Selamat datang di stase Neurologi! Stase ini seringkali dianggap "Challenging" karena menuntut ketelitian tinggi dalam pemeriksaan fisik. Salah satu kunci keberhasilan diagnosis saraf adalah pemeriksaan refleks fisiologis dan patologis.
Untuk melakukan ini, Bro Sis butuh senjata wajib bernama Hammer Refleks (Palu Refleks). Bukan sekadar mengetuk lutut, alat ini berfungsi mengevaluasi integritas Lengkung Refleks (Reflex Arc) mulai dari reseptor, saraf sensorik, spinal cord, hingga respons motorik otot. Respons yang dihasilkan (hiporefleks, normal, atau hiperrefleks) bisa memberi petunjuk krusial apakah pasien mengalami kelainan pada Upper Motor Neuron (UMN) atau Lower Motor Neuron (LMN).
Di pasaran, ada banyak bentuk hammer. Supaya Bro Sis tidak bingung dan salah beli untuk keperluan OSCE atau koas, yuk kita bedah jenis-jenisnya berdasarkan standar medis!
Ini adalah jenis yang paling klasik dan sering muncul di ikon kesehatan.
Bentuk: Gagang logam pipih dengan kepala karet berbentuk segitiga (mirip kapak tomahawk).
Penggunaan: Umum digunakan untuk pemeriksaan Deep Tendon Reflex (DTR) dasar seperti refleks patella (lutut), biseps, dan triseps.
Plus/Minus: Harganya sangat terjangkau dan ringan. Namun, karena ringan, Bro Sis butuh tenaga ayunan pergelangan tangan yang lebih kuat agar ketukannya efektif. Ujung segitiganya kadang kurang stabil bagi pemula.
Sering disebut juga sebagai Wartenberg atau Elastic Hammer.
Bentuk: Gagang panjang (biasanya plastik atau bambu lentur) dengan ujung kepala berbentuk piringan bundar (donat) dari plastik/karet.
Penggunaan: Sangat efektif untuk semua refleks tendon, terutama Refleks Plantar.
Plus/Minus: Gagangnya yang panjang dan lentur memanfaatkan gaya gravitasi. Bro Sis cukup mengayunkan perlahan, dan biarkan berat kepala palu yang bekerja. Ini meminimalisir rasa sakit pada pasien.
Bentuk: Mirip dengan Queen Square (kepala piringan bundar), namun gagangnya terbuat dari logam stainless. Uniknya, gagang ini seringkali bisa dipanjangkan (teleskopik) atau dilepas.
Penggunaan: Kepala bundar untuk tendon, dan ujung gagang logamnya bisa digunakan untuk menggores telapak kaki pada pemeriksaan Refleks Babinski.
Catatan: Meskipun namanya Babinski, hindari menggunakan benda terlalu tajam untuk menggores kaki pasien, ya!
Ini adalah favorit mahasiswa kedokteran saat ujian OSCE karena kepraktisannya.
Bentuk: Seperti huruf "T". Kepala palu memiliki dua sisi karet silinder (besar dan kecil).
Fitur Spesial: Di dalam gagang atas dan bawahnya tersembunyi dua alat tambahan:
Jarum (Needle): Untuk tes sensorik nyeri (pinprick test). Ingat: Jangan gunakan jarum tajam untuk goresan Babinski!
Sikat (Brush): Untuk tes sensorik raba halus (light touch).
Penggunaan: Sangat komplit untuk pemeriksaan motorik sekaligus sensorik dasar.
Ini adalah "Rolls-Royce"-nya palu refleks, sering dipakai oleh residen Saraf dan spesialis (Sp.S).
Bentuk: Kepala terbuat dari stainless steel solid yang berat dengan dua ujung karet (besar dan kecil).
Penggunaan:
Keunggulan: Beratnya presisi. Bro Sis tidak perlu mengayun kencang, cukup jatuhkan (gravity assist), refleks akan muncul. Akurasinya paling tinggi.
Memilih hammer refleks yang tepat akan sangat membantu Bro Sis mendapatkan hasil pemeriksaan yang valid. Jangan sampai diagnosis meleset hanya karena alat yang kurang memadai. Nah, kalau Bro Sis sedang mencari Hammer Buck yang lengkap atau Trömner yang presisi dengan bahan stainless berkualitas, Medtools punya stok lengkap yang standar rumah sakit. Yuk, konsultasikan kebutuhan alat medis Bro Sis langsung lewat WhatsApp Medtools di sini.
Daftar Pustaka (Verified):
- Bickley LS, Szilagyi PG. Bates' Guide to Physical Examination and History Taking. 13th ed. Philadelphia: Wolters Kluwer; 2021.
- Campbell WW. DeJong's The Neurologic Examination. 8th ed. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins; 2019.
- Fuller G. Neurological Examination Made Easy. 6th ed. Edinburgh: Elsevier; 2019.