OSCE Preparation

Cara Menggunakan Alat Tourniquet untuk Injeksi dengan Benar

Cara Menggunakan Alat Tourniquet untuk Injeksi dengan Benar

Tourniquet (turniket) merupakan alat medis yang berfungsi untuk menahan atau menghentikan aliran darah sementara waktu. Alat ini umumnya berbentuk seperti tali pita elastis yang dilengkapi dengan pengait (buckle) untuk mengencangkan dan melonggarkan ikatan pada bagian tubuh.

Dalam dunia medis, tourniquet memiliki dua fungsi utama:

  1. Pertolongan Pertama (Gawat Darurat): Menghentikan perdarahan masif pada luka terbuka, misalnya akibat kecelakaan atau trauma.
  2. Prosedur Klinis Harian: Menekan aliran darah balik vena agar pembuluh darah vena tampak lebih melebar, menonjol, dan mudah diraba. Hal ini akan sangat memudahkan dokter menentukan lokasi penusukan jarum (venipuncture).

Alat ini sangat mudah didapatkan. Kamu bisa mencarinya di berbagai toko alat kesehatan, salah satunya di MEDTOOLS.ID. Di sana tersedia tourniquet berkualitas beserta berbagai alat kesehatan (alkes) esensial lainnya khusus untuk kebutuhan mahasiswa kedokteran!

 

Cara Menggunakan Tourniquet untuk Injeksi (Intravena)

Saat memasuki masa preklinik di semester 4 atau 5, kamu akan mempelajari Clinical Skills Lab (CSL) tentang teknik injeksi dan pengambilan darah (phlebotomy). Di blok inilah tourniquet akan menjadi "sahabat" utamamu saat berlatih memasang infus atau mengambil sampel darah.

Agar tidak bingung, kamu bisa mengikuti langkah-langkah mudah penggunaannya berikut ini:

  1. Siapkan Alat & Komunikasi: Pastikan alat tourniquet sudah siap. Berikan penjelasan (informed consent) kepada pasien bahwa prosedur ini mungkin akan menimbulkan sedikit rasa tidak nyaman atau tekanan.
  2. Bebaskan Area Injeksi: Minta pasien untuk menyingsingkan lengan bajunya ke atas agar area penusukan (biasanya lipatan siku / fossa kubiti) terlihat jelas.
  3. Posisikan Tourniquet: Pasang tourniquet sekitar 3–4 inci (7–10 cm) di atas area tempat penusukan jarum.
  4. Perhatikan Jarak: Pastikan jaraknya pas! Jika terlalu dekat dengan area tusukan, vena bisa kolaps (kempis) saat darah dihisap oleh spuit. Sebaliknya, jika terlalu jauh, pembendungan aliran darah tidak akan efektif.
  5. Kencangkan Secukupnya: Tarik tali tourniquet hingga cukup kencang untuk membendung vena, namun jangan terlalu kencang hingga menghentikan denyut nadi arteri di pergelangan tangan (nadi radialis).
  6. Minta Pasien Mengepal: Instruksikan pasien untuk mengepalkan tangannya. Kombinasi kepalan tangan dan tekanan tourniquet akan membuat pembuluh darah vena langsung menonjol dan mudah ditusuk.
  7. Lakukan Injeksi: Selesai! Kamu kini bisa melakukan desinfeksi dan mulai menusukkan jarum dengan aman.

Catatan Krusial Saat Menggunakan Tourniquet!

Ada beberapa "pantangan" yang wajib kamu perhatikan agar tidak merugikan pasien:

  • Jangan Pasang Terlalu Lama! Waktu maksimal pemasangan tourniquet adalah 1 menit. Jika lebih dari itu, akan terjadi Hemokonsentrasi (kondisi di mana komponen seluler darah menumpuk karena cairan plasmanya keluar ke jaringan). Ini bisa membuat hasil tes lab pasien menjadi tidak akurat!
  • Jangan Terlalu Longgar: Jika dipasang terlalu longgar, pembuluh darah vena tidak akan membendung dengan baik dan akan sulit ditemukan.
  • Jangan Buka-Tutup Berulang Kali: Menarik, melonggarkan, dan mengencangkan tourniquet secara berulang-ulang di tempat yang sama dapat merusak jaringan pembuluh darah (pecah pembuluh darah / hematoma).

 

Mau Lancar Injeksi? Latihan Praktik Kuncinya!

Itu dia cara mudah menggunakan tourniquet untuk keperluan injeksi. Teori saja tentu tidak cukup, kamu harus sering berlatih!

Jika kamu butuh alat untuk latihan mandiri, kamu bisa mencoba Paket Injeksi Temen dari Medtools! Di dalam paket bundling super hemat ini, kamu sudah mendapatkan perlengkapan komplit, yaitu:

  • Spuit 3cc
  • Spuit 1cc
  • Tourniquet Medis Elastis
  • Alkohol Swab

Tinggal siapkan phantom lengan, dan kamu siap latihan kapan saja! Jika kamu mau order, bisa langsung checkout di Instagram @MEDTOOLS.ID atau marketplace kesayanganmu ya! atau Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!

Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!

 

Penulis: Andika Chris Ardiansyah

Peninjau: dr. lonlim

 

Daftar Pustaka

Potter, P. A., Perry, A. G., Stockert, P. A., & Hall, A. M. (2020). Fundamentals of Nursing (10th ed.). Elsevier.

World Health Organization (WHO). (2010). WHO Guidelines on Drawing Blood: Best Practices in Phlebotomy. World Health Organization.

Bickley, L. S., Szilagyi, P. G., & Hoffman, R. M. (2021). Bates' Guide to Physical Examination and History Taking (13th ed.). Wolters Kluwer.

Bagikan Artikel:

1 Chat Tentang Artikel Ini!