OSCE Preparation

Cara Mudah Belajar Teknik Anestesi Lokal untuk Mahasiswa Kedokteran

Cara Mudah Belajar Teknik Anestesi Lokal untuk Mahasiswa Kedokteran

Anestesi merupakan suatu tindakan medis krusial yang dilakukan sebelum operasi medis ringan hingga berat untuk menghilangkan rasa sakit. Saat masa preklinik, materi anestesi ini biasanya diajarkan berbarengan dengan materi injeksi dasar dan bedah minor (hecting).

Pada artikel ini, Medi akan membahas bagaimana cara mudah untuk melatih dan melakukan Anestesi Lokal. Yuk, kita bedah materinya!

 

Apa Itu Anestesi Lokal?

Anestesi lokal merupakan tindakan medis untuk memblokir sensasi atau rasa sakit pada area tubuh tertentu (spesifik). Obat ini bekerja dengan cara menghambat konduksi saraf perifer, yakni mencegah proses depolarisasi saraf, sehingga aliran impuls nyeri tidak sampai ke otak.

Penting untuk diingat: Berbeda dengan anestesi umum (bius total), anestesi lokal tidak menghilangkan kesadaran pasien. Pasien akan tetap sadar penuh selama tindakan berlangsung.

Berdasarkan struktur kimianya, obat anestesi lokal terbagi menjadi 2 golongan utama:

 

Klasifikasi Obat Anestesi Lokal

  • Golongan Ester (-COOC-): Mengandung gugus fungsi ester. Memiliki metabolisme yang cepat di dalam plasma, namun risiko reaksi alerginya relatif lebih tinggi. (Contoh Obat: Cocaine, Benzocaine, Amethocaine, Procaine, Tetracaine, Chloroprocaine).
  • Golongan Amida (-NHCO-): Mengandung gugus fungsi amida. Dimetabolisme di organ hati dan jauh lebih sering digunakan dalam praktik klinis modern. (Contoh Obat: Lidocaine, Mepivacaine, Prilocaine, Bupivacaine, Etidocaine, Ropivacaine).

Alat yang Digunakan untuk Latihan Anestesi Lokal

Sebagai mahasiswa kedokteran, kita bisa melatih teknik anestesi lokal (khususnya anestesi infiltrasi) dengan mempelajari teknik injeksi subkutan terlebih dahulu. Berikut adalah alat yang perlu kamu siapkan:

  • Spuit (Syringe): Kamu bisa menggunakan spuit berukuran 1 cc atau 3 cc untuk latihan injeksi ini.
  • Injection Pad: Media silikon yang menyerupai kulit dan jaringan subkutan manusia. Sangat berguna untuk simulasi penyuntikan yang realistis.
  • Vial / Ampul (Media Cairan): Media penyimpanan larutan. Kamu bisa menggunakan cairan aquabides atau NaCl sebagai pengganti obat anestesi saat latihan memindahkan cairan ke dalam spuit.

(Tips: Kamu nggak perlu repot mencari alat-alat ini satu per satu. Di @MEDTOOLS.ID, sudah tersedia Paket Injeksi (Injection Kit) yang sangat lengkap, include spuit, injection pad, ampul, vial, hingga tourniquet!) Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!

Hubungi Whatsapp MEDTOOLS din sini!

 

Cara Melakukan Anestesi Lokal (Teknik Infiltrasi)

Cara yang paling umum diajarkan untuk mahasiswa kedokteran adalah anestesi infiltrasi. Ini adalah teknik di mana obat disuntikkan secara subkutan/intradermal untuk memblokade ujung-ujung saraf di sekitar daerah yang akan diinsisi atau dijahit.

Berikut adalah langkah-langkah step-by-step untuk mempraktikkannya di injection pad:

  1. Persiapkan Alat & Obat: Pastikan alat sudah siap (spuit yang sudah terisi cairan, injection pad, alcohol swab, dan handscoon).
  2. Disinfeksi Area: Usap lokasi yang akan disuntik menggunakan alcohol swab. Lakukan gerakan memutar dari bagian tengah ke arah luar (sentrifugal). Biarkan area kulit mengering dengan sendirinya.
  3. Insersi Jarum (Teknik Subkutan): Tusukkan jarum ke dalam kulit dengan sudut sekitar 45 derajat. Kamu bisa sedikit mencubit kulit (pinching) untuk pasien kurus agar jarum tidak menembus hingga ke lapisan otot.
  4. Lakukan Aspirasi (SANGAT PENTING!): Sebelum menyuntikkan obat, tarik sedikit pendorong (plunger) spuit ke arah luar.
  5. Jika ada darah yang masuk ke spuit: Tarik jarum sedikit atau ubah arahnya. Obat anestesi tidak boleh masuk ke pembuluh darah karena bisa menyebabkan efek samping sistemik yang sangat berbahaya.
  6. Jika tidak ada darah: Lanjutkan ke langkah berikutnya.
  7. Injeksi Obat: Dorong plunger spuit secara perlahan sambil menarik jarum mundur sedikit demi sedikit (withdraw), agar obat tersebar merata di sepanjang jalur tusukan (membentuk blokade melingkar/infiltrasi).
  8. Cabut Jarum & Dep: Tarik jarum sepenuhnya dan tutup lokasi suntikan dengan kassa steril.

Teruslah berlatih langkah-langkah di atas pada injection pad hingga tanganmu terbiasa. Untuk mempermudah latihanmu, jangan lupa gunakan alat-alat dari Paket Injeksi Temen dari Medtools.id, ya!

Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!

 

Penulis: Andika Chris Ardiansyah

Peninjau: dr. Stellon Salim

 

Daftar Pustaka:

Butterworth, J. F., Mackey, D. C., & Wasnick, J. D. (2018). Morgan & Mikhail's Clinical Anesthesiology (6th ed.). McGraw-Hill Education.

Latief, S. A., Suryadi, K. A., & Dachlan, M. R. (2010). Petunjuk Praktis Anestesiologi (Edisi Ke-2). Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Panduan Keterampilan Klinis (Skill Lab): Teknik Injeksi dan Anestesi Dasar Mahasiswa Kedokteran.

Bagikan Artikel:

1 Chat Tentang Artikel Ini!