Abdomen merupakan bagian dari batang tubuh yang terletak di antara thorax (dada) dan pelvis (panggul). Abdomen memiliki fungsi vital sebagai rongga untuk menampung organ-organ pencernaan, saluran kemih, endokrin, eksokrin, peredaran darah, dan sebagian sistem reproduksi.
Dinding anterior abdomen memiliki sembilan lapisan, mulai dari kulit, jaringan subkutan, hingga peritoneum. Di dalamnya terdapat organ seperti gaster, hepar, vesica biliaris, hingga usus halus dan usus besar. Sementara itu, dinding posterior abdomen dikenal sebagai retroperitoneum yang berisi kelenjar suprarenal, aorta, ginjal, dan struktur penting lainnya.
Buat kamu yang sebentar lagi akan menjalani skill lab pemeriksaan fisik dasar, memahami regio abdomen adalah kewajiban karena area ini menjadi patokan utama saat melakukan pemeriksaan fisik abdomen. Yuk, langsung kita bahas tips dan triknya!
Rongga abdomen dapat dibagi menjadi 4 kuadran menggunakan garis vertikal (dari incisura jugularis ke symphisis pubis) dan garis horizontal (melewati umbilicus).
Abdomen juga dibagi menjadi 9 regio oleh 2 garis vertikal (midclavicula) dan 2 garis horizontal (transpyloric & transtubercular):
Belajar anatomi permukaan ini bisa terasa lebih ringan dengan beberapa cara berikut:
Memahami pembagian kuadran dan regio abdomen adalah langkah krusial bagi mahasiswa kedokteran sebelum melakukan pemeriksaan fisik. Dengan visualisasi yang tepat dan bantuan metode hafalan yang kreatif, kamu akan lebih percaya diri saat menghadapi skill lab nanti. Jangan lupa untuk terus berlatih memetakan organ-organ ini agar diagnosis klinis yang kamu tegakkan nantinya bisa lebih akurat!
Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!
Penulis: Deviyanti Maharani Tawainella (Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang)
Moore, K. L., Dalley, A. F., & Agur, A. M. (2018). Clinically Oriented Anatomy. Wolters Kluwer.
Netter, F. H. (2019). Atlas of Human Anatomy. Elsevier.
Bickley, L. S. (2017). Bates' Guide to Physical Examination and History Taking. Lippincott Williams & Wilkins.