Panduan Skill Lab Antropometri untuk Mahasiswa Kedokteran (Bagian 1)
dr. Stellon Salim, MKK
13 March 2026
Tips n Trick Maba FK
Jika Kamu mahasiswa kedokteran semester 2 atau 3 dan ingin lulus ujian skill lab antropometri, baca artikel ini sampai akhir! Medi akan membahas secara lengkap mulai dari teori dasar hingga persiapan praktiknya agar Kamu siap menghadapi penguji.
Apa itu Antropometri?
Secara etimologi, antropometri berasal dari kata anthropos (manusia) dan metron (ukuran). Dalam dunia medis, antropometri adalah metode penilaian status gizi dan pertumbuhan melalui pengukuran dimensi tubuh manusia.
Pada masa preklinik, Kamu diwajibkan menguasai kompetensi dasar ini untuk:
Menjelaskan indikasi pemeriksaan antropometri.
Mengenal fungsi alat-alat antropometri secara tepat.
Menentukan titik-titik anatomi (landmarks) pengukuran dengan akurat.
Melakukan interpretasi hasil pengukuran (seperti BMI atau kurva pertumbuhan).
Alat-Alat Utama dalam Antropometri
Untuk mendapatkan data yang valid, Kamu membutuhkan instrumen yang terkalibrasi:
Timbangan (Injak/Digital/Dacin): Mengukur massa tubuh.
Microtoise: Mengukur tinggi badan (untuk subjek yang sudah bisa berdiri).
Infantometer: Mengukur panjang badan bayi.
Pita Meter (LILA): Mengukur lingkar lengan atas atau lingkar perut.
Skinfold Caliper: Mengukur ketebalan lemak bawah kulit.
Titik-Titik Pengukuran Antropometri (Landmarks)
Akurasi adalah kunci! Kamu harus menentukan titik-titik anatomi berikut dengan benar sebelum menarik pita meter atau memasang alat:
Daftar Titik Antropometri dan Lokasi
Vertex : Titik tertinggi pada tulang kepala (neurocranium).
Acromiale : Titik paling lateral pada ujung bahu (acromion).
Radiale : Titik paling proksimal pada pinggir luar kepala tulang radius.
Stylion : Titik paling distal pada ujung processus styloideus radii.
Dactylion : Titik pada ujung jari ke-3 (jari tengah).
Mesosternale : Titik tengah os sternum setinggi costa IV.
Iliocristale : Titik paling lateral dari krista iliaka.
Trochanterion : Titik tertinggi pada trochanter mayor femoris.
Pternion : Titik paling belakang pada tumit.
Macam-Macam Parameter Pengukuran
Di Indonesia, pengukuran status gizi anak mengacu pada standar Kementerian Kesehatan dan WHO yang meliputi 4 indeks utama:
Berat Badan menurut Umur (BB/U): Menilai berat badan dibandingkan anak seusianya.
Tinggi/Panjang Badan menurut Umur (TB/U atau PB/U): Menilai stunting atau pertumbuhan linier.
Berat Badan menurut TB/PB (BB/TB): Menilai status gizi (kurus/gemuk) yang lebih akurat.
Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U): Menilai risiko obesitas atau gizi buruk pada anak dan remaja.
Kesimpulan
Pada artikel bagian pertama ini, kita telah membedah dasar teori dan titik-titik krusial dalam skill lab antropometri. Pada bagian kedua nanti, Medi akan membahas prosedur langkah demi langkah cara melakukan pengukuran pada bayi dan dewasa secara klinis.
Sebelum ujian tiba, pastikan Kamu sudah memiliki "amunisi" alat yang lengkap untuk latihan di kosan! Semua alat pengukuran antropometri kit berkualitas bisa Kamu dapatkan di @MEDTOOLS.ID.