Clinical Science

Do’s & Don’ts Saat Pemakaian Arm Sling Bahu Agar Cedera Cepat Pulih

Do’s & Don’ts Saat Pemakaian Arm Sling Bahu Agar Cedera Cepat Pulih
Agar cedera pada bahu, siku, atau pergelangan tangan cepat pulih, Kamu memerlukan alat penopang yang disebut armsling. Alat bantu medis ini berfungsi mendukung lengan yang cedera atau pasca-operasi untuk meminimalkan gerakan yang tidak perlu.
Penggunaan armsling yang benar dapat mengurangi tekanan pada area cedera, memungkinkan proses penyembuhan jaringan berjalan optimal, dan mencegah komplikasi. Namun, jika pemakaiannya tidak tepat, proses kesembuhan justru bisa terhambat.
Berikut adalah panduan hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat menggunakan armsling:

 

Do's (Hal yang Sebaiknya Dilakukan)
  • Ikuti Petunjuk Medis: Pastikan Kamu sudah berkonsultasi dengan dokter mengenai durasi pemakaian. Setiap cedera memiliki protokol waktu yang berbeda (misalnya hanya dipakai saat aktivitas atau harus dipakai saat tidur juga).
  • Kenakan dengan Benar: Pastikan lengan tersangga dari pergelangan tangan hingga siku. Posisi siku harus membentuk sudut 90 derajat dan telapak tangan sedikit lebih tinggi dari posisi siku untuk mencegah pembengkakan (edema).
  • Sesuaikan Posisi Tali: Atur tali pengikat agar lengan tersangga dengan kokoh namun tetap nyaman. Pastikan berat lengan bertumpu pada pundak yang sehat, bukan pada leher, untuk menghindari nyeri leher.
  • Jaga Kebersihan Alat: Karena menempel pada kulit dalam waktu lama, armsling bisa menjadi tempat berkembang biak bakteri. Cuci secara rutin sesuai instruksi pada label produk agar kulit tidak mengalami iritasi.
Don'ts (Hal yang Sebaiknya Dihindari)
  • Jangan Melakukan Aktivitas Berat: Hindari mengangkat beban, menarik, atau mendorong barang menggunakan tangan yang sedang disangga. Biarkan otot dan sendi beristirahat sepenuhnya.
  • Jangan Memasang Terlalu Kencang: Tali yang terlalu ketat dapat menghambat sirkulasi darah. Waspadai tanda-tanda gangguan sirkulasi seperti: Mati Rasa atau kesemutan pada jari, ujung jari terasa dingin atau membiru, pembengkakan yang mengikat pada area jari
  • Jangan Membiarkan Bahu Terlalu Kaku: Kecuali dilarang oleh dokter, lakukan latihan ringan pada jari dan pergelangan tangan secara berkala agar sendi tidak menjadi kaku (frozen shoulder).
  • Jangan Melepas Tanpa Izin: Jangan melepas armsling hanya karena merasa sudah "agak mendingan" tanpa persetujuan tenaga medis, karena risiko cedera ulang sangat tinggi pada masa pemulihan.

 

Kesimpulan
Menggunakan armsling memang butuh adaptasi, namun kepatuhan Kamu adalah kunci kesembuhan yang optimal. Selalu pantau kondisi lengan Kamu dan jangan ragu untuk mengatur ulang posisi jika merasa tidak nyaman.
Butuh armsling yang nyaman, berbahan breathable (tidak gerah), dan mudah diatur ukurannya? Kamu bisa mendapatkannya secara original di @MEDTOOLS.CARE atau klik link di bawah ini!

 

Penulis: Andika Chris Ardiansyah
Peninjau: dr. Stellon Salim

 

Daftar Pustaka
Bickley, L. S., Szilagyi, P. G., & Hoffman, R. M. (2021). Bates' Guide to Physical Examination and History Taking (13th ed.). Wolters Kluwer.
Hall, J. E., & Hall, M. E. (2020). Guyton and Hall Textbook of Medical Physiology (14th ed.). Elsevier.
Kementerian Kesehatan RI. (2021). Panduan Tata Laksana Fisioterapi pada Cedera Muskuloskeletal. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.
Paulsen, F., & Waschke, J. (2018). Sobotta Atlas of Human Anatomy (16th ed.). Elsevier.
Slye, D. A. (2021). Orthopedic Nursing: Postoperative Care and Equipment Management. Pearson Education.z

Bagikan Artikel:

1 Chat Tentang Artikel Ini!