Jika Kamu mahasiswa kedokteran semester 2 atau 3 dan ingin lulus ujian skill lab antropometri, baca artikel ini sampai akhir! Medi akan membahas secara lengkap mulai dari teori dasar hingga persiapan praktiknya agar Kamu siap menghadapi penguji.
Secara etimologi, antropometri berasal dari kata anthropos (manusia) dan metron (ukuran). Dalam dunia medis, antropometri adalah metode penilaian status gizi dan pertumbuhan melalui pengukuran dimensi tubuh manusia.
Pada masa preklinik, Kamu diwajibkan menguasai kompetensi dasar ini untuk:
Untuk mendapatkan data yang valid, Kamu membutuhkan instrumen yang terkalibrasi:
Akurasi adalah kunci! Kamu harus menentukan titik-titik anatomi berikut dengan benar sebelum menarik pita meter atau memasang alat:
Di Indonesia, pengukuran status gizi anak mengacu pada standar Kementerian Kesehatan dan WHO yang meliputi 4 indeks utama:
Pada artikel bagian pertama ini, kita telah membedah dasar teori dan titik-titik krusial dalam skill lab antropometri. Pada bagian kedua nanti, Medi akan membahas prosedur langkah demi langkah cara melakukan pengukuran pada bayi dan dewasa secara klinis.
Sebelum ujian tiba, pastikan Kamu sudah memiliki "amunisi" alat yang lengkap untuk latihan di kosan! Semua alat pengukuran antropometri kit berkualitas bisa Kamu dapatkan di @MEDTOOLS.ID.
Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini
Penulis: dr. Stellon Salim
Bickley, L. S., Szilagyi, P. G., & Hoffman, R. M. (2021). Bates' Guide to Physical Examination and History Taking (13th ed.). Wolters Kluwer.
Hall, J. E., & Hall, M. E. (2020). Guyton and Hall Textbook of Medical Physiology (14th ed.). Elsevier.
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan No. 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak.
Paulsen, F., & Waschke, J. (2018). Sobotta Atlas of Human Anatomy (16th ed.). Elsevier.
Tim Skills Lab FK UNS. (2018). Manual Keterampilan Klinis: Pemeriksaan Antropometri. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret.
World Health Organization. (2021). The WHO Child Growth Standards. WHO Press