Cara Menggunakan Alat AED yang Benar di Klinik dan Faskes
Andika Chris Ardiansyah
27 March 2026
Alkes Institusi (RS / Klinik)
Banyak klinik, faskes, dan perusahaan sudah mulai menyediakan Automated External Defibrillator (AED), tapi tidak semua tim tahu cara menggunakannya dengan percaya diri. Padahal, penggunaan alat AED yang cepat dan tepat bisa meningkatkan peluang hidup pasien henti jantung secara signifikan.
Untuk Bro Sis yang memegang peran pengelola layanan darurat di klinik, memahami cara kerja alat ini bukan cuma soal kepatuhan regulasi, tapi juga investasi nyawa. Yuk, bahas langkah-langkah praktisnya!
1. Apa Itu Alat AED dan Kenapa Penting di Klinik?
AED adalah alat medis portabel yang menganalisis irama jantung secara otomatis dan memberikan kejutan listrik terkontrol bila ditemukan aritmia berbahaya (seperti fibrilasi ventrikel atau takikardia ventrikel tanpa nadi). Tujuannya adalah mengembalikan irama jantung ke pola yang efektif.
Untuk klinik dan faskes, alat ini sangat penting karena:
Respons Cepat: Memungkinkan penanganan segera sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit.
Mudah Digunakan: Dirancang untuk tenaga non-spesialis karena dibekali instruksi suara dan visual yang sangat jelas.
Menyelamatkan Nyawa: Terbukti secara klinis dapat meningkatkan peluang hidup secara signifikan bila digunakan dalam 3–5 menit pertama (golden minutes) setelah henti jantung.
2. Kapan Alat AED Harus Digunakan?
Alat AED digunakan pada pasien yang diduga mengalami henti jantung mendadak dengan tanda-tanda: tidak responsif, tidak bernapas normal, dan tidak ada tanda sirkulasi (nadi). Prinsip sederhananya:
Jika pasien tidak sadar dan tidak bernapas normal, segera aktifkan Code Blue atau sistem gawat darurat klinik.
Mulai RJP (kompresi dada) dan perintahkan staf lain mengambil alat AED.
Begitu AED tiba, segera pasang tanpa menunda kompresi lebih lama dari yang diperlukan.
3. 7 Langkah Dasar Penggunaan Alat AED di Klinik
Berikut alur praktis yang wajib dijadikan standar operasional di faskes Bro Sis:
Pastikan Keamanan dan Cek Respons: Pastikan area aman dari cairan atau bahaya listrik. Panggil pasien dan tepuk bahunya untuk melihat apakah ada respons.
Aktivasi Bantuan dan Mulai RJP: Teriak minta tolong untuk mengaktifkan sistem darurat dan mengambil AED. Langsung mulai kompresi dada sesuai panduan RJP.
Nyalakan AED: Buka casing dan tekan tombol power (beberapa model menyala otomatis saat tutupnya dibuka). Dengarkan dan ikuti instruksi suara dari alat tersebut.
Tempelkan Elektroda (Pad): Buka pakaian dada pasien (keringkan jika basah). Tempelkan pad pertama di sisi kanan atas dada (bawah tulang selangka), dan pad kedua di sisi kiri bawah dada (bawah ketiak kiri).
Biarkan Mesin Menganalisis: Hentikan RJP sejenak dan pastikan tidak ada yang menyentuh pasien saat alat AED sedang menganalisis irama jantung.
Berikan Kejut Jika Dianjurkan: Jika terdengar instruksi "Shock Advised", teriakkan peringatan agar semua orang menjauh ("Stand clear!"). Tekan tombol shock pada mesin semi-otomatis.
Lanjutkan RJP: Segera setelah kejutan diberikan, lanjutkan kompresi dada selama kurang lebih 2 menit sampai AED meminta siklus analisis ulang. Lakukan terus hingga tim medis lanjutan tiba atau pasien sadar.
4. Hal Penting untuk Tim Pengadaan (Procurement)
Untuk Bro Sis yang bertugas mengurus pengadaan di klinik atau perusahaan, perhatikan poin ini sebelum membeli:
Kesesuaian Regulasi: Pastikan alat memiliki izin edar resmi (AKL Kemenkes RI).
Kemudahan Penggunaan: Pilih model dengan antarmuka sederhana dan instruksi suara yang lantang agar staf tidak panik.
Ketersediaan Pelatihan: Idealnya, vendor memberikan pelatihan dasar RJP dan pengoperasian AED untuk staf klinik.
Biaya Pemeliharaan: Hitung harga suku cadang rutin seperti pad elektroda dan baterai.
Penempatan Strategis: Letakkan di area yang mudah dijangkau, terlihat jelas, dan memiliki signage (rambu) standar.
Kesimpulan
Menyiapkan SOP internal dan memilih alat AED yang tepat bisa mengubah perangkat ini menjadi pahlawan yang benar-benar menyelamatkan nyawa di saat kritis. Keberadaan AED yang siap pakai, ditambah dengan tim yang terlatih dengan baik, adalah kunci utama dalam memenangkan golden minutes saat terjadi henti jantung mendadak di fasilitas Bro Sis.
Kalau klinik atau institusi Bro Sis sedang memperbarui fasilitas emergensi dan butuh konsultasi terkait tipe AED terbaik, langsung hubungi tim External Affairs Medtools lewat WhatsApp Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!