Sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK), pada semester awal kamu pasti akan bertemu dengan blok Anatomi dan Histologi. Di sini, kamu akan mempelajari struktur dasar tubuh manusia, mulai dari tulang, sendi, organ, hingga sistem muskular (otot).
Secara garis besar, jaringan otot dalam tubuh manusia dibagi menjadi tiga jenis utama: otot rangka, otot polos, dan otot jantung. Ketiganya memiliki bentuk morfologi, letak, dan mekanisme kerja yang sangat berbeda. Yuk, kita bedah satu per satu secara medis!
Otot rangka adalah otot yang menempel pada tulang melalui perantara tendon. Sering juga disebut sebagai otot lurik karena jika dilihat di bawah mikroskop, strukturnya memiliki garis-garis gelap-terang yang melintang (striated). Otot ini sangat mendominasi, menyusun sekitar 30-40% dari total massa tubuh manusia.
Fungsi utama otot rangka adalah menghasilkan pergerakan volunter (gerak sadar), menjaga postur tubuh, menstabilkan sendi, hingga menghasilkan panas tubuh (thermogenesis).
Berbeda dengan otot rangka, otot polos tidak memiliki garis melintang (non-striated). Otot ini ditemukan di dinding organ-organ dalam (viseral) yang berongga, seperti saluran pencernaan, saluran pernapasan, pembuluh darah, uterus (rahim), dan kandung kemih.
Otot polos bertugas melakukan fungsi-fungsi vital yang terjadi di luar kesadaran kita, seperti gerakan peristaltik usus untuk menyerap nutrisi, mengatur diameter pembuluh darah (tekanan darah), hingga kontraksi rahim saat persalinan.
Sesuai namanya, otot eksklusif ini hanya bisa ditemukan di dinding organ jantung (miokardium). Uniknya, otot jantung merupakan "gabungan" sifat dari otot lurik dan otot polos. Secara struktur ia terlihat berlurik seperti otot rangka, namun ia bekerja di luar kesadaran seperti otot polos.
Tugas utamanya sangat vital, yakni memompa darah ke seluruh tubuh tanpa henti seumur hidup!
Untuk mempermudah kamu belajar saat mau ujian blok, Medi rangkum perbedaannya dalam tabel berikut:
Bentuk Sel: Silindris memanjang.
Garis Lurik: Ada (terlihat jelas).
Inti Sel (Nukleus): Banyak, terletak di tepi (perifer).
Cara Kerja: Volunter (bekerja di bawah kesadaran).
Kecepatan Kontraksi: Cepat dan kuat.
Letak Utama: Melekat pada tulang melalui tendon.
Bentuk Sel: Gelendong (spindle) dengan ujung meruncing.
Garis Lurik: Tidak ada.
Inti Sel (Nukleus): Satu, terletak di tengah (sentral).
Cara Kerja: Involunter (bekerja secara tidak sadar/otomatis).
Kecepatan Kontraksi: Lambat dan stabil (tahan lama).
Letak Utama: Dinding organ dalam (seperti lambung, usus, dan pembuluh darah).
3. Otot Jantung
Bentuk Sel: Silindris bercabang (sinkitium).
Garis Lurik: Ada.
Inti Sel (Nukleus): Satu atau dua, terletak di tengah (sentral).
Cara Kerja: Involunter (bekerja secara tidak sadar/otomatis).
Kecepatan Kontraksi: Sedang dan ritmis (berirama).
Letak Utama: Khusus hanya pada dinding jantung.
Memahami perbedaan histologis dan fisiologis dari otot rangka, otot polos, dan otot jantung adalah fondasi wajib bagi seorang mahasiswa kedokteran. Kesalahan dalam mengenali jaringan ini bisa berdampak pada pemahamanmu tentang patologi penyakit di masa depan (misalnya membedakan mana tumor otot polos dan mana kelainan miokardium). Jadi, pastikan kamu benar-benar menguasai materi ini, ya!
Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di isni!
Penulis: Andika Chris Ardiansyah
Peninjau: dr. Stellon Salim
#prepareadoctor
Paulsen, F., & Waschke, J. (2018). Sobotta Atlas of Human Anatomy. Elsevier.
Mescher, A. L. (2018). Junqueira's Basic Histology: Text and Atlas. McGraw-Hill Education.
Sherwood, L. (2015). Human Physiology: From Cells to Systems. Cengage Learning.