OSCE Preparation

4 Jenis Teknik Hecting yang Wajib Dikuasai Mahasiswa Kedokteran

4 Jenis Teknik Hecting yang Wajib Dikuasai Mahasiswa Kedokteran

Mempelajari hecting (penjahitan luka bedah) merupakan salah satu materi Skill Lab yang paling seru dan menantang selama kita menjadi mahasiswa kedokteran. Sebelum melakukan teknik penjahitan yang sesungguhnya, kamu juga akan dilatih melakukan serangkaian prosedur bedah minor dasar, seperti persiapan alat steril, anestesi lokal (pembiusan), hingga teknik insisi kulit.

Saat praktik hecting, ada banyak sekali variasi jahitan yang harus dikuasai untuk berbagai kondisi luka yang berbeda. Pada artikel ini, kita akan membahas 4 teknik hecting dasar yang paling sering diujikan dan diaplikasikan di IGD!

 

1. Jahitan Terputus Sederhana (Simple Interrupted Suture)

Jahitan terputus sederhana adalah teknik menjahit luka yang paling dasar, serbaguna, dan paling sering digunakan di IGD. Pada jahitan ini, tiap simpul berdiri sendiri, sehingga jika satu simpul lepas, jahitan lainnya tetap menahan luka.

Cara Melakukannya:

  1. Tusukkan jarum pada salah satu tepi kulit sisi luka (sekitar 0,5 cm dari tepi luka).
  2. Tembuskan jarum melintasi dasar luka dan keluarkan dari bagian dalam kulit ke permukaan kulit sisi yang berseberangan.
  3. Tarik benang secukupnya, lalu buat simpul bedah (surgeon's knot) untuk menyatukan kedua tepi kulit.
  4. Gunting sisa benang. Ulangi langkah yang sama satu per satu di sepanjang luka dengan jarak antar jahitan sekitar 1 cm.

 

2. Jahitan Jelujur Kontinu (Simple Continuous Suture)

Teknik ini biasanya digunakan pada luka yang panjang, lurus, dan perlu ditutup secara cepat tanpa tegangan yang terlalu tinggi (misalnya pada penjahitan fasia atau peritoneum). Kekurangan teknik ini adalah hanya mengandalkan 2 simpul di ujung awal dan akhir; jika salah satu simpul terlepas atau benang putus, maka seluruh jahitan akan terbuka.

Cara Melakukannya:

  1. Buat satu jahitan simple interrupted di salah satu ujung luka, ikat simpulnya, tetapi jangan potong ujung benang yang panjang (hanya potong ujung pendeknya).
  2. Lanjutkan penjahitan secara berturut-turut menyeberangi luka secara spiral atau diagonal.
  3. Pastikan jarak tusukan dan ketegangan benang merata di sepanjang garis luka.
  4. Pada ujung akhir luka, jangan tarik benang sepenuhnya pada tusukan terakhir. Gunakan sisa lengkungan benang tersebut sebagai penahan untuk membuat simpul penutup.

 

3. Jahitan Jelujur Terkunci (Running Locked Suture / Ford Interlocking)

Ini merupakan variasi dari jahitan jelujur biasa. Teknik ini sangat baik digunakan untuk hemostasis (menghentikan perdarahan) pada tepi luka yang banyak mengeluarkan darah, atau untuk menghubungkan struktur anatomi yang terpotong.

Cara Melakukannya:

  1. Awali dengan jahitan simple interrupted di ujung luka, ikat, dan sisakan benang panjang.
  2. Lakukan tusukan berikutnya menyeberangi luka seperti teknik kontinu biasa.
  3. Kuncian: Sebelum jarum ditarik penuh pada tusukan baru, lewatkan jarum dan sisa benang di dalam lengkungan benang jahitan sebelumnya.
  4. Tarik benang agar terkunci dan tegak lurus dengan tepi luka. Ulangi terus hingga ujung luka dan tutup dengan simpul akhir.

 

4. Jahitan Jelujur Subtikuler (Subcuticular Continuous Suture)

Ini adalah teknik penjahitan kosmetik yang paling elegan. Jahitan dilakukan secara tersembunyi di bawah lapisan epidermis (tepat di lapisan dermis). Hasilnya sangat rapi dan sering digunakan pada operasi plastik, operasi caesar, atau di area wajah karena meminimalisir bekas luka (jaringan parut).

Cara Melakukannya:

  1. Mulailah dengan menusukkan jarum pada kulit normal sekitar 1-2 cm dari salah satu ujung luka, lalu keluarkan tepat di ujung sudut dalam luka (di lapisan dermis).
  2. Buat simpul jangkar di dalam, atau biarkan ujung benang panjang di luar.
  3. Lewatkan benang dengan cara mengambil sedikit jaringan dermis secara horizontal pada satu sisi luka.
  4. Tarik jarum, lalu ambil lagi jaringan dermis di sisi luka yang berseberangan secara bergantian (seperti pola zig-zag).
  5. Lakukan terus hingga ujung luka yang lain, lalu keluarkan jarum ke permukaan kulit normal sekitar 1-2 cm dari ujung luka. Ikat simpul atau rekatkan dengan plester.

 

Kesimpulan

Itu dia 4 teknik hecting yang wajib kamu kuasai selama menjadi mahasiswa kedokteran. Pastikan kamu selalu mempraktikkannya dengan benar dan rajin berlatih menggunakan Suture Pad dan instrumen bedah yang sesuai dengan standar Alat Kesehatan (AKL).

Nggak perlu bingung mencari instrumennya! Untuk mendapatkan Minor Surgery Set (instrumen hecting, needle holder, pinset, gunting, hingga benang bedah) dengan kualitas klinis, kamu bisa langsung mendapatkannya di @MEDTOOLS.ID atau Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!

Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!

 

Penulis: Andika Chris Ardiansyah

Peninjau: dr. Lonlim

 

Daftar Pustaka

Fakultas Kedokteran Unsoed. (n.d.). Modul Labskill: Hecting. Diakses dari https://fk.unsoed.ac.id/wp-content/uploads/modul%20labskill/genap%20I/Genap%20I%20-%20Hecting.pdf

KavaCare. (n.d.). Beberapa Jenis Jahitan Luka. Diakses dari https://www.kavacare.id/beberapa-jenis-jahitan-luka/

Bagikan Artikel:

1 Chat Tentang Artikel Ini!