Menentukan jumlah Automated External Defibrillator (AED) di lingkungan perusahaan bukan sekadar keputusan administratif, tetapi bagian penting dari strategi keselamatan kerja. Dalam kondisi henti jantung mendadak, setiap menit tanpa penanganan dapat menurunkan peluang hidup secara signifikan. Oleh karena itu, ketersediaan AED yang cukup dan strategis menjadi faktor krusial dalam sistem K3.
Bagi tim procurement, pertanyaan utamanya adalah: berapa jumlah AED yang ideal? Jawabannya tidak selalu sama, karena sangat bergantung pada tingkat risiko, jumlah karyawan, serta luas area operasional perusahaan.
Penentuan jumlah AED harus mempertimbangkan beberapa faktor utama agar distribusinya efektif dan efisien. Berikut faktor-faktor yang perlu dianalisis:
Menurut rekomendasi dari American Heart Association, AED sebaiknya dapat dijangkau dalam waktu maksimal 3 menit dari lokasi kejadian. Ini berarti penempatan AED harus mempertimbangkan jarak tempuh, bukan hanya jumlah unit.
Dalam praktiknya, hal ini sering diterjemahkan menjadi distribusi AED di beberapa titik strategis seperti area produksi, kantor utama, dan area publik. Dengan demikian, waktu respon dapat diminimalkan dan peluang keselamatan meningkat.

Dalam lingkungan industri seperti pabrik atau proyek konstruksi, risiko henti jantung lebih tinggi karena faktor fisik, stres kerja, dan kondisi lingkungan. Oleh karena itu, jumlah AED yang dibutuhkan biasanya lebih banyak dibandingkan kantor biasa.
Penggunaan perangkat seperti AED Heart Guardian HR-501 menjadi solusi ideal karena dirancang untuk kemudahan penggunaan dan keandalan di berbagai kondisi. Dengan fitur otomatis dan panduan suara, alat ini dapat digunakan oleh safety officer maupun karyawan terlatih.
Distribusi AED di area industri biasanya mencakup:
Jumlah AED yang ideal tidak bersifat statis. Perusahaan perlu melakukan evaluasi berkala berdasarkan perubahan jumlah karyawan, ekspansi area kerja, atau perubahan risiko operasional.
Evaluasi ini dapat dilakukan sebagai bagian dari audit K3 untuk memastikan bahwa sistem tanggap darurat tetap optimal. Selain itu, pengecekan rutin terhadap kondisi AED juga penting untuk memastikan alat selalu siap digunakan.
Agar pengadaan AED lebih efisien dan tepat sasaran, berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan:
Jumlah AED yang dibutuhkan perusahaan sangat bergantung pada tingkat risiko, jumlah karyawan, dan luas area kerja. Tidak ada angka pasti yang berlaku untuk semua, namun prinsip utama adalah memastikan akses cepat dan respon efektif dalam kondisi darurat.
Dengan perencanaan yang tepat dan pemilihan produk yang sesuai, perusahaan dapat membangun sistem keselamatan yang lebih siap dan responsif.
Untuk kebutuhan pengadaan AED dan alat kesehatan lainnya untuk institusi Anda, silakan konsultasi langsung melalui WhatsApp berikut:
Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!
1. American Heart Association. Highlights of the 2020 American Heart Association Guidelines for CPR and ECC. Dallas: AHA; 2020.
2. European Resuscitation Council. ERC Guidelines for Resuscitation 2021. Resuscitation Journal.
3. Occupational Safety and Health Administration (OSHA). Automated External Defibrillators in the Workplace. Washington DC: OSHA.
4. World Health Organization. Cardiovascular diseases (CVDs). Geneva: WHO; 2021.