Tips n Trick Maba FK

Apa Itu Sistem PBL di FK dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Apa Itu Sistem PBL di FK dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Sistem PBL (Problem Based Learning) di fakultas kedokteran adalah metode belajar kelompok kecil yang dimulai dari skenario kasus, bukan dari kuliah, lalu mahasiswa merumuskan sendiri apa yang perlu dipelajari dengan tutor sebagai fasilitator. Bagi MABA FK, PBL sering menjadi bentuk belajar paling asing di semester 1, karena mahasiswa dituntut aktif bertanya, berdiskusi, dan mencari sumber, sedangkan tutor tidak menyerahkan jawaban.

Pemahaman sejak awal penting karena tutorial PBL berjalan dengan alur dan aturan yang jelas, dan umumnya ikut dinilai. Mahasiswa yang belum mengenal alurnya cenderung kebingungan di sesi pertama. Artikel ini menjelaskan pengertian PBL, alur dua sesi tutorial, tujuh langkah diskusi, peran tiap anggota, dan cara persiapannya.

  • Dibahas: pengertian PBL, alur tutorial, seven jump, peran, dan panduan persiapan.
  • Paling relevan bagi: MABA FK semester 1 yang akan menjalani tutorial PBL pertama.
  • Risiko jika diabaikan: datang tanpa persiapan, sulit berkontribusi, dan kehilangan poin penilaian tutorial.

Apa Itu Sistem PBL di Fakultas Kedokteran?

Sistem PBL (Problem Based Learning) di fakultas kedokteran adalah pembelajaran kelompok kecil yang dimulai dari skenario pemicu, yaitu paparan masalah berupa fenomena yang perlu dijelaskan. Satu kelompok tutorial pada banyak kampus berisi sekitar 10 sampai 15 mahasiswa dan difasilitasi tutor, yaitu dosen yang sudah dilatih sebagai tutor PBL. Jumlah anggota dan istilah dapat berbeda antar kampus, sehingga panduan kampus masing masing tetap menjadi rujukan utama.

PBL dikembangkan di McMaster University dengan tujuan mengurangi peran dosen sebagai pemberi informasi utama dan menggantinya dengan proses belajar aktif. Tahapan diskusi yang paling dikenal di FK Indonesia, yaitu seven jump, berasal dari Universitas Maastricht. Secara praktis, mahasiswa tidak menerima materi lebih dulu, melainkan menggali sendiri pengetahuan yang dibutuhkan untuk menjelaskan kasus.

Mengapa Fakultas Kedokteran Menggunakan PBL sebagai Metode Belajar?

Fakultas kedokteran menggunakan PBL karena metode ini melatih penalaran dan belajar mandiri, bukan sekadar hafalan. PBL dinilai efektif terutama karena mengaktifkan pengetahuan awal dalam kelompok kecil dan memberi ruang elaborasi, sehingga informasi baru lebih mudah dipahami dan diingat. Masalah yang disajikan juga membangkitkan minat yang mendorong mahasiswa belajar.

Mahasiswa PBL cenderung lebih baik dalam pengetahuan dan pengaturan belajar, namun kurang kuat dalam hafalan. Implikasinya bagi MABA: PBL menuntut mahasiswa membangun fondasi pengetahuan sendiri, dan kemandirian dalam belajar mandiri membutuhkan waktu untuk berkembang.

Bagaimana Alur Tutorial PBL Berjalan dalam Dua Sesi?

Satu skenario PBL umumnya dibahas dalam dua sesi tutorial, dengan belajar mandiri di antara keduanya. Contoh alur yang lazim digunakan:

  • Sebelum sesi I: mahasiswa mengerjakan langkah 1 sampai 3 pada lembar individu, lengkap dengan referensi.
  • Sesi I: pemilihan chair dan scribe, pengecekan lembar langkah 1 sampai 3, lalu diskusi langkah 1 sampai 5.
  • Di antara sesi I & sesi : belajar mandiri dari literatur, buku, kuliah, narasumber, atau praktikum (langkah 6).
  • Sesi II: pengecekan tugas mandiri, diskusi langkah 7 berdasarkan hasil penelusuran individu, penilaian tugas, dan umpan balik tutor.

Satu sesi pada sebagian kampus berlangsung sekitar dua jam, dengan inti diskusi sekitar 75 menit. Aturannya cukup tegas: mahasiswa wajib hadir tepat waktu dengan toleransi keterlambatan tertentu, dan pada sesi I sebagian kampus tidak memperkenankan membuka gadget atau buku teks. Durasi dan aturan ini berbeda di tiap institusi, sehingga perlu dikonfirmasi pada panduan kampus masing masing.

Apa Saja Tujuh Langkah (Seven Jump) dalam Tutorial PBL?

Seven jump adalah tujuh langkah diskusi yang dipakai kelompok untuk memecahkan skenario, dari klarifikasi istilah sampai sintesis hasil belajar. Tabel berikut merangkum tujuh langkah beserta waktu pelaksanaannya. Urutan dan penamaan langkah dapat sedikit berbeda antar institusi, misalnya pada langkah 3 dan 4.

Langkah 3 mengandalkan pengetahuan awal mahasiswa, sehingga anggota yang belum menguasai konsep dasar akan sulit berkontribusi pada curah pendapat. Langkah 6 menuntut pencarian sumber secara mandiri, dan pada tahap awal mahasiswa cenderung belum banyak belajar di luar isu belajar yang mereka rumuskan sendiri. Artinya, bekal konsep dasar sejak semester 1 sangat menentukan kualitas diskusi.

Materi fundamental dan materi lain yang perlu dikuasai MABA untuk mendukung tutorial PBL tersedia di Subscription Preklinik Awal Medtools Academy

 Subscription Now

Apa Peran Chair, Scribe, Anggota, dan Tutor dalam PBL?

Tutorial PBL melibatkan empat peran: chair, scribe, anggota, dan tutor. Setiap mahasiswa akan mengalami peran berbeda secara bergantian. Chair dan scribe dipilih secara musyawarah dan bergantian, sedangkan seluruh mahasiswa, termasuk chair dan scribe, tetap berstatus anggota diskusi yang wajib aktif di setiap tahap. Tabel berikut merangkum tugas masing masing peran.

Peran tutor sering disalahpahami oleh MABA. Tutor bukan penyaji materi. Tutor yang langsung memberi solusi justru bertindak seperti pengajar tradisional, bukan fasilitator. Tutor juga mengisi borang penilaian performa mahasiswa pada setiap sesi. Nilai tutorial pada banyak kampus berkontribusi terhadap nilai akhir, dan penilaian ini mendorong mahasiswa mempersiapkan diri sebelum tutorial. Besaran kontribusinya berbeda di tiap kampus dan perlu dikonfirmasi pada panduan akademik masing masing.

Bagaimana Cara MABA FK Mempersiapkan Diri Menghadapi Tutorial PBL Pertama?

Persiapan tutorial PBL yang efektif dimulai dari memahami aturan kampus, mengerjakan langkah 1 sampai 3 sebelum sesi I, dan menyiapkan sintesis belajar mandiri sebelum sesi II. Langkah praktisnya:

  • Pelajari panduan tutorial kampus: jadwal, toleransi keterlambatan, aturan penggunaan gadget dan buku, serta format lembar tugas individu.
  • Kerjakan langkah 1 sampai 3 sebelum sesi I: catat istilah yang belum dipahami, rumuskan masalah, tulis hipotesis awal dari pengetahuan yang sudah dimiliki, dan sertakan referensi.
  • Latih keberanian berkontribusi: siapkan minimal satu pendapat atau pertanyaan untuk tiap skenario, dan bersiap bergantian menjadi chair atau scribe.
  • Rumuskan tujuan belajar yang spesifik di akhir sesi I, lalu pecah menjadi daftar pertanyaan yang bisa dicari jawabannya.
  • Lakukan belajar mandiri dengan sumber kredibel seperti buku ajar dan artikel ilmiah, serta catat sumbernya untuk dilaporkan di sesi II.
  • Siapkan sintesis untuk sesi II: ringkas temuan dengan bahasa sendiri, uji terhadap hipotesis awal, dan catat bagian yang masih belum terjawab.

Mahasiswa yang ingin membangun fondasi sebelum tutorial pertama dapat belajar kapan saja melalui modul Subscription Preklinik Awal Medtools Academy

 Subscription Now

Kesimpulan

Sistem PBL di FK adalah belajar kelompok berbasis skenario kasus dengan tujuh langkah diskusi, dua sesi tutorial, dan belajar mandiri di antaranya. Keberhasilan MABA di PBL ditentukan oleh persiapan sebelum sesi, keberanian berkontribusi, dan kebiasaan mencari sumber yang kredibel, bukan oleh kemampuan menghafal. Memahami alur dan peran sejak semester 1 membuat sesi tutorial pertama lebih terarah.

 

FAQ

Apa kepanjangan PBL di fakultas kedokteran?

PBL adalah singkatan dari Problem Based Learning, yaitu metode belajar kelompok kecil yang berawal dari skenario masalah.

Berapa langkah dalam tutorial PBL?

Tutorial PBL umumnya memakai tujuh langkah yang disebut seven jump. Urutan dan penamaan langkah dapat sedikit berbeda antar institusi.

Apakah tutor memberikan jawaban dalam PBL?

Tidak. Tutor berperan sebagai fasilitator yang mendorong belajar aktif tanpa menyajikan jawaban.

Apakah mahasiswa boleh membuka buku atau gadget saat tutorial?

Aturannya berbeda antar kampus. Sebagian kampus melarang membuka gadget dan buku teks selama sesi I, sehingga aturan resmi perlu dikonfirmasi pada panduan kampus masing masing.

Apakah tutorial PBL dinilai?

Umumnya ya. Tutor mengisi borang penilaian performa mahasiswa pada setiap sesi, dan nilainya berkontribusi pada nilai akhir dengan besaran yang berbeda di tiap kampus.

 

Daftar Pustaka

  1. Program Studi Sarjana Kedokteran Universitas Brawijaya. SOP pelaksanaan tutorial PBL. Malang: Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya; 2018.
  2. Schmidt HG, Rotgans JI, Yew EHJ. The process of problem based learning: what works and why. Med Educ. 2011;45(8):792 sampai 806.
  3. Karimi R. Interface between problem based learning and a learner centered paradigm. Adv Med Educ Pract. 2011;2:117 sampai 125.
  4. Fitri AD. Penerapan problem based learning (PBL) dalam kurikulum berbasis kompetensi. Jambi Med J. 2016;4(1).
  5. Khadafianto F, Rahayu GR, Suryadi E. Rancangan perbaikan penilaian tutorial berdasarkan sudut pandang tutor dan mahasiswa serta literatur. J Pendidik Kedokt Indones. 2016;5(2).
  6. Thahim K. Problem based learning: a critical review of its educational objectives and rationale for its implementation in higher education institutes of Pakistan. J Pak Med Assoc. 2020;70(7).

Bagikan Artikel: