Halo, sejawat calon dokter! Memasuki blok dermatovenerologi atau sistem integumen, salah satu keterampilan klinis yang wajib kamu kuasai adalah pemeriksaan dasar kulit. Berbeda dengan sistem organ tubuh lainnya yang tersembunyi, kelainan pada organ kulit dapat langsung terlihat oleh mata telanjang.
Namun, tantangan terbesarnya justru terletak pada kemampuan mendeskripsikan apa yang kita lihat menggunakan terminologi medis yang baku dan tepat. Penguji OSCE akan menilai ketajaman observasimu dalam mengidentifikasi efloresensi atau wujud kelainan kulit.
Oleh karena itu, mari kita bedah panduan langkah demi langkah agar kamu bisa melakukan pemeriksaan kulit secara sistematis dan komprehensif.
Sebelum menyentuh pasien, persiapan ruangan yang memadai adalah syarat mutlak dalam pemeriksaan dermatologi. Pastikan ruang periksa memiliki pencahayaan yang terang, idealnya menggunakan cahaya putih atau cahaya matahari alami agar warna lesi kulit tidak terdistorsi.
Lakukan cuci tangan enam langkah WHO, perkenalkan diri, dan selalu minta informed consent kepada pasien sebelum meminta mereka menyingkap pakaian pada area tubuh yang sakit.
Anamnesis singkat terkait durasi, rasa gatal, nyeri, atau riwayat alergi juga sangat membantu untuk mengarahkan diagnosis. Berikut adalah langkah persiapan yang perlu kamu lakukan:
Inspeksi adalah senjata utama dalam pemeriksaan sistem integumen. Kamu harus mengamati kelainan kulit dari jarak yang cukup untuk melihat distribusi umumnya, lalu mendekat untuk melihat karakteristik setiap lesi secara detail.
Penguji OSCE sangat menuntut kemampuanmu dalam menyebutkan status dermatologis secara lengkap. Kamu wajib mengenali apakah lesi tersebut berupa makula, papul, plak, vesikel, bula, eritema, atau skuama. Agar tidak ada yang terlewat, perhatikan panduan penilaian inspeksi berikut ini:
Setelah inspeksi menyeluruh selesai dilakukan, langkah selanjutnya adalah palpasi untuk menilai struktur lesi di bawah permukaan kulit. Selalu gunakan sarung tangan pelindung, terutama jika lesi tampak basah, bernanah, atau dicurigai sebagai manifestasi penyakit infeksi menular.
Raba lesi secara perlahan untuk menilai tekstur, konsistensi, hingga suhu pada area tersebut. Terkadang, pemeriksaan tambahan sederhana juga dibutuhkan di tingkat kompetensi dokter umum. Berikut urutan langkah palpasi yang perlu kamu ingat di ruang skill lab:
Kesimpulan
Menguasai checklist pemeriksaan dasar kulit sangat bergantung pada seberapa sering kamu melihat dan mendeskripsikan kelainan tersebut secara langsung. Kuncinya adalah rajin berlatih menggunakan terminologi dermatologi yang baku agar lidahmu terbiasa saat menyebutkan status lokalis di depan penguji OSCE.
Jangan ragu untuk berlatih bersama teman kelompokmu dengan membuat skenario simulasi kasus kulit yang beragam.
Untuk kebutuhan pembelajaran materi skill lab, persiapan ujian OSCE kedokteran, atau pendalaman ilmu klinis lebih lanjut, kamu bisa langsung menghubungi WhatsApp Medtools Academy di nomor berikut ini:
Hubungi Whatsapp MEDTOOLS ACADEMY di sini!
Penulis: dr. Stellon Salim, MKK
Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. (2018). Manual Skills Lab Semester 5: Pemeriksaan Kulit. Surakarta: Laboratorium Keterampilan Klinis FK UNS. Diakses dari skillslab.fk.uns.ac.id.Universitas Indonesia. (2018). Manual Skills Lab Semester 5: Pemeriksaan Kulit (Kulit dan Muskuloskeletal). Diakses dari studocu.id.Video Pembelajaran Keterampilan Klinis Dasar. 14 Skills Lab Pemeriksaan Kulit. Diakses melalui tautan [tautan mencurigakan telah dihapus].