Halo, sejawat calon dokter! Selamat datang kembali di seri panduan skill lab sistem gastrointestinal bagian kedua. Jika pada artikel sebelumnya kita sudah membahas persiapan pasien, teknik inspeksi, dan cara auskultasi bising usus, kini saatnya kita masuk ke tahapan bermanuver.
Pada fase perkusi dan palpasi ini, kepekaan feeling dan sensitivitas ujung jari kalian akan benar-benar diuji dan dilatih. Mari kita bedah teknik yang tepat agar kalian bisa mendeteksi pembesaran organ atau kelainan cairan abdomen dengan akurat saat ujian OSCE nanti!
Perkusi abdomen bertujuan untuk menilai distribusi gas, cairan, atau keberadaan massa padat di dalam rongga perut. Lakukan perkusi secara sistematis di keempat kuadran abdomen, biasanya dimulai dari kuadran kanan atas lalu bergerak memutar searah jarum jam.
Suara normal yang akan dominan kamu dengar adalah timpani, karena rongga perut dan saluran cerna manusia sebagian besar berisi udara. Namun, kamu juga akan menemukan variasi suara pekak (dullness) saat mengetuk di atas area organ padat seperti hepar dan lien.
Pemeriksaan batas hepar (liver span) adalah keterampilan perkusi spesifik yang wajib kamu kuasai. Mulailah mengetuk dari area dada kanan bawah (linea midklavikularis kanan) yang bersuara sonor paru ke arah bawah, lalu berhenti saat suaranya berubah menjadi pekak sebagai batas atas hepar.
Selanjutnya, lakukan perkusi dari area umbilikus yang bersuara timpani ke arah atas sampai terdengar pekak untuk menentukan batas bawah hepar. Normalnya, rentang pekak hepar ini berada di kisaran 6 hingga 12 cm pada garis midklavikularis kanan.
Palpasi adalah tahapan terakhir sekaligus yang paling menantang dalam urutan pemeriksaan fisik abdomen. Sebelum mulai menekan kulit, selalu tanyakan pada pasien terlebih dahulu apakah ada bagian perut yang terasa nyeri.
Jika ada area yang dikeluhkan sakit, pastikan kamu mempalpasi area tersebut paling terakhir untuk mencegah pasien menegang akibat refleks (defense muscular) di awal pemeriksaan.
Mulailah dengan palpasi ringan (superfisial) sedalam 1-2 cm menggunakan permukaan palmar jari-jari tangan untuk mendeteksi nyeri tekan atau ketegangan dinding perut secara umum.
Setelah palpasi ringan selesai dilakukan secara menyeluruh, lanjutkan dengan palpasi dalam sedalam kurang lebih 4-5 cm. Pada tahap ini, kamu harus meraba organ-organ intra-abdomen secara lebih spesifik untuk menilai ukuran, tepi organ, konsistensi, hingga adanya nodul.
Saat mempalpasi hepar, letakkan tangan di kuadran kanan bawah lalu tekan dan dorong perlahan ke arah arkus kosta saat pasien sedang menarik napas dalam. Tepi hepar yang normal biasanya akan teraba di bawah batas tulang rusuk kanan dengan karakteristik lunak, tajam, dan permukaannya rata (reguler).
Untuk pemeriksaan lien atau limpa, ingatlah bahwa limpa yang membesar akan tumbuh secara diagonal dari kuadran kiri atas menuju area pusar hingga ke kuadran kanan bawah. Gunakan acuan sistem garis Schuffner (S1-S8) atau klasifikasi Hackett untuk mendeskripsikan derajat pembesaran limpa secara klinis di lembar rekam medis.
Selain menilai hepar dan lien, kamu juga diwajibkan melakukan palpasi bimanual (menggunakan dorongan dua tangan dari depan dan dari arah punggung) untuk meraba balotemen ginjal kanan dan kiri.
Ujian skill lab OSCE sering kali memintamu untuk mendemonstrasikan tes provokasi spesifik berdasarkan skenario kasus penyakit pasien. Pada kecurigaan kasus asites (penumpukan cairan bebas di rongga peritoneum), kamu wajib mendemonstrasikan manuver shifting dullness dan memeriksa gelombang cairan atau tes undulasi (fluid thrill).
Sementara itu, untuk kasus kecurigaan apendisitis akut atau usus buntu, pastikan kamu fasih melakukan palpasi nyeri tekan lepas di titik McBurney. Jangan lupa juga untuk selalu memperhatikan ekspresi wajah meringis pasien setiap kali kamu melakukan manuver provokasi nyeri.
Menguasai perkusi dan palpasi abdomen tidak bisa dicapai hanya dengan menghafal buku teori semata. Diperlukan jam terbang dan latihan berulang kali di ruang keterampilan klinis bersama teman sejawat maupun menggunakan mannequin agar perabaan tanganmu makin peka.
Untuk mendalami materi pembelajaran skill lab kedokteran, persiapan ujian OSCE, atau berdiskusi seputar ilmu klinis lainnya secara intensif, kamu bisa bergabung dan menghubungi WhatsApp Medtools Academy di nomor berikut ini:
Hubungi Whatsapp MEDTOOLS ACADEMY di sini!
"Semangat terus belajarnya, Dok!"
Penulis : dr, Stellon Salim, MKK
• Scribd. Skills Lab 2 Pemeriksaan Fisik Abdomen. Kumpulan Dokumen Klinis Mahasiswa.
• Studocu. Panduan Pemeriksaan Fisik Abdomen pada Pasien - LKK 4 Blok 11 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang.
• Slideshare. Tutor Skills Lab Blok 2: Pemeriksaan Fisik Gastrointestinal.
• YouTube. Demonstrasi Pemeriksaan Fisik Abdomen oleh Instruktur Klinis. (Referensi visual dan teknik manuver abdomen).
• Bickley, L. S., Szilagyi, P. G., & Hoffman, R. M. (2021). Bates' Guide to Physical Examination and History Taking, 13th Edition. LWW.