Clinical Science

Panduan Praktis Cara Pemeriksaan Refleks Neurologis untuk Mahasiswa Kedokteran

Panduan Praktis Cara Pemeriksaan Refleks Neurologis untuk Mahasiswa Kedokteran

Halo, sejawat calon dokter! Memasuki stase Neurologi atau blok Neuropsikiatri memang sering kali mendebarkan, terutama saat bersiap menghadapi ujian OSCE.

Salah satu keterampilan klinis dasar yang wajib dikuasai adalah cara pemeriksaan refleks neurologis pada pasien. 

Pemeriksaan ini sangat penting untuk menilai integritas sistem saraf pusat dan saraf tepi secara cepat dan objektif.

Meskipun terlihat sederhana, mengetukkan palu refleks atau reflex hammer pada tendon yang tepat membutuhkan teknik dan jam terbang yang lumayan.

Kesalahan posisi pasien atau sudut ayunan palu bisa membuat refleks yang seharusnya normal menjadi tidak muncul.

Oleh karena itu, mari kita bedah bersama langkah-langkah pemeriksaannya agar kamu makin percaya diri saat ujian skill lab nanti!

 

Persiapan Sebelum Pemeriksaan

Sebelum menyentuh pasien, pastikan kamu selalu melakukan informed consent atau meminta persetujuan terlebih dahulu. Jelaskan kepada pasien bahwa pemeriksaan ini mungkin akan terasa sedikit mengagetkan tetapi sama sekali tidak menyakitkan.

Minta pasien untuk serileks mungkin, karena ketegangan otot yang tidak disadari dapat menghambat munculnya refleks yang sedang kita cari.

Selanjutnya, perhatikan cara kamu memegang reflex hammer di tanganmu. Peganglah bagian ujung atas gagang palu secara longgar di antara ibu jari dan jari telunjuk. Pastikan ayunan palu murni berasal dari pergerakan engsel pergelangan tangan atau wrist snap, bukan dari gerakan kaku seluruh lengan.

Ayunan yang santai namun presisi akan menghasilkan ketukan yang optimal pada tendon target.

 

 

Pemeriksaan Refleks Fisiologis

Refleks fisiologis adalah respons involunter yang normal terjadi pada individu yang sehat. Saat melakukan pemeriksaan ini, kamu harus selalu membandingkan respons ekstremitas sisi kanan dan kiri secara bergantian untuk melihat kesimetrisannya.

Berikut adalah beberapa refleks fisiologis utama yang biasanya menjadi target utama pengujian dan wajib kamu kuasai secara teknis:

  • Refleks Bisep: Posisikan lengan pasien setengah ditekuk di sendi siku, lalu letakkan ibu jari pemeriksa di atas tendon otot bisep pasien. Ketuk ibu jarimu sendiri dengan palu refleks. Respons normalnya adalah kontraksi otot bisep yang menyebabkan gerakan fleksi pada lengan bawah.
  • Refleks Trisep: Fleksikan lengan pasien di sendi siku secara santai, lalu ketuk tendon otot trisep yang berada sedikit di atas siku bagian belakang (olekranon). Respons normal yang akan muncul adalah kontraksi yang menyebabkan ekstensi lengan bawah.
  • Refleks Patela (KPR): Minta pasien duduk santai dengan tungkai menjuntai ke bawah, lalu ketuk tendon patela yang berada tepat di bawah tempurung lutut. Respons normalnya adalah kontraksi otot kuadriseps femoris yang membuat tungkai bawah seolah menendang ke depan.
  • Refleks Achilles (APR): Posisikan kaki pasien sedikit dorsofleksi secara pasif dengan memegang telapak kakinya, lalu ketuk tendon Achilles di bagian belakang tumit. Respons normalnya adalah gerakan plantar flexion yang cepat pada kaki.

 

Pemeriksaan Refleks Patologis

Berbeda dengan refleks fisiologis, refleks patologis seharusnya tidak muncul pada orang dewasa yang sehat dan normal. Jika refleks ini ditemukan positif, hal tersebut menandakan adanya lesi pada Upper Motor Neuron (UMN) di sistem saraf pusat pasien.

Pemeriksaan yang paling ikonik dan wajib dihafal prosedurnya oleh mahasiswa adalah refleks Babinski. Cara melakukan pemeriksaan refleks Babinski adalah dengan menggores telapak kaki pasien menggunakan ujung tumpul dari gagang reflex hammer.

Goresan dimulai dari tumit bagian lateral, bergerak ke atas menyusuri telapak kaki bagian luar, lalu melengkung ke arah pangkal ibu jari. Respons Babinski dikatakan positif jika terjadi dorsofleksi pada ibu jari kaki disertai mekarnya jari-jari kaki yang lain.

Selain Babinski, ada beberapa refleks patologis lain yang pada dasarnya merupakan varian dari pemeriksaan tersebut. Misalnya, refleks Chaddock yang dilakukan dengan menggores bagian bawah maleolus eksternus dari arah belakang menuju ke depan.

Ada juga refleks Gordon yang dilakukan dengan memijat atau meremas otot betis secara kuat. Semua varian alternatif ini memiliki indikator respons positif yang sama dengan refleks Babinski.

 

 

Skala Penilaian Refleks Neurologis

Setelah berhasil memancing refleks, kamu harus mencatatnya di rekam medis menggunakan skala penilaian yang terstandarisasi. Skala ini berfungsi untuk membantu dokter lain memahami seberapa kuat respons yang dihasilkan oleh pasien.

Penilaian klinis ini umumnya menggunakan rentang angka yang diurutkan dari skala 0 hingga +4. Penggunaan skala ini sangat vital dalam pelaporan jaga klinis.

Berikut adalah interpretasi standar dari masing-masing angka tersebut:

  • 0: Tidak ada respons sama sekali (Arefleksia).
  • +1: Respons lambat atau menurun dibandingkan sisi kontralateral (Hiporefleksia).
  • +2: Respons normal atau fisiologis sesuai yang diharapkan.
  • +3: Respons meningkat atau lebih cepat dari normal (Hiperrefleksia).
  • +4: Respons sangat hiperaktif, yang sering kali disertai dengan klonus (kontraksi ritmik berulang pada otot).

 

 

Kesimpulan :

Menguasai teknik pemeriksaan refleks saraf memang membutuhkan latihan berkali-kali bersama teman sebaya atau manekin. Pastikan kamu memiliki alat bantu yang tepat dan nyaman digenggam agar bisa mendapatkan feeling ayunan yang benar-benar pas.

Untuk mendalami materi pembelajaran skill lab kedokteran, persiapan ujian OSCE, atau berdiskusi seputar ilmu kedokteran lainnya secara intensif, kamu bisa bergabung dan menghubungi WhatsApp Medtools Academy di nomor berikut ini.

 

Semangat terus belajarnya, Dok!

Hubungi Whatsapp MEDTOOLS ACADEMY di sini!

 

Penulis : dr. Stellon Salim, MKK 

 

Daftar Pustaka

Halodoc. Refleks Fisiologis dan Patologis: Fungsi dan Pemeriksaan.

Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Manual CSL IV Neurologi. Makassar: Unhas. iLiveOK. Pemeriksaan Neurologis: Bagaimana Cara Pelaksanaannya dan Apa yang Ditunjukkannya. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Manual Skill Lab Semester 3: Pemeriksaan Sistem Motorik dan Refleks. Surakarta: UNS. Scribd. Dokumen Referensi Pemeriksaan Fisik Neurologi.

 

Bagikan Artikel:

1 Chat Tentang Artikel Ini!