Halo, sejawat calon dokter! Memasuki blok obstetri dan ginekologi, salah satu kompetensi klinis yang wajib kamu kuasai adalah pemasangan IUD (Intrauterine Device) atau AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim).
Tindakan ini membutuhkan tingkat ketelitian tinggi karena melibatkan instrumen invasif yang dimasukkan langsung ke dalam rongga rahim pasien. Penguji OSCE akan sangat memperhatikan kedisiplinanmu dalam menerapkan prinsip aseptik dan kemampuan memanipulasi alat menggunakan no-touch technique.
Kesalahan prosedur tidak hanya memengaruhi nilai ujian, tetapi juga berisiko memicu komplikasi seperti perforasi uterus pada pasien yang sesungguhnya. Oleh karena itu, mari kita bedah panduan checklist pemasangan IUD secara sistematis agar kamu siap menghadapi ujian skill lab.
Keberhasilan pemasangan IUD sangat bergantung pada persiapan instrumen yang matang dan edukasi pasien yang komprehensif. Sebelum menyentuh pasien, pastikan semua instrumen medis yang diperlukan telah tersedia dan tersusun rapi di dalam bak instrumen steril.
Lakukan anamnesis singkat untuk menyingkirkan kontraindikasi, lalu berikan informed consent terkait prosedur dan kemungkinan rasa mulas atau kram saat alat dimasukkan.
Setelah pasien menyetujui tindakan, minta pasien untuk mengosongkan kandung kemih dan memposisikan diri pada posisi litotomi di ranjang ginekologi.
Berikut adalah kelengkapan alat yang wajib kamu pastikan ada di meja kerjamu:
Sebelum IUD mulai dimasukkan, kamu diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan bimanual dan inspekulo secara berurutan. Cucilah tangan dengan teknik enam langkah WHO, lalu kenakan sarung tangan non-steril untuk memulai pemeriksaan bimanual.
Pemeriksaan ini bertujuan menilai posisi rahim (antefleksi atau retrofleksi), mengukur besar uterus, serta menyingkirkan tanda-tanda kehamilan atau infeksi radang panggul.
Setelah itu, lepaskan sarung tangan, cuci tangan kembali, dan kenakan sarung tangan steril sebelum memasang spekulum untuk melihat porsio serviks.
Berikut adalah urutan tindakan yang harus kamu lakukan tanpa terlewat:
Langkah insersi merupakan inti dari keterampilan klinis ini dan mutlak harus dilakukan dengan prinsip no-touch technique agar IUD tetap terjaga sterilitasnya.
Mulailah dengan memasukkan lengan IUD ke dalam tabung inserter saat alat tersebut masih berada di dalam kemasan sterilnya. Setelah siap, gunakan tenakulum untuk menjepit bibir anterior serviks pada arah jam 11 atau 1, yang berfungsi untuk meluruskan jalur kanalis servikalis.
Selanjutnya, ukur kedalaman rahim menggunakan sonde uterus agar kamu bisa menyesuaikan batas leher biru (blue pendorong) pada tabung inserter.
Ikuti panduan langkah insersi berikut ini dengan seksama:
Menguasai checklist pemasangan IUD menuntut tingkat ketelitian, penguasaan anatomi panggul wanita yang solid, serta frekuensi latihan yang berulang kali.
Kunci utamanya adalah membangun keluwesan dalam menggunakan instrumen ginekologi dan menjaga kedisiplinan prinsip aseptik area kerja. Jangan ragu untuk terus memperbanyak jam terbang latihanmu di ruang skill lab pada manekin, agar setiap urutan tindakan terekam dengan baik di memori otot.
Kesalahan kecil pada saat awal latihan adalah bagian dari proses belajar, jadi teruslah mengasah kemampuan hingga gerakan tanganmu menjadi refleks yang mantap.
Untuk menunjang kebutuhan pembelajaran skill lab, persiapan evaluasi ujian OSCE, atau pendalaman materi klinis obstetri dan ginekologi lainnya, kamu bisa langsung menghubungi WhatsApp Medtools Academy di nomor berikut ini:
Hubungi Whatsapp MEDTOOLS ACADEMY di sini!
Penulis: dr. Stellon Salim, MKK
Academia.edu. Checklist Penapisan dan Pemasangan IUD. Diakses melalui tautan academia.edu.Medtools.id. Panduan Skill Lab Pemasangan AKDR IUD. Diakses melalui tautan medtools.id/articles/panduan-skill-lab-pemasangan-akdr-iud.Medtools.id. Panduan dan Alat Skill Lab IUD untuk Mahasiswa Kedokteran. Diakses melalui tautan medtools.id/articles/panduan-dan-alat-skill-lab-iud-untuk-mahasiswa-kedokteran.Scribd. Blok 16 Check List Pemasangan IUD. Diakses melalui tautan id.scribd.com.