Halo, sejawat calon dokter! Menguasai teknik injeksi intramuskular (IM) adalah salah satu milestone penting yang wajib kamu taklukkan sejak di bangku preklinik. Tindakan medis ini akan sangat sering kamu gunakan nantinya, mulai dari pemberian vaksinasi, antibiotik, hingga obat pereda nyeri.
Meskipun kelihatannya hanya sekadar "menyuntik," melakukan injeksi IM dengan benar membutuhkan pemahaman anatomi yang solid agar tidak mengenai saraf atau pembuluh darah besar. Mari kita pelajari cara mudah dan aman melakukan injeksi intramuskular agar kamu siap menghadapi ujian OSCE dan praktik klinis!

Sebelum memulai prosedur, persiapan yang matang adalah kunci utama keberhasilan tindakan dan keselamatan pasien. Siapkan peralatan yang dibutuhkan di dalam bak instrumen, seperti spuit dengan ukuran jarum yang sesuai (biasanya 22-25G untuk dewasa), kapas alkohol (alcohol swab), obat yang akan disuntikkan, dan safety box untuk membuang jarum.
Jangan lupa untuk selalu menerapkan prinsip pemberian obat yang benar, termasuk memastikan identitas pasien, jenis obat, dosis, cara pemberian, dan waktu yang tepat.
Setelah alat siap, lakukan informed consent dengan menjelaskan prosedur kepada pasien secara ramah dan empatik. Edukasi pasien bahwa tindakan ini mungkin akan menimbulkan rasa pegal atau sedikit nyeri sesaat, namun kamu akan melakukannya selembut mungkin.
Mintalah pasien untuk mengambil posisi yang rileks dan mengendurkan otot di area yang akan disuntik. Otot yang tegang akan membuat jarum lebih sulit masuk dan meningkatkan rasa sakit setelah injeksi selesai dilakukan.
Pemilihan lokasi anatomi yang tepat sangat krusial untuk menghindari komplikasi seperti kerusakan saraf skiatik atau injeksi ke dalam pembuluh darah. Berikut adalah beberapa lokasi utama yang direkomendasikan untuk melakukan injeksi intramuskular pada pasien:
Untuk mengurangi rasa sakit dan mencegah obat merembes kembali ke jaringan subkutan, sangat disarankan menggunakan teknik Z-track saat melakukan injeksi IM. Caranya, tarik kulit dan jaringan subkutan di atas otot sekitar 2 hingga 3 sentimeter ke samping dari titik injeksi menggunakan tangan non-dominanmu.
Tahan kulit dalam posisi teregang tersebut, lalu tusukkan jarum dengan gerakan cepat dan mantap seperti melempar anak panah pada sudut tegak lurus 90 derajat terhadap permukaan kulit.
Setelah jarum masuk sepenuhnya ke dalam otot, gunakan tangan dominan untuk menstabilkan pangkal spuit dan lakukan aspirasi dengan menarik plunger sedikit. Jika ada darah yang masuk ke dalam spuit, segera cabut jarum dan ulangi prosedur dengan jarum baru, karena itu berarti kamu mengenai pembuluh darah.
Jika tidak ada darah, dorong plunger secara perlahan untuk memasukkan obat dengan kecepatan konstan. Setelah obat masuk, cabut jarum dengan cepat, segera lepaskan tarikan kulit agar jalur suntikan tertutup oleh jaringan subkutan, dan tekan area injeksi perlahan dengan kapas alkohol tanpa menggosoknya.
Menjadi ahli dalam tindakan injeksi intramuskular tidak bisa didapatkan hanya dalam waktu semalam. Diperlukan latihan berulang kali di ruang skill lab agar memori otot tanganmu terbentuk, mulai dari cara memegang spuit hingga kepekaan saat menembus lapisan fasia.
Jangan ragu untuk terus berlatih menggunakan manekin atau bantalan injeksi (injection pad) sebelum kamu berhadapan langsung dengan pasien sungguhan.
Menguasai teknik klinis dasar ini sangat krusial sebagai persiapan menghadapi ujian OSCE maupun rotasi stase klinik nantinya. Untuk mendukung kebutuhan pembelajaran skill lab kamu, memperdalam pemahaman anatomi klinis, atau persiapan ujian kedokteran lainnya, kamu bisa langsung bergabung dan menghubungi WhatsApp Medtools Academy di nomor berikut:
Hubungi Whatsapp MEDTOOLS ACADEMY di sini!
Penulis: dr. Stellon Salim, MKK
Alomedika. Injeksi Intramuskuler: Teknik dan Prosedur. SimpleNursing. Intramuscular Injection Sites & Administration Basics. Cincinnati Children's Hospital Medical Center. Intramuscular Injection (IM). Halodoc. Kenali 4 Jenis Injeksi dan Cara Melakukannya.