Clinical Science

Funduscopy vs Ophthalmoscopy: Apa Bedanya dan Kapan Masing-Masing Digunakan?

Funduscopy vs Ophthalmoscopy: Apa Bedanya dan Kapan Masing-Masing Digunakan?

Funduscopy dan ophthalmoscopy adalah dua istilah yang merujuk pada konsep yang saling berkaitan namun tidak identik: ophthalmoscopy adalah istilah yang mendeskripsikan teknik atau prosedur pemeriksaan bagian dalam mata menggunakan cahaya yang dimasukkan melalui pupil, sementara funduscopy adalah istilah yang lebih spesifik untuk pemeriksaan fundus okuli, yaitu permukaan bagian dalam bola mata yang mencakup retina, diskus optikus, makula, dan pembuluh darah retina. Dalam praktik klinis dan pendidikan kedokteran, kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian karena sebagian besar pemeriksaan dengan ophthalmoscope memang bertujuan untuk memeriksa fundus.

Kebingungan antara dua istilah ini sangat umum di kalangan mahasiswa FK yang baru memasuki blok clinical science, dan dampaknya tidak hanya pada komunikasi akademik, tetapi pada pemahaman tentang apa yang sebenarnya sedang diperiksa, mengapa diperiksa, dan instrumen apa yang digunakan. Mahasiswa yang memahami perbedaan konseptual ini sejak awal akan lebih mudah mengikuti diskusi klinis, membaca literatur oftalmologi, dan menjawab pertanyaan OSCE yang menggabungkan kedua terminologi ini dalam satu skenario.

 

Artikel ini membahas:

  • Definisi dan asal terminologi funduscopy dan ophthalmoscopy
  • Perbedaan konseptual dan konteks penggunaan masing-masing istilah
  • Kapan dokter menggunakan istilah funduscopy dan kapan ophthalmoscopy
  • Hubungan antara funduskopi direk, funduskopi indirek, dan ophthalmoscopy
  • Implikasi terminologi ini dalam konteks OSCE dan clinical science

 

Apa Asal Terminologi Funduscopy dan Ophthalmoscopy?

Pemahaman terminologi paling mudah dimulai dari akar katanya. Ophthalmoscopy berasal dari bahasa Yunani: ophthalmos yang berarti mata, dan skopein yang berarti melihat atau memeriksa. Secara harfiah, ophthalmoscopy berarti "pemeriksaan mata" secara umum, dan ophthalmoscope adalah instrumen yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan tersebut.

Funduscopy berasal dari kata Latin fundus yang berarti "dasar" atau "bagian belakang", dan skopein dari bahasa Yunani yang berarti memeriksa. Fundus okuli adalah istilah anatomi yang merujuk pada permukaan bagian dalam posterior bola mata yang dapat divisualisasikan melalui pupil, mencakup retina, diskus optikus, makula, dan pembuluh darah retina. Funduscopy dengan demikian secara harfiah berarti "pemeriksaan dasar mata" atau lebih tepatnya "pemeriksaan permukaan posterior bola mata".

Dalam literatur medis berbahasa Inggris, ketiga istilah berikut digunakan secara bergantian dan merujuk pada prosedur yang sama: funduscopy, fundoscopy, dan fundus examination. Di Indonesia, istilah yang paling sering digunakan dalam konteks pendidikan adalah funduskopi untuk prosedurnya dan oftalmoskop untuk instrumennya. Dalam Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) 2012, keterampilan ini disebutkan sebagai "pemeriksaan funduskopi direk" yang menunjukkan bahwa istilah funduskopi sudah terstandar dalam kurikulum pendidikan dokter di Indonesia.

 

Apa Perbedaan Konseptual antara Funduscopy dan Ophthalmoscopy?

Perbedaan antara funduscopy dan ophthalmoscopy bersifat konseptual dan hierarkis, bukan perbedaan prosedur yang berbeda sama sekali. Ophthalmoscopy adalah istilah yang lebih luas yang mencakup semua jenis pemeriksaan menggunakan ophthalmoscope, sementara funduscopy adalah bagian spesifik dari ophthalmoscopy yang berfokus pada pemeriksaan fundus.

Untuk memahami hierarki ini, perlu dipahami bahwa ophthalmoscope sebagai instrumen bisa digunakan untuk memeriksa beberapa bagian berbeda dari mata, tidak hanya fundus. Misalnya, direct ophthalmoscope bisa digunakan untuk:

  • Pertama, memeriksa media okular (kornea, lensa, vitreus) melalui refleks merah (red reflex) sebelum mencapai retina. Pemeriksaan refleks merah adalah bagian dari ophthalmoscopy namun secara teknis bukan funduscopy karena tidak memeriksa fundus secara spesifik.
  • Kedua, memeriksa fundus secara komprehensif yang mencakup diskus optikus, makula, pembuluh darah retina, dan retina perifer. Inilah yang disebut funduscopy.

 

Dengan demikian, setiap funduscopy adalah ophthalmoscopy, tetapi tidak setiap ophthalmoscopy adalah funduscopy. Dalam praktik klinis sehari-hari, pembedaan ini jarang dibuat secara eksplisit karena hampir semua pemeriksaan menggunakan ophthalmoscope memang bertujuan untuk memeriksa fundus. Namun dalam konteks pendidikan dan penulisan ilmiah, presisi terminologi ini penting.

 

Kapan Istilah Funduscopy Digunakan dan Kapan Ophthalmoscopy?

Konteks penggunaan kedua istilah ini dalam praktik klinis dan akademik memiliki pola yang relatif konsisten dan bisa dipelajari.

 

Funduscopy digunakan ketika:

Fokus pemeriksaan adalah pada temuan di retina, diskus optikus, atau makula secara spesifik. Misalnya: "Funduscopy menunjukkan papil edema bilateral" atau "Pada funduskopi ditemukan mikroaneurisma dan eksudat keras yang sesuai dengan retinopati diabetik nonproliferatif." Istilah funduscopy lebih sering muncul dalam konteks deskripsi temuan klinis dan laporan kasus.

Dalam konteks monitoring penyakit sistemik yang bermanifestasi di retina. Misalnya: "Pasien dirujuk untuk funduskopi ulang dalam tiga bulan untuk evaluasi progresivitas retinopati hipertensif."

Dalam kurikulum pendidikan kedokteran Indonesia, istilah funduskopi digunakan untuk merujuk pada keterampilan klinis yang diuji di OSCE, konsisten dengan penggunaan SKDI. Di FK UGM, penelitian tentang pola kesalahan mahasiswa menggunakan framing "OSCE stase mata" yang mencakup pemeriksaan funduskopi sebagai salah satu komponen.

 

Ophthalmoscopy digunakan ketika:

Konteksnya lebih umum dan mencakup teknik atau instrumen secara keseluruhan. Misalnya: "Direct ophthalmoscopy remains the preferred method for primary care fundus examination" atau "Indirect ophthalmoscopy provides a wider field of view compared to direct ophthalmoscopy."

Dalam perbandingan antara dua metode pemeriksaan. Misalnya: "Direct vs indirect ophthalmoscopy: perbandingan lapang pandang dan magnifikasi."

Dalam judul penelitian dan literatur ilmiah internasional, ophthalmoscopy lebih sering digunakan sebagai istilah teknis yang mencakup aspek instrumen dan metodologi pemeriksaan.

 

Apa Hubungan antara Funduskopi Direk, Funduskopi Indirek, dan Ophthalmoscopy?

Memahami hubungan antara ketiga istilah ini membantu mahasiswa FK membangun peta konsep yang benar tentang dunia pemeriksaan mata klinis.

  • Ophthalmoscopy adalah kategori yang paling luas: semua teknik pemeriksaan bagian dalam mata menggunakan instrumen optik.
  • Funduscopy adalah subset dari ophthalmoscopy: pemeriksaan yang spesifik pada fundus okuli.
  • Direct funduscopy (funduskopi direk) adalah teknik funduscopy menggunakan direct ophthalmoscope, menghasilkan gambaran tegak dengan magnifikasi tinggi dari jarak dekat.
  • Indirect funduscopy (funduskopi indirek) adalah teknik funduscopy menggunakan indirect ophthalmoscope dengan lensa kondenser, menghasilkan gambaran terbalik dengan lapang pandang lebih luas dari jarak yang lebih jauh.

 

Hubungan ini bisa divisualisasikan sebagai lingkaran bersarang: ophthalmoscopy adalah lingkaran terluar, funduscopy berada di dalamnya, dan direct funduscopy serta indirect funduscopy adalah dua lingkaran terkecil di dalam funduscopy yang mewakili dua teknik berbeda untuk mencapai tujuan yang sama.

 

Bagaimana Perbandingan Penggunaan Klinis Funduscopy dan Ophthalmoscopy dalam Berbagai Konteks?

Kapan Dokter Klinis Menggunakan Funduscopy dan Kapan Memilih Ophthalmoscopy sebagai Terminologi?

Dalam konteks komunikasi klinis sehari-hari di rumah sakit dan fasilitas kesehatan Indonesia, kedua istilah ini sering digunakan bergantian oleh dokter umum maupun spesialis. Namun ada beberapa situasi di mana pilihan terminologi yang lebih presisi memberikan kejelasan komunikasi yang lebih baik.

  • Saat merujuk pasien: Dokter umum yang merujuk ke spesialis mata akan menulis "perlu funduskopi untuk evaluasi retinopati diabetik" karena spesifik pada tujuan pemeriksaan. Menulis "perlu ophthalmoscopy" secara teknis tidak salah, tetapi kurang spesifik dalam konteks rujukan klinis.
  • Saat mendokumentasikan temuan: Dalam catatan medis dan laporan klinis, "funduskopi menunjukkan..." lebih tepat karena langsung merujuk pada temuan di fundus. "Ophthalmoscopy menunjukkan..." juga digunakan, terutama dalam catatan berbahasa Inggris.
  • Saat mendiskusikan teknik: "Direct ophthalmoscopy lebih mudah dipelajari dibandingkan indirect ophthalmoscopy" adalah cara yang tepat karena konteksnya adalah perbandingan teknik dan instrumen, bukan temuan spesifik.
  • Saat menjawab soal OSCE atau CBT: Di FK Indonesia, soal yang menanyakan tentang prosedur pemeriksaan fundus biasanya menggunakan terminologi "funduskopi" atau "funduskopi direk". Mahasiswa yang hanya familiar dengan istilah "ophthalmoscopy" tanpa mengenal padanan bahasa Indonesianya bisa mengalami kebingungan saat membaca soal.

 

Apa yang Dimaksud dengan Refleks Merah dan Mengapa Berbeda dari Funduscopy?

Pemeriksaan refleks merah (red reflex) adalah contoh konkret mengapa ophthalmoscopy tidak selalu identik dengan funduscopy. Refleks merah adalah cahaya merah-orange yang terlihat ketika cahaya dari ophthalmoscope diarahkan ke mata dari jarak sekitar 30 cm, sebelum pemeriksa mendekat untuk melihat fundus secara detail.

Refleks merah yang normal menunjukkan bahwa media okular (kornea, lensa, vitreus) jernih dan tidak ada hambatan antara sumber cahaya dan retina. Refleks merah yang tidak ada atau asimetris antara dua mata adalah tanda yang membutuhkan evaluasi lebih lanjut, misalnya pada katarak, perdarahan vitreus, retinoblastoma pada anak, atau retinal detachment.

Pemeriksaan refleks merah adalah bagian dari ophthalmoscopy (menggunakan ophthalmoscope) tetapi bukan funduscopy karena tidak memeriksa fundus secara spesifik. Ini adalah contoh paling jelas bahwa ophthalmoscopy sebagai kategori lebih luas dari funduscopy.

Dalam OSCE pemeriksaan mata di FK Indonesia, pemeriksaan refleks merah sering menjadi langkah awal sebelum funduskopi direk, dan kedua langkah ini dinilai dalam satu checklist yang sama meskipun secara teknis berbeda istilah.

 

Apa Implikasi Terminologi ini dalam Konteks OSCE dan Blok Clinical Science?

Pemahaman yang tepat tentang perbedaan funduscopy dan ophthalmoscopy memiliki dua implikasi praktis yang langsung relevan bagi mahasiswa FK semester 5 hingga 8.

 

Implikasi pertama: Memahami apa yang dinilai di OSCE.

Penelitian di FK UGM pada 516 mahasiswa menunjukkan bahwa komponen dengan skor kegagalan tertinggi di OSCE stase mata adalah diagnosis dan manajemen farmakoterapi, bukan hanya teknik pemeriksaan. Ini berarti kemampuan menginterpretasikan temuan funduscopy dan mengaitkannya dengan diagnosis klinis yang tepat adalah komponen yang lebih sering menjadi titik lemah dibandingkan kemampuan teknis menggunakan alat.

Mahasiswa yang memahami bahwa funduscopy adalah prosedur spesifik untuk memeriksa fundus akan lebih fokus mempelajari apa yang harus dicari di fundus (diskus optikus, pembuluh darah, makula, retina perifer) dan apa makna klinisnya, bukan hanya bagaimana cara memegang ophthalmoscope.

 

Implikasi kedua: Membaca literatur klinis dan jurnal dengan lebih akurat.

Dalam jurnal dan panduan klinis, istilah ophthalmoscopy dan funduscopy sering digunakan bergantian. Mahasiswa yang tidak mengenal hubungan hierarkisnya bisa salah menafsirkan apakah suatu penelitian membahas teknik tertentu atau prosedur tertentu. Presisi terminologi ini semakin penting saat mahasiswa mulai menelusuri literatur untuk keperluan diskusi PBL, tugas blok, atau karya ilmiah.

Untuk kebutuhan direct ophthalmoscope yang digunakan dalam latihan funduskopi mandiri dan persiapan OSCE pemeriksaan mata, konsultasikan kebutuhan alat melalui WhatsApp Medtools: 

Whatsapp kami Disini

 

Kesimpulan

Funduscopy dan ophthalmoscopy adalah dua istilah yang saling berkaitan tetapi tidak identik: ophthalmoscopy adalah kategori yang lebih luas mencakup semua pemeriksaan menggunakan ophthalmoscope, sementara funduscopy adalah subset spesifik yang berfokus pada pemeriksaan fundus okuli. Dalam praktik klinis sehari-hari keduanya sering digunakan bergantian, tetapi pemahaman tentang perbedaan konseptualnya membantu mahasiswa FK dalam membaca literatur dengan akurat, berkomunikasi klinis dengan presisi, dan memahami struktur OSCE pemeriksaan mata yang menilai kemampuan teknis sekaligus kemampuan interpretasi temuan. Di kurikulum FK Indonesia, "funduskopi direk" adalah istilah yang terstandar dalam SKDI dan paling sering digunakan dalam konteks OSCE dan skill lab.

Untuk kebutuhan direct ophthalmoscope original bergaransi untuk latihan mandiri dan persiapan OSCE, hubungi Medtools melalui WhatsApp: 

Whatsapp kami Disini

 

FAQ

Apa perbedaan funduscopy dan ophthalmoscopy?

Ophthalmoscopy adalah istilah yang lebih luas untuk semua pemeriksaan bagian dalam mata menggunakan ophthalmoscope, termasuk pemeriksaan refleks merah dan media okular. Funduscopy adalah bagian spesifik dari ophthalmoscopy yang berfokus pada pemeriksaan fundus okuli, yaitu retina, diskus optikus, makula, dan pembuluh darah retina.

Apakah funduscopy dan fundoskopi sama?

Ya, funduscopy, fundoscopy, dan funduskopi (dalam bahasa Indonesia) merujuk pada prosedur yang sama, yaitu pemeriksaan fundus mata. Perbedaan hanya pada ejaan dan bahasa yang digunakan, bukan pada prosedur yang dilakukan.

Istilah mana yang digunakan dalam SKDI dan OSCE FK Indonesia?

SKDI 2012 menggunakan istilah "pemeriksaan funduskopi direk" sebagai keterampilan klinis yang harus dikuasai dokter umum. Dalam konteks OSCE dan skill lab di FK Indonesia, istilah "funduskopi" atau "funduskopi direk" adalah yang paling banyak digunakan.

Apa itu refleks merah dan apakah termasuk funduscopy?

Refleks merah adalah cahaya merah-orange yang terlihat saat cahaya ophthalmoscope diarahkan ke mata dari jarak 30 cm. Pemeriksaan refleks merah adalah bagian dari ophthalmoscopy tetapi bukan funduscopy karena tidak memeriksa fundus secara spesifik, melainkan hanya menilai kejernihan media okular.

Mengapa penting memahami perbedaan istilah ini sebagai mahasiswa FK?

Pemahaman yang tepat membantu mahasiswa membaca literatur klinis dengan akurat, berkomunikasi klinis dengan presisi, dan memahami struktur OSCE yang tidak hanya menilai teknik menggunakan alat tetapi juga kemampuan menginterpretasikan temuan funduskopi dan mengaitkannya dengan diagnosis.

 

Daftar Pustaka

  • Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia. Jakarta: KKI; 2012.
  • Widyandana D, Agni AN, Supartoto A. The undergraduate medical students' pitfalls in eye examination station of objective structured clinical examination. Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia. 2019;8(3):144–52.
  • Setiaji W. Analisis kesalahan mahasiswa pada OSCE pemeriksaan mata di Skill Lab Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada [Tesis]. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada; 2015.
  • HEINE Optotechnik. Ophthalmoscopy: Direct and Indirect [Product Guide]. Gilching: HEINE Optotechnik; 2023.
  • Bickley LS, Szilagyi PG. Bates' Guide to Physical Examination and History Taking. 13th ed. Philadelphia: Wolters Kluwer; 2021.
  • Samaranayake UMJE, Mathangasinghe Y, Samaranayake UMNP, Wijayatunga M. Non-simulator-based techniques in teaching direct ophthalmoscopy for medical students: a systematic review. Int J Ophthalmol. 2020;13(8).
  • American Academy of Ophthalmology. Fundamentals and Principles of Ophthalmology. Basic and Clinical Science Course. San Francisco: AAO; 2022.

Bagikan Artikel: