Halo, Tindakan pemasangan kateter urine merupakan salah satu kompetensi klinis invasif yang wajib dikuasai secara matang sebelum memasuki stase klinik.
Prosedur ini membutuhkan tingkat ketelitian tinggi karena melibatkan area yang harus dijaga sterilitasnya dan memiliki risiko menyebabkan infeksi saluran kemih jika tidak dilakukan dengan benar.
Oleh karena itu, penguji OSCE akan sangat memperhatikan kedisiplinanmu dalam memegang prinsip aseptik selama tindakan berlangsung. Mari kita bahas secara rinci panduan langkah demi langkah agar kamu bisa melewati ujian skill lab dengan gemilang.
Persiapan alat yang tepat adalah kunci kelancaran prosedur kateterisasi. Sebelum menyentuh pasien, pastikan semua instrumen medis telah tertata rapi di dalam bak instrumen steril.
Lakukan informed consent kepada pasien terkait indikasi pemasangan dan sensasi tidak nyaman atau rasa ingin berkemih yang mungkin timbul saat selang dimasukkan.
Setelah pasien setuju, posisikan pasien secara anatomis, yakni telentang lurus untuk pasien pria dan posisi dorsal recumbent (mengangkang dengan lutut ditekuk) untuk pasien wanita. Berikut adalah kelengkapan alat yang wajib kamu siapkan:
Setelah alat dan pasien siap, cucilah tangan dengan teknik enam langkah WHO lalu kenakan sarung tangan steril. Langkah krusial berikutnya adalah melakukan disinfeksi pada area meatus uretra eksternus menggunakan kassa antiseptik dan pinset.
Pada pasien pria, bersihkan dari arah meatus melingkar ke luar menuju pangkal penis, sedangkan pada wanita bersihkan area labia dari arah atas ke bawah dengan usapan satu arah.
Setelah area dipastikan bersih, pasang duk steril berlubang untuk membatasi area kerja agar terhindar dari kontaminasi kuman di sekitarnya.

Proses insersi harus dilakukan dengan lembut dan tidak boleh dipaksakan jika terasa ada tahanan yang keras. Lumuri ujung kateter dengan jelly pelumas secukupnya untuk mengurangi friksi dan rasa nyeri pada mukosa uretra pasien.
Saat mulai memasukkan selang, mintalah pasien untuk mengambil napas dalam agar sfingter uretra menjadi lebih rileks dan terbuka. Berikut adalah urutan tindakan insersi yang perlu kamu perhatikan:
Keberhasilan pemasangan kateter sangat dipengaruhi oleh penguasaan anatomi urogenital dan jam terbang latihanmu di ruang skill lab.
Jangan ragu untuk terus mengulang prosedur ini pada manekin hingga setiap urutan tindakan dan kedisiplinan sterilitasnya terekam kuat di memori ototmu.
Untuk mendukung pembelajaran materi skill lab, evaluasi persiapan ujian OSCE, atau berdiskusi mendalam terkait ilmu kedokteran klinis lainnya, kamu bisa langsung menghubungi WhatsApp Medtools Academy di nomor berikut ini:
Hubungi Whatsapp MEDTOOLS ACADEMY di sini!
Penulis: dr. Stellon Salim, MKK
Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. (2018). Manual Skills Lab Semester 5: Pemasangan Kateter. Surakarta: UNS. Diakses dari skillslab.fk.uns.ac.id.Scribd. Checklist Pemasangan Kateter. Diakses dari id.scribd.com.HelloSehat. Cara Pemasangan Kateter Kandung Kemih yang Benar. Diakses dari hellosehat.com.