekia
  5. Sinari pupil secara langsung untuk menilai refleks cahaya langsung atau miosis
  6. Sinari satu pupil sambil mengamati pupil sebelahnya untuk menilai refleks cahaya tidak langsung

 

 

Lapang Pandang dan Pergerakan Bola Mata

Pemeriksaan dasar mata juga mencakup evaluasi lapang pandang secara kasar dan pergerakan otot-otot ekstraokular atau otot penggerak bola mata.

Uji lapang pandang biasanya menggunakan tes konfrontasi, di mana pemeriksa membandingkan lapang pandang pasien dengan lapang pandangnya sendiri secara objektif.

Sementara itu, pemeriksaan pergerakan bola mata bertujuan untuk mendeteksi adanya kelumpuhan otot mata, strabismus, atau nistagmus patologis. Minta pasien untuk tetap menjaga posisi kepalanya lurus ke depan dan hanya matanya saja yang bergerak mengikuti target alat periksa.

Berikut urutan pemeriksaan yang perlu masuk ke dalam checklist kepalamu:

  1. Duduk sejajar berhadapan dengan pasien pada jarak sekitar enam puluh sentimeter
  2. Lakukan tes konfrontasi dengan menggerakkan jari tangan dari perifer ke sentral pada empat kuadran
  3. Pastikan pasien melihat jarimu secara bersamaan dengan saat kamu melihatnya
  4. Gunakan ujung jari atau penlight sebagai target untuk tes pergerakan bola mata
  5. Gerakkan target membentuk pola huruf H yang lebar di depan pasien
  6. Amati apakah kedua bola mata mampu bergerak bebas ke enam arah kardinal tanpa hambatan

 

 

Kesimpulan

Menguasai checklist pemeriksaan dasar mata membutuhkan rutinitas latihan agar urutan sistematisnya terekam kuat di dalam memori ototmu. Keluwesan memegang penlight dan occluder akan sangat memengaruhi kenyamanan pasien serta penilaian penguji saat ujian OSCE nanti.

Teruslah berlatih bersama teman sekelompokmu dan biasakan mendeskripsikan setiap temuan klinis menggunakan terminologi oftalmologi yang tepat dan baku.

Untuk menunjang kebutuhan pembelajaran materi skill lab, persiapan ujian kompetensi klinis, atau pendalaman ilmu kedokteran lainnya, kamu bisa langsung menghubungi WhatsApp Medtools Academy di nomor berikut ini:

Hubungi Whatsapp MEDTOOLS ACADEMY di sini!

 

Penulis: dr. Stellon Salim, MKK

 

 

Daftar Pustaka

 

Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. (2018). Manual Skills Lab Semester 5: Pemeriksaan Mata. Surakarta: Laboratorium Keterampilan Klinis FK UNS. Diakses dari skillslab.fk.uns.ac.id.Fakultas Kedokteran UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Modul Pemeriksaan Mata (Eye Examination). Diakses dari studocu.id.Scribd. Check List Pemeriksaan Fisik Mata dan Funduskopi. Diakses dari id.scribd.com.American Academy of Ophthalmology (AAO). Eye Exams 101: What to Expect. Diakses dari aao.org.

 

 

Bagikan Artikel:

1 Chat Tentang Artikel Ini!