Preklinik

Apa Gaya Belajarmu? Kenali Tipe Visual, Auditori, Read/Write, dan Kinestetik untuk Belajar Lebih Efektif di FK

Apa Gaya Belajarmu? Kenali Tipe Visual, Auditori, Read/Write, dan Kinestetik untuk Belajar Lebih Efektif di FK

Gaya belajar adalah cara seseorang menyerap, memproses, dan mengingat informasi secara paling efektif. Salah satu model yang paling banyak digunakan dalam konteks pendidikan kedokteran adalah model VARK singkatan dari Visual, Auditory, Read/Write, dan Kinesthetic yang dikembangkan oleh Neil Fleming pada tahun 1987. Model ini mengelompokkan preferensi belajar berdasarkan modalitas sensorik yang paling dominan digunakan seseorang saat memproses informasi baru.

Bagi mahasiswa FK, memahami gaya belajar bukan sekadar soal kenyamanan. Kurikulum kedokteran yang padat mulai dari anatomi, fisiologi, histologi, hingga diskusi PBL menuntut strategi belajar yang tepat agar informasi dapat diproses dan dipertahankan dalam jangka panjang. Mahasiswa yang belum mengenali gaya belajarnya cenderung menggunakan metode belajar yang kurang sesuai, sehingga waktu belajar yang sudah banyak tidak berbanding lurus dengan hasil yang didapat.

 

Artikel ini membahas:

  • Apa itu model VARK dan mengapa relevan di FK
  • Karakteristik masing-masing tipe belajar
  • Strategi belajar spesifik untuk setiap tipe
  • Bagaimana mengenali dan mengoptimalkan gaya belajar sendiri

 

Apa Itu Model VARK dan Bagaimana Asal-usulnya?

Model VARK adalah kerangka gaya belajar yang mengklasifikasikan preferensi belajar ke dalam empat modalitas: Visual, Auditory (Aural), Read/Write, dan Kinesthetic. Model ini dikembangkan oleh Neil D. Fleming, seorang pendidik asal Selandia Baru, pada 1987 dan telah menjadi salah satu instrumen paling banyak digunakan dalam riset pendidikan, termasuk pendidikan kedokteran.

Penting untuk dipahami bahwa VARK bukan tes kepribadian dan bukan label permanen. Model ini mengukur preferensi cara belajar yang paling terasa nyaman dan efektif bukan kemampuan. Seseorang bisa memiliki lebih dari satu modalitas dominan, yang disebut sebagai tipe multimodal. Penelitian pada mahasiswa kedokteran menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki gaya belajar multimodal, sementara hanya sebagian kecil yang murni unimodal.

Dalam konteks FK, model VARK relevan karena metode pengajaran yang digunakan kuliah, praktikum, tutorial PBL, skill lab sebenarnya melayani modalitas yang berbeda-beda. Mahasiswa yang mengenali modalitas dominannya dapat menyesuaikan cara belajar mandiri agar lebih selaras dengan cara otaknya memproses informasi.

 

Apa Saja Keempat Tipe Gaya Belajar dalam Model VARK?

Model VARK membagi preferensi belajar menjadi empat tipe yang masing-masing memiliki karakteristik dan kekuatan tersendiri. Berikut penjelasan masing-masing tipe beserta ciri khasnya dalam konteks mahasiswa FK:

Bagaimana Cara Mengetahui Tipe Gaya Belajar Sendiri?

Cara paling terstandar untuk mengetahui tipe VARK adalah melalui kuesioner resmi VARK yang dikembangkan oleh Neil Fleming. Kuesioner ini terdiri dari 16 pertanyaan situasional yang masing-masing menawarkan empat pilihan respons yang mencerminkan keempat modalitas.

 

Medtools.id menyediakan tes VARK gratis khusus untuk mahasiswa kedokteran Indonesia, lengkap dengan penjelasan hasil dan strategi belajar yang relevan dengan konteks FK. Tes ini dapat diakses di: 

 TES CARA BELAJAR MU DISINI

 

Beberapa hal yang perlu dipahami saat menafsirkan hasil VARK:

  • Satu tipe dominan (unimodal) berarti preferensi sangat kuat pada satu modalitas. Strategi belajar perlu difokuskan pada modalitas tersebut, namun tetap perlu melatih modalitas lain karena lingkungan FK tidak selalu bisa disesuaikan.
  • Lebih dari satu tipe (multimodal) berarti fleksibel dalam menerima informasi dari berbagai format. Ini bukan kelemahan justru tipe multimodal memiliki keuntungan karena dapat menyesuaikan diri dengan berbagai metode pengajaran. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa kedokteran memiliki gaya belajar multimodal, dan mayoritas dari kelompok ini mampu mengaplikasikan gaya belajar sesuai karakteristiknya.

 

Apa Strategi Belajar yang Tepat untuk Setiap Tipe VARK di FK?

Mengenali tipe VARK tanpa menerapkan strategi yang sesuai tidak akan memberikan perubahan nyata. Berikut strategi belajar konkret untuk masing-masing tipe dalam konteks perkuliahan FK:

 

Strategi untuk Tipe Visual

  • Gunakan atlas anatomi bergambar (Netter, Gray's) sebagai referensi utama, bukan hanya teks deskriptif
  • Buat mindmap untuk setiap blok hubungkan konsep anatomi, fisiologi, dan patologi dalam satu peta visual
  • Tandai catatan dengan kode warna berbeda untuk setiap sistem organ atau kategori informasi
  • Gambar ulang diagram patofisiologi dan jalur metabolisme saat mengulang materi
  • Manfaatkan aplikasi seperti Complete Anatomy atau video animasi fisiologi untuk visualisasi tiga dimensi

 

Strategi untuk Tipe Auditory

  • Rekam penjelasan dosen (dengan izin) dan dengarkan ulang saat perjalanan atau sebelum tidur
  • Jadikan sesi PBL dan diskusi kelompok sebagai metode belajar utama, bukan sekadar kewajiban
  • Praktikkan metode teach-back: jelaskan materi yang baru dipelajari kepada teman sebagai cara mengkonsolidasikan pemahaman
  • Gunakan podcast medis berbahasa Indonesia atau Inggris untuk paparan materi di luar kelas
  • Baca catatan dengan bersuara (read aloud) saat mengulang materi

 

Strategi untuk Tipe Read/Write

 

  • Tulis ulang poin-poin penting dari kuliah dengan kata-kata sendiri bukan menyalin, tetapi merangkum
  • Buat daftar (list) terstruktur: definisi, klasifikasi, langkah-langkah prosedur dalam format berurutan
  • Gunakan metode Cornell Notes untuk mencatat kuliah: kolom pertanyaan, kolom catatan, dan kolom ringkasan
  • Manfaatkan buku teks standar sebagai sumber utama dan buat anotasi langsung di margin
  • Tulis pertanyaan latihan sendiri berdasarkan materi yang sudah dipelajari

 

Strategi untuk Tipe Kinesthetic

  • Maksimalkan setiap sesi skill lab persiapkan prosedur sebelumnya agar waktu praktik digunakan untuk pengulangan, bukan orientasi
  • Gunakan manekin atau phantom untuk berlatih pemeriksaan fisik secara mandiri di luar jadwal resmi
  • Buat skenario kasus sendiri atau gunakan bank soal berbasis kasus untuk menerapkan teori ke situasi nyata
  • Kaitkan setiap konsep fisiologi atau patologi dengan gambaran klinis yang konkret
  • Manfaatkan video prosedur klinis sebelum praktikum sebagai "pemanasan" kinestetik

 

Mengapa Gaya Belajar Penting tapi Bukan Satu-satunya Faktor?

Gaya belajar adalah alat bantu, bukan penentu mutlak keberhasilan akademik. Pemahaman tentang preferensi modalitas harus diimbangi dengan pemahaman bahwa lingkungan belajar di FK tidak selalu bisa disesuaikan dengan satu tipe saja. Ujian blok, OSCE, dan diskusi PBL menuntut kemampuan memproses informasi dari berbagai format secara bersamaan.

Penelitian longitudinal pada mahasiswa FK di Indonesia menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara gaya belajar mahasiswa di tahun pertama dan tahun ketiga, meskipun terdapat perubahan gaya belajar seiring waktu menunjukkan bahwa gaya belajar bersifat adaptif, bukan statis. Ini berarti mahasiswa dengan tipe apapun dapat berkembang dan menyesuaikan strategi belajar sesuai tuntutan lingkungan akademik.

Yang perlu dihindari adalah mitos gaya belajar keyakinan bahwa seseorang hanya bisa belajar dengan satu cara tertentu. Riset pendidikan kontemporer menekankan bahwa efektivitas belajar lebih banyak ditentukan oleh kualitas proses belajar (seperti spaced repetition, retrieval practice, dan elaborasi) daripada modalitas sensorik semata.

 

Bergabung dengan komunitas mahasiswa kedokteran yang aktif mendiskusikan strategi belajar, berbagi pengalaman, dan saling mendukung adalah salah satu cara mempercepat proses menemukan metode belajar yang paling efektif. Komunitas MedImpact by Medtools hadir untuk itu: 

MEDTOOLS IMPACT

 

Kesimpulan

Model VARK memberikan kerangka yang berguna untuk memahami preferensi belajar bagaimana seseorang paling nyaman menyerap dan memproses informasi baru. Empat tipe utama (Visual, Auditory, Read/Write, dan Kinesthetic) masing-masing memiliki kekuatan dan strategi belajar yang berbeda, dan keempatnya relevan dalam konteks pendidikan FK yang mencakup kuliah, praktikum, skill lab, dan diskusi. Mengenali tipe VARK bukan tujuan akhir, melainkan titik awal untuk merancang strategi belajar yang lebih sadar dan efisien terutama di tengah beban akademik FK yang tinggi.

 

 

FAQ

Apa itu model VARK dalam gaya belajar?

VARK adalah model gaya belajar yang dikembangkan oleh Neil Fleming yang mengklasifikasikan preferensi belajar ke dalam empat modalitas: Visual (melalui gambar dan diagram), Auditory (melalui suara dan diskusi), Read/Write (melalui teks tertulis), dan Kinesthetic (melalui praktik langsung).

Apakah seseorang hanya bisa memiliki satu tipe gaya belajar VARK?

Tidak. Banyak orang memiliki lebih dari satu modalitas dominan, yang disebut tipe multimodal. Penelitian pada mahasiswa FK di Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa justru termasuk tipe multimodal.

Bagaimana cara mengetahui tipe VARK?

Cara paling terstandar adalah melalui kuesioner VARK resmi yang terdiri dari 16 pertanyaan situasional. Medtools.id menyediakan tes VARK gratis khusus mahasiswa kedokteran Indonesia di medtools.id/puzzle-karir-kedokteran/vark.

Apakah tipe kinestetik cocok untuk mahasiswa FK?

Ya. Tipe Kinesthetic sangat relevan di FK karena banyaknya kegiatan berbasis praktik: skill lab, praktikum anatomi, simulasi OSCE, dan pemeriksaan fisik. Penelitian di beberapa FK Indonesia menunjukkan bahwa kinestetik adalah salah satu tipe yang paling banyak ditemukan pada mahasiswa kedokteran.

Apakah gaya belajar menentukan prestasi akademik di FK?

Gaya belajar adalah salah satu faktor yang memengaruhi efektivitas belajar, tetapi bukan satu-satunya penentu prestasi. Faktor lain seperti motivasi, konsistensi belajar, kualitas metode belajar (spaced repetition, retrieval practice), dan dukungan lingkungan akademik juga berperan signifikan.

 

Daftar Pustaka

  • Fleming ND, Mills C. Not another inventory, rather a catalyst for reflection. To Improve the Academy. 1992;11:137–55.
  • Prithishkumar IJ, Michael SA. Understanding your student: Using the VARK model. J Postgrad Med. 2014;60(2):183–6.
  • Malik UK, Emilia O, Rahayu GR, Ibrahim J. Aplikasi gaya belajar pada kegiatan belajar mandiri mahasiswa tahun pertama Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar. Magna Medika: Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan. 2017;1(4):26–32.
  • Dariyanti PDW, Manafe DT, Sihotang J, Folamauk C. Hubungan gaya belajar VARK dengan prestasi akademik mahasiswa Fakultas Kedokteran. Cendana Medical Journal. 2021.
  • El-Saftawy E, Latif AAA, ShamsEldeen AM, Alghamdi MA, Mahfoz AM, Aboulhoda BE. Influence of applying VARK learning styles on enhancing teaching skills: application of learning theories. BMC Medical Education. 2024;24(1):1034.
  • Balasubramaniam G, Indhu K. A study of learning style preferences among first year undergraduate medical students using VARK model. Education in Medicine Journal. 2016;8(4):15–21.

Bagikan Artikel: