Ini 4 Prinsip Kode Etik Kedokteran yang Wajib Mahasiswa Kedokteran Tahu
Andika Chris Ardiansyah
08 January 2026
Strategi & Tips Lulus
Halo Bro Sis Calon Dokter! 👋
Lagi pusing ngafalin anatomi terus tiba-tiba disuruh baca buku saku KODEKI (Kode Etik Kedokteran Indonesia) buat ujian blok Humaniora? Atau mungkin Bro Sis lagi persiapan masuk Koas dan takut melakukan pelanggaran etik di rumah sakit?
Tenang, Bro Sis nggak sendirian. Etika kedokteran itu emang kelihatannya abstrak, tapi percaya deh, ini adalah "sabuk pengaman" kita selama menjalani profesi mulia ini. Dokter yang jago skill bedah atau diagnosanya tajam itu banyak, tapi dokter yang punya attitude dan pegang teguh etika? Itu yang dicari pasien dan dihargai senior.
Daripada ngafalin pasal demi pasal kayak ngafalin UU, mending kita pahami poin-poin krusial KODEKI yang paling sering muncul di ujian OSCE dan kehidupan nyata. Simak rangkumannya!
Apa Itu KODEKI?
Simpelnya, KODEKI adalah pedoman perilaku atau "kompas moral" bagi seluruh dokter di Indonesia yang disusun oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Tujuannya cuma satu: menjaga martabat profesi dan melindungi masyarakat.
Ingat ya, Bro Sis. Sumpah Dokter yang nanti kalian ucapkan saat pelantikan itu dasarnya ya dari KODEKI ini.
4 Prinsip etika Dasar (Kaidah Dasar Moral)
Sebelum masuk ke pasal-pasal, Bro Sis wajib banget paham 4 pilar ini. Ini sering banget keluar di soal ujian kasus!
Beneficence (Berbuat Baik): Tindakan dokter harus membawa manfaat positif bagi pasien. Contoh: Memberikan pengobatan yang paling efektif, menenangkan pasien yang panik.
Non-maleficence (Tidak Merugikan): Prinsip Primum non nocere (first, do no harm). Jangan sampai tindakan kita malah memperburuk kondisi pasien. Contoh: Tidak melakukan tindakan invasif yang tidak perlu, sadar akan keterbatasan kompetensi diri.
Autonomy (Menghargai Otonomi Pasien): Menghormati hak pasien untuk menentukan nasibnya sendiri. Kuncinya: Informed Consent. Pasien berhak menolak atau menerima tindakan setelah dijelaskan risikonya.
Justice (Keadilan): Memperlakukan pasien secara adil tanpa memandang SARA, status sosial, atau ekonomi. Contoh: Mendahulukan pasien gawat darurat (triase) tanpa melihat dia pejabat atau rakyat biasa.
KODEKI itu terdiri dari beberapa kewajiban utama. Biar gampang, kita bagi jadi 4 kelompok besar:
1. Kewajiban Umum
Sumpah Dokter: Mengamalkan sumpah yang telah diucapkan.
Standar Profesi: Melakukan praktik sesuai standar pelayanan medis tertinggi. Jangan asal-asalan!
Kemandirian Profesi: Tidak boleh dipengaruhi oleh pihak lain (misalnya sponsor obat) yang merugikan pasien.
Surat Keterangan: Hati-hati, Bro Sis! Jangan pernah mengeluarkan surat sakit palsu atau surat keterangan yang tidak sesuai fakta medis. Ini pelanggaran berat.
2. Kewajiban Terhadap Pasien
Rahasia Medis: "Mulutmu harimaumu". Segala sesuatu tentang pasien itu rahasia, bahkan setelah pasien meninggal dunia. Jangan spill kasus pasien di Instastory ya!
Pertolongan Darurat: Wajib menolong dalam keadaan darurat sebagai tugas kemanusiaan, kecuali ada orang lain yang lebih mampu menanganinya.
Informed Consent: Menjelaskan penyakit dan tindakan medis dengan bahasa yang dimengerti pasien.
3. Kewajiban Terhadap Teman Sejawat (Colleague)
Perlakukan seperti saudara kandung: Sesama dokter dilarang saling menjatuhkan atau menjelekkan di depan pasien. Kalau ada beda pendapat, diskusikan di ruang tertutup.
Konsul/Rujuk: Kalau merasa tidak mampu atau bukan kompetensinya, wajib rujuk ke teman sejawat yang lebih ahli. Jangan gengsi!
4. Kewajiban Terhadap Diri Sendiri
Jaga Kesehatan: Dokter juga manusia. Bro Sis wajib memelihara kesehatan diri sendiri supaya bisa melayani pasien dengan maksimal.
Long Life Learning: Ilmu kedokteran itu berkembang hitungan detik. Dokter wajib terus belajar (update ilmu) sepanjang hayat.
Kenapa Mahasiswa Harus Paham KODEKI dari Sekarang?
"Kan gue belum disumpah, Kak?" Eits, perilaku etis itu dibentuk dari kebiasaan, Bro Sis. Mulai dari:
Menghargai kadaver saat anatomi (itu guru bisu pertama kita!).
Menjaga kerahasiaan pasien saat case report.
Jujur saat ujian (integritas akademik).
Jadi Dokter Beretika dengan Persiapan Alat yang Lengkap
Menjadi dokter yang baik itu dimulai dari niat yang baik dan persiapan yang matang. Selain paham etika, skill klinis Bro Sis juga harus diasah terus.
Gimana mau praktek Beneficence (berbuat baik) kalau alat periksanya rusak atau nggak lengkap? Yuk, lengkapi kebutuhan Skill Lab dan Co-ass kamu bareng Medtools Student. Mulai dari Stetoskop, Tensimeter, sampai Surgical Kit buat latihan hecting, semua ada dan student friendly!