Andika Chris Ardiansyah
17 March 2026
Perlengkapan Kedokteran
Halo, mahasiswa kedokteran! Saat belajar tentang keterampilan pemasangan infus (intravena) atau pengambilan darah (phlebotomy), kalian pasti akan sangat sering bertemu dengan Cannula Needle dan Wing Needle.
Sekilas keduanya memang sama-sama jarum untuk akses pembuluh darah vena, tapi sebenarnya mereka memiliki fungsi, durasi pakai, dan cara penggunaan yang sangat berbeda. Biar nggak tertukar saat ujian skill lab atau jaga di bangsal, yuk kita bahas perbedaannya dan cara menggunakannya dengan benar!
Apa Itu Cannula Needle (IV Cannula/Abocath)?
Cannula Needle atau yang sering disebut IV Cannula (atau merek populernya, Abocath) adalah alat medis yang digunakan untuk memasukkan cairan infus atau obat langsung ke dalam pembuluh darah. Keunikan dari cannula ini adalah jarum besinya hanya berfungsi sebagai pengantar (mandrin). Setelah masuk ke pembuluh darah, jarum besinya akan ditarik keluar, dan hanya tabung plastik fleksibel (kateter) yang tetap tertinggal di dalam vena.
Kegunaan Cannula Needle:
Sangat ideal digunakan untuk terapi infus jangka panjang.
Memungkinkan pemberian cairan dalam volume besar, obat intravena berulang, atau transfusi darah.
Mengurangi risiko cedera atau pecahnya vena karena hanya tabung plastik lentur yang tersisa di dalam pembuluh darah.
Cara Penggunaan Cannula Needle:
Pilih ukuran cannula yang sesuai dengan kebutuhan dan ukuran vena pasien (warna hub yang berbeda menandakan ukuran gauge yang berbeda).
Lakukan tindakan asepsis pada area penyuntikan menggunakan alkohol swab.
Masukkan jarum ke dalam vena dengan sudut sekitar 15-30 derajat, lalu pastikan ada flashback darah yang masuk ke dalam ruang hub jarum.
Turunkan sudut jarum, dorong sedikit, lalu tarik jarum besi keluar perlahan sementara jari lain mendorong tabung plastik fleksibelnya masuk sepenuhnya ke dalam vena.
Tekan ujung vena agar darah tidak mengucur, lepaskan jarum besi seutuhnya, lalu kunci dan sambungkan pangkal cannula dengan selang infus (infus set) atau spuit.
Apa Itu Wing Needle (Jarum Kupu-Kupu)?
Wing Needle, atau yang sangat akrab disebut Butterfly Needle, adalah jarum kecil yang memiliki sayap plastik lentur di kedua sisinya. Sayap ini berfungsi layaknya pegangan yang membantu menstabilkan posisi jarum selama prosedur medis berlangsung.
Kegunaan Wing Needle:
Sangat ideal digunakan untuk pengambilan sampel darah (blood sampling) atau pemberian obat infus (bolus) dalam waktu singkat.
Cocok dan aman untuk pasien dengan vena kecil, rapuh, atau sulit ditemukan, seperti pada bayi (neonatus), anak-anak, atau pasien lansia.
Memberikan kontrol arah tusukan yang jauh lebih baik dan presisi bagi tenaga medis.
Cara Penggunaan Wing Needle:
Pilih ukuran jarum yang sesuai dengan kondisi vena pasien.
Lakukan asepsis, lalu cubit/satukan kedua sayap jarum sebagai pegangan agar stabil saat melakukan penyuntikan.
Tusukkan jarum ke dalam vena dengan sudut dangkal sekitar 10-15 derajat.
Setelah terlihat darah keluar (flashback) di selang kecilnya, turunkan jarum agar sejajar kulit (Bro/Sis bisa merekatkan sayapnya ke kulit dengan plester jika diperlukan).
Hubungkan ujung selang wing needle ke tabung pengumpul darah (vakum) atau spuit obat.
Jika sudah selesai, tarik jarum dengan hati-hati, dep area tusukan dengan kapas, dan langsung buang jarum ke dalam safety box medis.
Perbedaan Utama Cannula Needle dan Wing Needle
Agar lebih mudah dihafal saat ujian, berikut adalah ringkasan perbedaan dari kedua alat ini:
Bentuk Fisik: Cannula Needle memiliki tabung plastik fleksibel yang ditinggalkan di dalam vena. Sedangkan Wing Needle memiliki dua "sayap" di sisi pangkal jarumnya dan jarum besinya lah yang masuk ke vena.
Fungsi Utama: Cannula Needle dirancang khusus untuk akses cairan atau pemasangan infus jangka panjang. Sedangkan Wing Needle difokuskan untuk pengambilan darah, penyuntikan obat bolus, atau infus jangka sangat pendek.
Kenyamanan Pasien: Cannula Needle lebih nyaman untuk pasien rawat inap karena pasien bisa leluasa bergerak tanpa takut tertusuk jarum besi di dalam. Sedangkan Wing Needle lebih disukai untuk akses cepat pada pasien dengan vena kecil/sulit.
Proses Pemasangan: Pada Cannula Needle, jarum besinya dilepas dan dibuang setelah tabung plastiknya masuk. Pada Wing Needle, jarum besinya tetap berada di dalam vena selama prosedur berlangsung.
Lama Penggunaan: Cannula Needle bisa dipertahankan di tangan pasien hingga 3-4 hari (sesuai indikasi dan kebersihan). Sedangkan Wing Needle hanya digunakan sementara (hitungan menit) dan langsung dicabut setelah tindakan selesai.
Mana yang Harus Dipilih?
Pemilihan antara Cannula Needle atau Wing Needle sangat bergantung pada indikasi klinis pasien. Jika Bro/Sis merawat pasien dehidrasi yang butuh infus berhari-hari, maka Cannula Needle adalah jawabannya. Tapi kalau Bro/Sis jaga di IGD atau laboratorium dan hanya perlu mengambil sampel darah sesaat, maka Wing Needle adalah alat tempur terbaik!
Dapatkan Alat Medis Preklinik di Medtools.id!
Mau cari IV Cannula, Wing Needle, Injection Pad, atau paket alat medis berkualitas lainnya untuk belajar skill lab selama masa Preklinik? Langsung aja hubungi Medtools.id melalui WhatsApp! Kami menyediakan berbagai perlengkapan medis dengan harga mahasiswa dan siap mendukung perjalanan Bro/Sis menuju gelar dokter.
Sekarang Bro/Sis sudah paham bedanya, kan? Tetap semangat belajar, banyakin repetisi praktik, dan jangan lupa upgrade amunisi alat kesehatanmu di Medtools.id ya! ππ