Kebutuhan underpad di klinik dan fasilitas kesehatan harus dihitung secara sistematis berdasarkan jumlah pasien, jenis layanan, serta frekuensi penggunaan harian. Perencanaan yang tepat akan membantu menjaga higienitas sekaligus mengontrol biaya operasional. Tanpa estimasi yang jelas, penggunaan underpad berisiko menjadi tidak efisien dan berdampak pada stok yang tidak stabil.
Dalam praktiknya, perhitungan kebutuhan underpad tidak hanya bergantung pada jumlah pasien, tetapi juga pada tingkat ketergantungan pasien dan jenis tindakan medis. Oleh karena itu, procurement perlu memahami pola penggunaan secara detail.
Poin utama dalam menentukan kebutuhan underpad:
Kebutuhan underpad ditentukan oleh volume pasien, jenis perawatan, dan tingkat ketergantungan pasien terhadap bantuan medis. Pasien dengan kondisi inkontinensia atau pasca tindakan biasanya membutuhkan penggantian underpad lebih sering.
Selain itu, jenis layanan klinik juga memengaruhi konsumsi underpad. Klinik rawat inap atau fasilitas dengan layanan tindakan medis intensif cenderung memiliki kebutuhan lebih tinggi dibandingkan klinik rawat jalan biasa.
Perhitungan kebutuhan underpad harian dapat dilakukan dengan mengalikan jumlah pasien dengan rata-rata penggunaan per pasien per hari. Pendekatan ini memberikan estimasi awal yang cukup akurat untuk kebutuhan operasional.
Sebagai gambaran umum:

Perencanaan stok underpad penting untuk menjaga kesinambungan operasional dan menghindari kekurangan atau kelebihan stok. Kekurangan underpad dapat mengganggu pelayanan dan meningkatkan risiko infeksi, sedangkan kelebihan stok dapat menyebabkan pemborosan anggaran.
Dengan perencanaan yang tepat, procurement dapat memastikan ketersediaan alat tanpa mengganggu cash flow institusi. Selain itu, pengadaan yang terencana juga mempermudah proses distribusi internal.
Efisiensi penggunaan underpad dapat dicapai dengan mengatur frekuensi penggantian sesuai kebutuhan klinis dan memilih produk dengan daya serap tinggi. Produk berkualitas tinggi cenderung membutuhkan penggantian lebih jarang.
Beberapa strategi efisiensi yang dapat diterapkan:
Penggunaan underpad berperan penting dalam mencegah kontaminasi permukaan dan penyebaran mikroorganisme. Underpad yang digunakan dengan benar dapat menjadi penghalang antara cairan tubuh dan lingkungan sekitar.
Dalam standar pencegahan infeksi, alat sekali pakai seperti underpad direkomendasikan untuk mengurangi risiko infeksi nosokomial. Hal ini особенно penting pada pasien dengan kondisi rentan atau imunitas rendah.
Kebutuhan underpad klinik harus dihitung berdasarkan jumlah pasien, jenis layanan, dan frekuensi penggunaan harian. Perencanaan yang matang akan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menjaga standar kebersihan.
Dalam praktiknya, penggunaan underpad tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan pasien, tetapi juga menjadi bagian penting dari strategi infection control. Oleh karena itu, procurement perlu memastikan ketersediaan underpad yang cukup dan berkualitas.
Untuk kebutuhan pengadaan underpad dan alat kesehatan lainnya, konsultasi dapat dilakukan melalui WhatsApp berikut:
Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!
1. World Health Organization. Guidelines on core components of infection prevention and control programmes. Geneva: WHO; 2016.
2. Centers for Disease Control and Prevention. Healthcare-associated infections guidelines. Atlanta: CDC; 2020.
3. Siegel JD, Rhinehart E, Jackson M, Chiarello L. Guideline for isolation precautions: preventing transmission of infectious agents in healthcare settings. Updated 2017.