Tekanan darah merupakan tekanan yang ditimbulkan oleh sirkulasi darah pada dinding pembuluh darah arteri. Untuk mengukurnya, kita membutuhkan alat yang disebut Tensimeter (Sphygmomanometer).
Meskipun saat ini banyak tensimeter digital, namun sebagai mahasiswa kedokteran, kamu diwajibkan untuk menguasai cara pengukuran tekanan darah secara manual menggunakan Tensimeter Aneroid (tensimeter jarum).
Alat ini terdiri dari gauge (monitor penunjuk angka/jarum tekanan), bulb (balon pompa karet), katup pengatur udara, serta selang yang terhubung dengan manset yang akan dililitkan pada lengan pasien. Lalu, bagaimana urutan cara menggunakannya yang benar? Mari kita bahas!
Hal pertama yang harus kamu siapkan tentu saja adalah Tensimeter Aneroid dan Stetoskop.
Catatan Penting: Pastikan kamu memilih ukuran manset tensimeter yang sesuai dengan lingkar lengan pasien! Jika manset terlalu kecil/sempit, hasil tekanan darah akan terbaca lebih tinggi secara palsu (false high). Sebaliknya, jika terlalu longgar, hasilnya akan lebih rendah.
Sebelum manset dipasang, pastikan pasien memenuhi syarat-syarat berikut agar hasil pengukuran akurat dan tidak bias:
Setelah persiapan selesai, ikuti langkah-langkah Skill Lab berikut ini:
Tunggu sekitar 1–2 menit, lalu lakukan pemeriksaan ulang pada lengan yang sama. Ambil nilai rata-rata dari kedua pengukuran tersebut. Jika selisihnya lebih dari 5 mmHg, lakukan pengukuran ketiga.
Setelah mendapatkan hasil akhir (misalnya 120/80 mmHg), tentukan klasifikasi tekanan darah pasien. Berikut adalah tabel klasifikasi tekanan darah untuk orang dewasa berdasarkan JNC-VII (The Joint National Committee VII):
Berikan Edukasi: Jelaskan hasil pemeriksaan tersebut kepada pasien dengan bahasa yang mudah dipahami. Berikan edukasi gaya hidup atau rujukan lanjutan sesuai dengan kategori hasil tekanan darahnya.
Itu dia panduan mengukur tekanan darah menggunakan tensimeter aneroid. Sebagai calon dokter, kamu harus sering berlatih melakukan prosedur ini kepada teman, saudara, atau orang tua agar telingamu semakin peka mendengar suara sistolik dan diastolik!
Butuh Tensimeter Aneroid dan Stetoskop berkualitas standar medis untuk latihan Skill Lab? Kamu bisa mendapatkannya dengan mudah di E-Commerce @MEDTOOLS.ID! atau Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!
Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!
Penulis: Andika Chris Ardiansyah
Peninjau: dr. Stellon Salim
#DuniaKedokteran #PrepareADoctor
Chobanian, A. V., Bakris, G. L., Black, H. R., Cushman, W. C., Green, L. A., Izzo, J. L., ... & Roccella, E. J. (2003). The Seventh Report of the Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure: the JNC 7 report. JAMA, 289(19), 2560-2572.
High, N. (2018, November 1). Palpasi Denyut Arteri Ekstremitas. Atap Ilmu. Diakses dari https://atapilmubelajar.blogspot.com/2018/02/palpasi-denyut-arteri-ekstremitas.html
Skillslab FK UNS. (2018). Manual Pemeriksaan Vital Sign. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Diakses dari https://skillslab.fk.uns.ac.id/wp-content/uploads/2018/08/MANUAL-VS_2018-smt-1.pdf