Automated External Defibrillator (AED) merupakan salah satu investasi penting dalam sistem keselamatan dan tanggap darurat di lingkungan kerja maupun fasilitas publik. Namun, banyak tim procurement masih bertanya-tanya: berapa sebenarnya harga AED, dan apa saja faktor yang mempengaruhi pemilihannya?
Secara umum, harga AED bervariasi tergantung pada fitur, brand, dan spesifikasi teknis yang ditawarkan. Oleh karena itu, memahami faktor-faktor penentu harga menjadi sangat penting agar institusi dapat memilih produk yang tepat tanpa overbudget maupun under-spec.
Harga AED di Indonesia umumnya berada dalam rentang puluhan hingga ratusan juta rupiah, tergantung pada kualitas dan fitur yang disediakan. AED entry-level dengan fitur dasar biasanya lebih terjangkau, sementara AED dengan teknologi canggih dan fitur tambahan memiliki harga yang lebih tinggi.
Sebagai contoh, produk seperti AED Heart Guardian HR-501 berada di kategori AED modern dengan fitur lengkap yang dirancang untuk kemudahan penggunaan dan keandalan tinggi. Harga produk seperti ini mencerminkan kombinasi teknologi, akurasi, dan durability yang ditawarkan.
Harga AED tidak ditentukan oleh satu faktor saja, melainkan kombinasi dari berbagai aspek teknis dan operasional. Berikut adalah faktor-faktor utama yang perlu diperhatikan:

Dalam pengadaan AED, memilih produk hanya berdasarkan harga terendah bisa menjadi keputusan yang berisiko. AED adalah alat penyelamat nyawa, sehingga kualitas dan keandalan harus menjadi prioritas utama.
Produk dengan harga lebih tinggi biasanya menawarkan keunggulan seperti respon lebih cepat, akurasi lebih tinggi, dan kemudahan penggunaan yang signifikan. Hal ini sangat penting dalam kondisi darurat di mana setiap detik sangat berharga.
Selain itu, biaya maintenance dan umur pakai juga perlu diperhitungkan sebagai bagian dari total cost of ownership.
Agar pengadaan lebih efektif,
berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan oleh tim procurement:
Standar internasional seperti dari American Heart Association dan European Resuscitation Council menjadi acuan penting dalam pengembangan AED. Produk yang mengikuti standar ini umumnya memiliki harga lebih tinggi, namun juga menawarkan tingkat keamanan dan efektivitas yang lebih baik.
Bagi institusi kesehatan dan perusahaan, memilih AED dengan standar internasional adalah langkah strategis untuk memastikan kualitas layanan darurat yang optimal.
Harga AED sangat bervariasi tergantung pada fitur, teknologi, dan kualitas produk. Namun, dalam proses pengadaan, fokus utama sebaiknya bukan hanya pada harga, melainkan pada value dan kesesuaian dengan kebutuhan operasional.
Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi harga, tim procurement dapat membuat keputusan yang lebih tepat, efisien, dan berdampak jangka panjang terhadap keselamatan kerja.
Untuk kebutuhan pengadaan AED dan alat kesehatan lainnya untuk institusi Anda, silakan konsultasi langsung melalui WhatsApp berikut:
Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!
1. American Heart Association. Highlights of the 2020 American Heart Association Guidelines for CPR and ECC. Dallas: AHA; 2020.
2. European Resuscitation Council. ERC Guidelines for Resuscitation 2021. Resuscitation Journal.
3. Occupational Safety and Health Administration (OSHA). Automated External Defibrillators in the Workplace. Washington DC: OSHA.
4. World Health Organization. Cardiovascular diseases (CVDs). Geneva: WHO; 2021.