Dalam pemeriksaan Tanda-Tanda Vital (TTV), pengukuran saturasi oksigen kini sama pentingnya dengan tensi dan suhu tubuh. Sebagai calon dokter, kemampuan membaca pulse oximeter bukan hanya sekadar melihat angka yang muncul di layar, tapi juga memahami mekanisme dan validitas datanya.
Seringkali saat OSCE atau praktik di klinik, kita terburu-buru menjepitkan alat ke jari pasien tanpa memperhatikan faktor pre-analitik. Akibatnya? Hasil bisa false low atau tidak terbaca sama sekali.
Nah, supaya Bro Sis makin jago saat skill lab maupun koas nanti, Medi sudah rangkum cara kerja, interpretasi nilai, hingga tips merawat oximeter berdasarkan standar medis. Yuk, disimak!
Sebelum alat menempel di jari, ada protokol yang harus Bro Sis pastikan agar sensor photodetector bisa bekerja optimal menangkap cahaya merah dan inframerah.
Ikuti langkah ini untuk meminimalkan artefak gerak:
Di layar oximeter, Bro Sis biasanya akan melihat dua angka utama dan satu grafik. Berikut cara membacanya secara medis:
Ini tips pro buat Bro Sis! Perhatikan grafik gelombang naik-turun di layar. Jika gelombangnya berantakan atau putus-putus, artinya sinyal tidak kuat (mungkin karena pasien bergerak atau perfusi buruk). Jangan percaya angkanya sampai gelombangnya berbentuk bukit yang teratur.
Sebagai alat yang berpindah dari satu jari ke jari lain, oximeter berpotensi jadi vektor transmisi bakteri. Gunakan tisu alkohol 70% atau tisu basah antibakteri untuk mengusap bagian karet silikon (tempat jari masuk).
Segera keringkan dengan tisu kering atau kain lembut. Jangan biarkan cairan menetes ke dalam komponen elektronik. Lepaskan baterai jika alat tidak akan dipakai dalam waktu lama (misalnya saat libur semester) untuk mencegah kebocoran baterai.
Membaca oximeter memang terlihat sederhana, namun ketelitian pada persiapan pasien dan interpretasi gelombang pleth adalah kunci yang membedakan tenaga medis profesional dengan orang awam. Pastikan Bro Sis selalu melakukan kroscek hasil oximeter dengan kondisi klinis pasien (seperti tanda sesak atau akral dingin) agar diagnosisnya tepat.
Nah, supaya skill klinis Bro Sis makin terasah tanpa terhalang kendala teknis, dukungan alat yang presisi dan responsif itu wajib hukumnya. Jangan sampai saat ujian atau jaga, Bro Sis malah bingung karena angka di layar lompat-lompat akibat sensor yang kurang sensitif. Kalau Bro Sis butuh Pulse Oximeter standar medis yang layarnya sudah OLED dan pembacaannya akurat, Medtools siap bantu pilihkan yang terbaik. Langsung saja chat WhatsApp di sini untuk tanya-tanya spek atau promo ya!