Penyimpanan dan penggunaan underpad yang benar menjadi faktor penting dalam menjaga higienitas serta mencegah kontaminasi di fasilitas kesehatan. Underpad yang tidak disimpan dengan baik berisiko terpapar debu, mikroorganisme, atau kelembapan yang dapat menurunkan kualitasnya. Oleh karena itu, manajemen penyimpanan harus dilakukan sesuai standar kebersihan medis.
Selain itu, cara penggunaan underpad juga memengaruhi efektivitasnya dalam menyerap cairan dan melindungi pasien. Penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan kebocoran, iritasi kulit, serta meningkatkan risiko infeksi.
Poin utama menjaga higienitas underpad:
Underpad harus disimpan di area yang bersih, kering, dan terlindung dari kontaminasi lingkungan. Penyimpanan yang tidak tepat dapat menyebabkan penurunan kualitas material dan meningkatkan risiko kontaminasi sebelum digunakan.
Suhu dan kelembapan ruangan juga perlu diperhatikan karena kondisi lembap dapat memicu pertumbuhan mikroorganisme. Selain itu, underpad sebaiknya disimpan dalam kemasan asli hingga saat penggunaan untuk menjaga sterilitas relatifnya.
Penyimpanan yang benar membantu mencegah kontaminasi sebelum underpad digunakan pada pasien. Dalam standar pencegahan infeksi, semua alat medis harus dijaga kebersihannya sejak penyimpanan hingga penggunaan.
Underpad yang terkontaminasi sebelum digunakan dapat menjadi sumber infeksi silang. Oleh karena itu, fasilitas kesehatan harus menerapkan prosedur penyimpanan yang ketat.
Underpad harus digunakan dengan posisi yang tepat agar mampu menyerap cairan secara optimal. Sisi penyerap harus berada di bagian atas dan ditempatkan pada area yang berisiko terkena cairan.
Penggantian underpad harus dilakukan secara berkala, terutama setelah terkena cairan atau saat sudah lembap. Hal ini penting untuk menjaga kebersihan dan mencegah iritasi kulit pasien.
Selain itu, tenaga medis perlu memastikan bahwa underpad tidak bergeser selama penggunaan untuk menghindari kebocoran.
Kesalahan dalam penyimpanan dan penggunaan underpad dapat mengurangi efektivitas serta meningkatkan risiko kontaminasi. Beberapa kesalahan umum yang sering terjadi perlu dihindari.
Kesalahan yang sering ditemukan:

Underpad yang telah digunakan harus dibuang sesuai dengan prosedur limbah medis. Hal ini penting untuk mencegah penyebaran mikroorganisme ke lingkungan sekitar.
Limbah underpad umumnya dikategorikan sebagai limbah infeksius jika terkontaminasi cairan tubuh. Oleh karena itu, pembuangan harus menggunakan wadah khusus dan mengikuti regulasi yang berlaku.
Penyimpanan dan penggunaan underpad yang benar merupakan langkah penting dalam menjaga higienitas dan mencegah infeksi di fasilitas kesehatan. Prosedur yang tepat memastikan underpad tetap dalam kondisi optimal sebelum digunakan.
Selain itu, penggunaan yang sesuai standar akan meningkatkan efektivitas perlindungan serta kenyamanan pasien. Oleh karena itu, procurement dan tenaga medis perlu memahami pentingnya manajemen underpad secara menyeluruh.
Untuk kebutuhan pengadaan underpad dan alat kesehatan lainnya, konsultasi dapat dilakukan melalui WhatsApp berikut:
Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!
1. World Health Organization. Guidelines on core components of infection prevention and control programmes. Geneva: WHO; 2016.
2. Centers for Disease Control and Prevention. Guideline for disinfection and sterilization in healthcare facilities. Atlanta: CDC; 2019.
3. Rutala WA, Weber DJ. Disinfection, sterilization, and antisepsis: an overview. Am J Infect Control. 2019.