Buat kamu yang masih berada di tahap pre-klinik atau baru saja bangga menyandang gelar S.Ked, pasti sering penasaran dan deg-degan, “Koas itu sebenarnya ngapain aja sih?” “Banyak tugas nggak?” “Benaran sering jaga malam sampai nggak tidur, ya?”
Tenang saja, tarik napas dalam-dalam. Medi bakal kasih gambaran lengkap tentang apa saja kegiatan utama yang akan kamu lakukan saat menjalani masa kepaniteraan klinik alias koas!
Hal utama yang bakal kamu lakukan selama koas adalah praktik langsung berhadapan dengan pasien sungguhan. Ini adalah momen krusial untuk belajar mengaplikasikan teori ke dunia nyata, supaya kamu terbiasa dan tidak membahayakan pasien, alias tetap berpegang teguh pada prinsip medis utama: “do no harm”.
Selama koas, kamu bakal mendapat berbagai tugas dari dokter pembimbing klinis (preseptor/konsulen) dan dituntut untuk sangat proaktif. Secara garis besar, ada empat pos utama yang akan kamu lalui secara bergantian. Yuk, kita bahas satu per satu!
Pos pertama adalah ruang poli (rawat jalan), di mana kamu bakal mengikuti preseptor saat poli berjalan. Di sini, tugas harian kamu meliputi menulis diagnosis pasien, melakukan anamnesis (wawancara medis), dan melakukan pemeriksaan fisik singkat.
Namun, tidak semua preseptor suka kalau kamu hanya diam mencatat atau mengamati. Ambil inisiatif dengan melakukan langkah-langkah berikut:
Selain di poli, kamu juga punya kewajiban untuk mengecek pasien rawat inap di bangsal. Di pos ini, kamu bakal sering mondar-mandir dan membutuhkan stamina kaki yang kuat karena tugasmu meliputi:
Jika kamu sedang berada di stase bedah atau OBGYN (kandungan), kamu pasti bakal masuk ke ruang kamar operasi (OK).
Bagi sebagian orang, ruang operasi bisa jadi tantangan mental karena suasananya sangat serius dan dokter bisa tiba-tiba bertanya tentang detail struktur anatomi di tengah operasi. Tapi bagi yang suka ilmu bedah, ini adalah kesempatan emas belajar teknik operasi langsung dari ahlinya. Sebelum masuk ruang OK, sebaiknya kamu sudah mempelajari dulu kasus operasi yang akan dilakukan hari itu agar siap mental jika mendapat "ujian dadakan" dari konsulen.
Di Instalasi Gawat Darurat (IGD) inilah kamu bakal sering merasakan jaga malam, terutama saat berada di stase mayor (wajib) dan beberapa stase minor seperti saraf (neurologi).
Setiap rumah sakit punya aturan yang berbeda soal jaga malam. Ada yang hanya standby, ada juga yang mewajibkan kamu menyiapkan morning report untuk mempresentasikan kasus gawat darurat yang kamu tangani semalaman.
Jika pasien sedang membeludak, kamu mungkin tidak akan sempat duduk apalagi istirahat. Sebaliknya, kalau kondisi sedang tenang, kamu bisa curi waktu untuk makan dan memejamkan mata sejenak. Ingat satu mitos penting di IGD: Jangan pernah bilang "Sepi", karena kata keramat ini dipercaya bisa mengundang lebih banyak ambulans dan pasien datang beruntun!
Koas adalah masa penuh tantangan, kelelahan, dan pembelajaran yang luar biasa. Untuk mendukung kelancaran kegiatan klinis kamu, pastikan untuk menyiapkan alat-alat penunjang seperti:
Siap begadang dan menjalani lika-liku kehidupan koas? Semangat terus ya! Lelahnya pasti akan terbayar lunas saat kamu resmi dilantik menjadi dokter nanti.
Butuh "senjata" alat-alat medis berkualitas untuk bekal masuk koas? Langsung saja hubungi Medtools.id di WhatsApp 0877-6591-5105 (Medi). Kami siap membantu menyediakan starter kit alat kesehatan original, lengkap, dan pastinya dengan harga terbaik khusus untuk kantong mahasiswa!
Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!
Penulis: dr. Stellon Salim
Budiman, A., & Ardiansyah, M. (2022). Panduan Klinis Kepaniteraan Klinik (Koas) untuk Mahasiswa Kedokteran. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran.
Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). (2012). Standar Pendidikan Profesi Dokter Indonesia. Jakarta: KKI.
Prawirohardjo, S. (2020). Etika Kedokteran dan Komunikasi Klinis dalam Praktik Rumah Sakit. Surabaya: Airlangga University Press.
World Health Organization (WHO). (2011). Patient Safety Curriculum Guide: Multi-professional Edition. Geneva: WHO Press.
Journal of Medical Education. (2021). Challenges and Stressors Among Medical Clinical Clerks in Hospital Settings. Vol. 15, No. 3.