Sebagai mahasiswa preklinik (terutama yang sudah menginjak semester 6), pernah terbayangkan nggak sih kita akan melakukan sirkumsisi atau sunat ke pasien nantinya? Jika sebelumnya kita hanya latihan hecting (menjahit luka) di suture pad atau media dasar lainnya, sekarang saatnya upgrade level ke tindakan yang lebih kompleks. Apalagi untuk para laki-laki, membayangkannya mungkin sedikit bikin ngilu.
Tapi, kita harus berani mencobanya! Mumpung masih di tahap preklinik, kamu punya banyak jatah untuk mencoba dan salah di ruang skills lab sebelum nantinya terjun praktik langsung saat bakti sosial (baksos) ataupun koas.
Sebelum memulai latihan bedah sirkumsisi, ada beberapa aspek penting yang harus kamu perhatikan:
Sebelum menyentuh pisau bedah, pastikan kamu mencari tahu dan menguasai informasi tentang teori dasar sirkumsisi, mulai dari indikasi, metode, hingga komplikasi. Ada beberapa poin krusial yang harus selalu kamu ingat di luar kepala:
Untuk melakukan simulasi yang baik, pastikan kamu mempunyai instrumen bedah minor yang lengkap. Berikut adalah alat-alat sirkumsisi yang wajib ada di dalam wadah stainless sterilmu:
Untuk latihan ini, pastikan kamu menggunakan media yang bentuk dan teksturnya semirip mungkin dengan anatomi aslinya. Kamu bisa menggunakan manekin sirkumsisi silikon khusus medis, atau jika mendesak, menggunakan media alternatif organik seperti sosis, pisang, atau terong.
Kenapa harus semirip mungkin? Jika kamu sudah terbiasa memegang, memotong, dan menjahit menggunakan manekin yang menyerupai anatomi asli, muscle memory (memori otot) kamu akan terbentuk. Hasilnya, kamu tidak akan mudah panik, tangan tidak gemetar, dan sudah terbiasa saat menghadapi pasien sungguhan nantinya.
Selain melatih teknik motorik bedah, akan jauh lebih bagus jika kamu sekalian melatih soft skill komunikasi. Pahami prosedur medikolegal dan etika pasien. Cobalah melatih cara memberikan informasi (edukasi) yang jelas, menenangkan pasien yang ketakutan, dan meminta informed consent. Untuk latihan, kamu bisa menggunakan teman sejawat sebagai "pasien bohongan" (roleplay).
Itu dia 4 poin utama yang harus kamu perhatikan dan persiapkan sebelum melakukan latihan sirkumsisi. Pastikan kamu berlatih dengan serius agar saat praktik langsung, kamu bisa memberikan tindakan yang aman, cepat, dan estetik. Jangan lupa bagikan informasi ini ke teman-teman sejawatmu agar kelompok skills lab-mu makin kompak!
Ingin Latihan Makin Maksimal?
Alat-alat minor set sirkumsisi dan manekin sirkumsisi berkualitas klinis bisa kamu dapatkan di @medtools.store. Spesial buat kamu, pembelian melalui link di bawah ini akan mendapatkan diskon up to Rp 150 ribu! Kamu juga akan mendapatkan bonus media pembelajaran berupa e-book teori dan teknik bedah. Yuk, langsung cek dan checkout alat tempurmu!
Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!Β
Penulis: dr. Stellon Salim (dr.LonLim)
#duniapreklinik #coassmininoted #prepareadoctor
Yasavati, dkk. (2010). Panduan Keterampilan Klinik (Skills Lab). Jakarta: Biro Publikasi Fakultas Kedokteran UKRIDA.
RSUD Tulungagung. Kenali Jenis-Jenis Metode Khitan atau Sirkumsisi. (Tautan referensi internal RSUD Tulungagung).
Kompasiana. Apa Sajakah Persiapan dan Perlengkapan Sunat?. (Tautan artikel kesehatan Kompasiana).