Panduan Skill Lab: Cara Mudah Belajar Teknik Injeksi Intradermal (IC)
Andika Chris Ardiansyah
16 March 2026
Tips n Trick Maba FK
Halo, calon dokter masa depan! Injeksi merupakan salah satu keterampilan klinis (skill lab) dasar yang wajib dikuasai. Di antara berbagai jenis injeksi, injeksi intradermal (ID) atau sering disebut intracutan (IC) adalah teknik yang sangat unik karena obat diberikan tepat di bawah lapisan epidermis (di dalam lapisan dermis).
Teknik ini memiliki karakteristik khusus yang berbeda dari injeksi subkutan (SC) atau intramuskular (IM):
Reaksi Lokal yang Jelas: Karena penyerapannya lambat, dokter mudah memantau reaksi alergi atau respon imun secara lokal pada kulit.
Minim Nyeri: Karena hanya menembus lapisan kulit teratas, rasa nyeri yang ditimbulkan relatif kecil.
Volume Terbatas: Kekurangannya adalah volume obat yang disuntikkan harus sangat sedikit (biasanya hanya 0,1 ml). Jika terlalu banyak, jaringan kulit bisa rusak.
Alat yang Dibutuhkan untuk Latihan
Sebelum memulai simulasi di skill lab, pastikan kamu menyiapkan alat-alat berikut:
Spuit 1 cc (Spuit Tuberkulin): Agar dosis obat yang sedikit bisa diukur dengan presisi.
Jarum Berukuran Kecil: Biasanya ukuran 25-27G dengan bevel (ujung jarum) yang pendek.
Alcohol Swab & Kapas Steril.
Sarung Tangan Medis (Handscoon).
Injection Pad atau Manekin: Untuk latihan mendapatkan sensasi "tahanan" saat jarum masuk ke kulit.
Media Cairan: Air steril atau NaCl 0,9%.
(Tips: Kamu bisa mendapatkan Injection Kit Lengkap untuk latihan di rumah melalui website MEDTOOLS.ID agar makin mahir!)
Berbeda dengan injeksi lainnya, berikut adalah langkah yang benar secara medis:
Persiapan: Cuci tangan dan pakai sarung tangan. Siapkan obat 0,1 ml ke dalam spuit 1 cc.
Pilih Lokasi: Umumnya di lengan bawah bagian dalam (sekitar 3-4 jari di bawah lipatan siku).
Disinfeksi: Bersihkan area dengan alcohol swab secara sirkular dan biarkan mengering.
Posisikan Jarum (Krusial): Regangkan kulit dengan tangan yang tidak dominan. Pegang spuit dengan lubang jarum (bevel) menghadap ke atas.
Sudut Penusukan: Tusukkan jarum dengan sudut sangat landai, yaitu 5 sampai 15 derajat terhadap permukaan kulit.
Injeksi Obat (Tanpa Aspirasi): Masukkan jarum sekitar 3 mm (sampai lubang jarum tertutup kulit). Jangan lakukan aspirasi. Dorong cairan perlahan sampai terbentuk wheal (gelembung putih berisi cairan) pada kulit.
Pencabutan: Cabut jarum dengan cepat. Jangan melakukan masase (pijatan) pada area gelembung tersebut karena bisa merusak hasil uji.
Tandai Area: Beri lingkaran dengan pulpen di sekitar gelembung untuk memantau reaksi setelah 15-20 menit.
Kesimpulan
Teknik injeksi intradermal memerlukan ketelitian tinggi, terutama dalam mengatur sudut kemiringan jarum agar tidak masuk terlalu dalam ke jaringan subkutan. Keberhasilan teknik ini ditandai dengan munculnya benjolan kecil (wheal) menyerupai kulit jeruk setelah cairan dimasukkan. Teruslah berlatih secara mandiri menggunakan media yang tepat agar kamu lebih percaya diri saat melakukan skin test pada pasien asli nanti.