Alkes Institusi (RS / Klinik)

Vacuum Tube GP: Fungsi, Jenis, dan Cara Menggunakannya

Vacuum Tube GP: Fungsi, Jenis, dan Cara Menggunakannya
Dalam dunia medis, terutama di ruang laboratorium klinik, alat bernama vacuum tube atau tabung vakum darah menjadi salah satu komponen paling vital dalam proses phlebotomy (pengambilan darah). Salah satu merek atau jenis tabung yang sangat sering diandalkan adalah Vacuum Tube GP.
Bro Sis tenaga kesehatan yang bekerja di klinik, puskesmas, atau laboratorium sentral wajib tahu fungsi dan cara penggunaan alat ini agar proses diagnostik berjalan efisien, steril, dan hasil labnya akurat. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Vacuum Tube GP, mulai dari pengertian, jenis, hingga tata cara penggunaannya yang tepat. Yuk, simak sampai tuntas!

 

Apa Itu Vacuum Tube GP?

Vacuum Tube GP adalah tabung vakum steril yang dirancang khusus untuk mempermudah proses pengambilan, pengumpulan, dan penyimpanan sampel darah pasien.
Tabung ini memiliki tekanan negatif (vakum) di dalamnya yang berfungsi untuk menyedot darah secara otomatis dengan volume yang pas ketika jarum dimasukkan ke pembuluh darah vena. "GP" sendiri umumnya merujuk pada standar General Purpose atau Gel/Plain, tergantung dari varian tabungnya.
Vacuum tube ini digunakan secara berpasangan dengan sistem vacutainer, yang terdiri dari jarum khusus (jarum dua ujung), holder (tabung penyangga plastik), dan tabung vakum itu sendiri. Penggunaan sistem tertutup ini jauh lebih direkomendasikan secara global dibandingkan pengambilan darah manual menggunakan spuit (suntikan biasa).

 

Fungsi dan Kegunaan Vacuum Tube GP

Vacuum Tube GP berperan sangat penting dalam memastikan kelancaran berbagai pemeriksaan laboratorium. Berikut adalah beberapa fungsi utamanya:
Mempermudah Pengambilan Darah Vena: Memungkinkan pengambilan spesimen darah dengan lebih mudah, cepat, dan presisi tanpa perlu menarik plunger suntikan secara manual.
Menjaga Sterilitas dan Keamanan Keselamatan Kerja: Karena sistemnya tertutup rapat (closed system), tabung ini meminimalkan risiko darah tumpah, mencegah kontaminasi silang, dan melindungi tenaga medis dari paparan patogen (blood-borne diseases).
Menjaga Rasio Darah dan Aditif: Tarikan vakumnya sudah diatur dari pabrik agar volume darah yang masuk pas dengan takaran zat aditif di dalam tabung, sehingga sampel tidak rusak.
Penyimpanan dan Transportasi Aman: Terbuat dari bahan kaca khusus atau plastik PET yang tahan banting, sehingga sangat aman untuk proses transportasi rujukan ke laboratorium pusat.

 

Jenis-Jenis Vacuum Tube GP

Setiap pemeriksaan lab membutuhkan perlakuan sampel yang berbeda. Oleh karena itu, Vacuum Tube GP memiliki kode warna tutup yang berbeda-beda. Berikut yang paling sering digunakan di klinik:
  • Plain Tube (Tutup Merah): Tabung murni tanpa zat aditif. Biasanya digunakan untuk pemeriksaan kimia darah klinis, serologi, dan imunologi.
  • Gel Clot Activator Tube (Tutup Kuning): Mengandung gel pemisah dan aktivator pembekuan darah. Sangat berguna untuk mempercepat pemisahan serum murni secara otomatis saat di-sentrifus (centrifuge).
  • EDTA Tube (Tutup Ungu/Lavender): Mengandung cairan atau serbuk antikoagulan (pencegah pembekuan). Digunakan khusus untuk analisis darah rutin/hematologi (seperti cek Hb, leukosit, trombosit).
  • Sodium Citrate Tube (Tutup Biru Terang): Mengandung cairan natrium sitrat untuk pengujian fungsi koagulasi atau pembekuan darah (misalnya tes PT dan APTT).

 

Cara Menggunakan Vacuum Tube GP

Untuk mendapatkan spesimen yang layak uji dan tidak lisis (pecah), berikut adalah langkah-langkah phlebotomy menggunakan Vacuum Tube GP:
  1. Persiapan Alat dan Pasien: Siapkan jarum vacutainer, holder, dan jenis tabung GP yang sesuai dengan lembar permintaan lab. Minta pasien duduk rileks atau berbaring nyaman, lalu pasang torniket di lengan atas.
  2. Pemasangan Jarum: Buka segel jarum steril, lalu putar dan pasangkan ke holder dengan kencang. Bersihkan area lipatan siku (fossa cubiti) pasien dengan alcohol swab 70% dan biarkan mengering.
  3. Penusukan Vena: Lakukan penusukan (venipuncture) dengan sudut 15-30 derajat. Setelah masuk ke pembuluh vena, segera dorong tabung vakum GP ke dalam holder hingga jarum bagian dalam menembus karet penutup tabung.
  4. Pengisian Otomatis: Biarkan tekanan vakum menarik darah pasien secara otomatis. Cabut torniket segera setelah darah mulai mengalir masuk. Tunggu hingga aliran darah berhenti sendiri (tanda volume sudah pas).
  5. Penggantian Tabung: Jika pemeriksaan membutuhkan lebih dari satu jenis tabung, cabut tabung pertama dan ganti dengan tabung berikutnya sesuai urutan standar (Order of Draw) tanpa perlu mencabut jarum dari lengan pasien.
  6. Homogenisasi Sampel: Segera setelah tabung dicabut, bolak-balikkan tabung secara perlahan (seperti membentuk angka 8) sebanyak 5-8 kali agar darah bercampur sempurna dengan zat aditif. Jangan dikocok keras karena akan membuat sel darah pecah (lisis)!
  7. Pelabelan dan Penyimpanan: Cabut jarum dari lengan pasien, tekan bekas luka dengan kasa steril, lalu plester. Tempelkan label barcode/nama pasien di tabung, dan simpan sampel pada rak tabung sesuai suhu operasional.

Kesimpulan

Beralih dari spuit manual ke sistem Vacuum Tube GP adalah langkah wajib bagi fasilitas kesehatan modern untuk menjamin keselamatan tenaga medis sekaligus keakuratan hasil diagnosis pasien. Dengan memahami jenis warna tabung, fungsi aditifnya, dan cara pengambilan yang benar, Bro Sis analis kesehatan dan perawat bisa meminimalisasi risiko penolakan sampel oleh pihak laboratorium. Pastikan klinik kamu selalu sedia tabung vacutainer yang berkualitas dan belum melewati masa kedaluwarsa!

 

Penulis: Andika Chris Ardiansyah
Peninjau: dr. Stellon Salim

 

Daftar Pustaka:

Hawach Scientific. Overview and Uses of Vacuum Blood Collection Tubes. Tersedia di: https://hawach.com
NIPRO JMI Medical Ltd. Vacuum Tube.
Pulsenotes. Blood Bottles: Indications and Order of Draw.

Bagikan Artikel:

1 Chat Tentang Artikel Ini!